Cerita Jamaah Sholat Jumat di Singapura dan Turki yang Ketat Aturan, Didenda Jika Melanggar


Umat Islam melaksanakan Salat Jumat di Masjid Agung Almarkazul Islamic, Lhokseumawe, Aceh, Jumat (19/6/2020). [ANTARA FOTO/Rahmad]


Infomenia.net - Selain Indonesia, beberapa negara seperti Singapura, Turki sudah membuka kembali masjid-masjid di tengah pandemi Covid-19.

Pembukaan masjid tersebut juga tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti penggunaan masker dan menjaga jarak.


Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia untuk Singapura Didik Eko Pujianto mengatakan Pemerintah Singapura memberlakukan denda kepada pelanggar yakni 250 dolar Singapura.

Berlakunya denda tersebut juga saat pelaksanaan Sholat Jumat.

Karena itu setiap masjid ada polisi yang berjaga untuk memantau jamaah yang melanggar protokol kesehatan.

Baca Juga:
Kisah Aba Tilahun, Kakek 114 Tahun Sembuh dari Corona

"Di sini kalau melanggar langsung 250 dolar tidak pakai masker 250 dolar kalau jaraknya kurang dari 1 meter, diingatkan, tapi kalau masih kedua kali langsung 250 dolar juga," ujar Didik dalam siaran Youtube, Sabtu (27/6/2020).

Setelah pelaksanaan Sholat Jumat, polisi akan mempersilahkan jamaah untuk kembali ke tempat masing-masing


"Selain itu sudah setelah itu polisi akan membubarkan atau mempersilakan atau langsung kembali ke tempat masing-masing dan kalau mau sholat sunnah silakan dilakukan di tempat masing-masing," ucap Didik.



Sementara itu Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal menuturkan polisi juga berjaga -jaga di masjid untuk memantau jamaah yang tidak menerapkan protokol kesehatan.


Adapun bagi jamaah yang yang melanggar akan dikenakan denda sekitar 1.200 Lira atau 200 dolar AS.

"Mereka yang tidak sesuai dengan protokol juga kena denda sekitar 1.200 (mata uang Turki) hampir 200 dolar AS," kata Iqbal.

Tak hanya itu, pelaksanaan Sholat Jumat di Turki dilaksanakan di halaman masjid.

Kemudian khutbah Sholat Jumat juga dipersingkat hanya 5 menit.

Karena itu masyarakat diminta sholat sunnah di rumah masing-masing.


"Iya di halaman. Jadi di dalam masjid tidak lagi digunakan dan kemudian khotbahnya hanya 5 menit. Jadi kalau kita terlambat datang ya tidak bisa ke sholat dan terakhir adalah tidak diperkenankan untuk melaksanakan sholat sunnah di masjid diperkenankan untuk dipersilakan untuk sholat sunat di rumah masing-masing," ucap Lalu.(suara.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel