Ibu Mertua Dihabisi, Jasadnya Dibuang ke Sungai. Polisi Ungkap Motif Pelaku

Infomenia.net -   Polisi mengungkap motif pembunuhan mertua di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Pelaku, Priska Dwi Saputra (30) mengaku te...

Infomenia.net -  Polisi mengungkap motif pembunuhan mertua di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Pelaku, Priska Dwi Saputra (30) mengaku tega menghabisi nyawa ibu mertuanya sendiri, Siti Rahayu (40) lantaran sakit hati.

Kapolres Pemalang AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, pelaku sakit hati karena menilai mertuanya itu mendukung perpisahan dirinya dengan sang istri, Dewi Hertiani (18).

"Untuk sementara motifnya itu dendam, sakit hati. Karena anak korban ini meminta cerai pelaku. Didukung oleh korban," kata Edy saat ditemui detikcom di RSUD M Ashari, Pemalang, Selasa (28/4/2020).

Edy menjelaskan, Priska yang merupakan tersangka utama ini mengakui telah berpisah ranjang dengan istrinya selama tiga bulan atau sejak anaknya lahir.

Sementara itu, dalam kasus pembunuhan ini polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Yaitu tersangka utama Priska Dwi Saputra (30) warga Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul dan dua tersangka lainnya yang terlibat dalam pembuangan jenazah korban, yakni Wahyo (28) warga Desa Majalangu dan Heri Setiawan (27).

"Saat ini ditetapkan tiga tersangka. Tersangka utama mengajak dua temanya untuk membantu membuang jasad korban ke sungai," terang Edy.

Diberitakan sebelumnya, Siti dihabisi di rumah kontrakannya, Desa Majalangu, Kecamatan Watukumpul, Pemalang. Polisi saat ini menetapkan tiga orang tersangka, yakni Priska, Wahyo, dan Heri.

Kepada polisi Priska mengaku membunuh ibu mertuanya dengan menggunakan sebilah golok pada Minggu (26/4) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, saat korban tengah berada di dapur. Usai membunuh ibu mertuanya, Priska menghubungi dua Wahyo dan Heri untuk membantu membuang jasad korban. Jasad Siti kemudian dibuang dari atas jembatan Sungai Kesesi, Pekalongan.

Jasad korban baru ditemukan Selasa (28/4) di sungai dengan jarak 7 km dari titik lokasi pembuangannya. Saat ditemukan, jasad Situ masih terbungkus karung plastik berwarna putih. Bungkusan karung berisi jasad itu tersangkut di ranting-ranting.(detik.com)