Ini Status Terakhir Elvina Terekam di Instagram Sebelum Dibunuh Jefri dengan Keji

Infomenia.net - Nyawa Elvina (21) harus melayang akibat kekejian pacarnya Jefri Lim (22). Didorong nafsu bejat pelaku tega menghabisi nyawa wanita yang bekerja di salon rias pengantin itu setelah disetubuhi.

Siapa menyangka Elvina, sebelum dihabisi dengan keji oleh Jefri Lim di Komplek Cemara Asri, Deliserdang Rabu (6/5/2020) sempat mengunggah statusnya dengan tanda cinta di dalam akun Instagramnya.

Dia memajang foto seorang pria di dalamnya, namun bukan foto Jefri Lim atau pun Michael alias Acai yang pernah menjadi kekasihnya.

Kehadiran pria ini lah yang mungkin jadi pemicu, Jefri Lim hingga gelap mata membunuh Elvina.

Tampak kehadiran pria berwajah bulat dengan potongan rambut satu sisir yang dipajang dalam akun Instagram dikomentari oleh teman-temannya.

Seperti akun Cenlinvie: "cwiittt cwittt" tulisnya tampak mendukung temannya untuk berhubungan dengan pria yang ada dalam foto tersebut.

Bahkan akun Instagram lainnya Viannwe mengatakan kalau korban telah memposting gambar itu sebelumnya. 

"Tadi kan bukannya uda kau post ya," tulisnya dalam komentar foto Elvina.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jefri Lim tega membunuh kekasihnya karena tau hubungannya bakal diputuskan oleh Elvina karena kehadiran pria lain. 

Oleh karena itu dia memanggil Elvina ke rumahnya dengan terlebih dahulu dijemput oleh Michael. Hingga terjadilah peristiwa mengenaskan tersebut.

Kronologi Pembunuhan

Seperti yang diketahui dua pria itu bernama Jefri Lim (22 tahun) dibantu temannya Michael (22 tahun) atau biasa disapa Acai tega menghabisi nayawa Elvina.

Jefri dan Michael merupakan teman satu sel dan pernah dipenjara di Rutan Tanjung Gusta, baru-baru ini keduanya baru mendapatkan pembebasan setelah mendapatkan kesempatan asimilasi dari Kemenkumham akibat wabah corona.

Berdasarkan kronologi kejadian yang disampaikan polisi, Michael awalnya menjemput Elvina dan membawanya ke rumah Jefri pada pukul 11.50 WIB.

Tiba di rumah Jefri, Elvina diajak oleh si tuan rumah ke kamar mandi untuk berhubungan badan.

Karena menolak, Elvina lantas didorong oleh Jefri dan kepalanya dibenturkan ke dinding hingga tak sadarkan diri. Dalam kondisi tak sadarkan diri, Elviana sempat diperkosa oleh Jefri.

Setelah melampiaskan nafsunya, Jefri kemudian merobek perut dan menusuk dada kiri Elviana dengan menggunakan pisau hingga Elvina tewas.  Selanjutnya, setelah memastikan Elvina tak lagi bernyawa, Jefri memberitahu Michael bahwa pacarnya itu sudah tewas.

Untuk menghilangkan jejak, Jefri kemudian menyuruh Michael membeli bensin untuk membakar jasad Elvina dan yang disuruh pun menuruti. Michael membeli dua botol bensin ketengan dan menyerahkannya kepada Jefri. Lagi-lagi, Jefri yang melakukannya (membakar jasad korban).

Tak cukup sampai di situ, mayat Elvina kemudian dipotong-potong oleh Jefri menjadi beberapa bagian dan dimasukkan ke dalam kardus. Untuk tugas yang satu ini, Jefri dibantu oleh ibunya, yakni TS. Sementara Michael tidak berbuat apa-apa.

Setelah merampungkan semuanya, Jefri dan TS menelepon ibu Michael, yakni J untuk datang ke lokasi kejadian. Sejurus kemudian J bersama I (paman Michael) datang dan mereka diberitahu oleh Jefri dan TS bahwa Michael yang telah membunuh Elvina.

Karena lakban untuk membungkus kardus berisi potongan tubuh Elvina kurang, Jefri kemudian keluar sebentar untuk membeli tambahan lakban dan membalut kembali kardus tersebut sampai benar-benar rapat.

Selanjutnya, Jefri memesan taksi online untuk membawa potongan tubuh dalam kardus tersebut ke Lubuk Pakam, ibukota Kabupaten Deliserdang.

Namun, kardus tersebut robek beberapa saat sebelum hendak diangkut ke dalam taksi. Darah berceceran keluar dari dalam kardus.

Dengan maksud dirapikan ulang, kardus pun dibawa masuk kembali ke dalam ruang tengah rumah. Sementara darah yang berceceran di lantai dibersihkan oleh TS. 

Berikutnya, Jefri dan TS mengintimidasi (mendesak) Michael untuk mengakui bahwa pembunuhan tersebut hanya dirinya sendiri yang melakukannya tanpa melibatkan orang lain. Michael pun menulis pernyataan di atas kertas, lalu meminum obat pembasmi nyamuk untuk meyakinkan Jefri dan TS.

Sore harinya, pukul 17.00 WIB, ibu dan paman Michael, yakni J dan I, pergi ke rumah orang tua Elvina untuk memberitahukan kejadian tersebut. Dua jam kemudian, polisi dari Polsek Percut Sei Tuan pun datang.(Indozone.id)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel