VIRAL Kronologi Penggerebekan Pasangan Mesum di Gunung hingga Tanggapan Menohok Fiersa Besari dan Dzawin Nur


Infomenia.net - Belakangan media sosial tengah dihebohkan dengan video sepasang muda-mudi yang tertangkap berbuat mesum di gunung.


Video tersebut lantas menjadi viral di media sosial Twitter dan Instagram sejak Sabtu (7/2/2020).


Berdasarkan penulusuran yang dilakukan, peristiwa tersebut diduga terjadi di kawasan pegunungan di Sumatera Utara.


Hal itu juga diktehaui dari bahasa dan logat yang terdengar dalam video yang telah viral tersebut.


Mengutip dari Serambinews.com, dalam video yang beredar, terlihat para pendaki gunung lainnya membuka pintu tenda secara paksa.

Mereka mendapati seoarang laki-laki dan perempuan di dalam tenda tersebut.

Setelah tenda terbuka, tampak laki-laki dan perempuan tersebut menutup tubuhnya dengan selimut.

Namun, selimut yang mereka gunakan tersebut justru ditarik oleh sejumlah laki-laki yang menggerebek mereka.

Akibatnya, terlihat bagian tubuh perempuan yang ada di tenda tersebut.

Kronologi Penggerebekan

Perbuatan mesum yang dilakukan sepasang muda-mudi tersebut diketahui oleh pendaki yang lain.


Mereka yang mengetahui hal itu lantas menghampiri dan menggerebek pasangan muda-mudi itu yang tengah berada di dalam tenda berwarna merah.

Dikutip dari TribunBogor.com, dalam video terebut terlihat ada pria dari luar yang ikut masuk ke dalam tenda dan duduk di dekat pasangan tersebut.


Mendapat perlakuan seperti itu, sang wanita terdengar merintih dan meminta mereka untuk pergi.

Mendengar wanita tersebut berbicara, pria di luar yang lain justru emosi.

Ia lantas menarik selimut yang dikenakan sang wanita untuk menutupi tubuhnya.

Akibatnya, terlihat sang wanita tidak mengenakan pakaian.

Wanita tersebut hanya mengenakan jaket untuk menutupi bagian atas tubuhnya.

Melihat pasangannya setengah telanjang, pria yang ada di dalam tenda kemudian berusaha menutupi tubuh wanita itu dengan kaus miliknya.

Sang wanita kemudian membalikkan badannya dan berusaha untuk mengenakan pakaian.

Tak berhenti di situ, pria yang ada di luar juga melontarkan pernyataan dengan nada membentak kepada kedua pasangan tersebut.

"Makanya jangan hubungan badan di sini," kata pria berbaju belang yang menarik selimut.

Aksi tersebut juga direkam dan diposting di media sosial.


Tanggapan pendaki gunung

1. Fiersa Besari

Setelah viral di media sosial, banyak dari pendaki gunung yang mengecam aksi tidak pantas tersebut.

Satu di antara pendaki gunung yang memberikan tanggapannya soal kejadian tersebut adalah Fiersa Besari.

Melalui akun media sosial Twitter pribadi miliknya, menurut Fiersa Besari, mesum di gunung memang perbuatan yang salah.

Namun, merekam dan menyebarkan video juga lebih salah.

Fiersa Besari menyoroti soal adegan penarikan selimut yang menyebabkan sebagian tubuh si wanita terlihat.

"Entah Kawan-kawan sudah atau akan melihatnya, tapi sedang beredar video penggerebekan pasangan mesum di tenda. Sedih sih.

Mesum di gunung itu salah.


Tapi, menurut saya, selimut ditarik paksa, pelakunya dipermalukan, direkam, lalu di-upload ke medsos, itu jauh lebih salah," tulis Fiersa Besari.

2. Dzawin Nur

Tak hanya Fiersa Besari, Dzawin Nur yang merupakan Stand Up Komedian sekaligus pendaki gunung juga memberikan responsnya di akun Instagram pribadinya.

Melalui postingan di Instastory-nya, Dzawin menyoroti soal adegan perekaman dan penarikan selimut yang dilakukan oleh orang yang melakukan penggerebekan.

"Ada orang mesum di gunung kemudian digerebek, direkam, diteriaki, ditarik pakaiannya oleh massa," tulis Dzawin.


Dipostingan Instastory yang lain, Dzawin menyebut, bahwa orang-orang tersebut sebenarnya tak ada hak untuk perbuat demikian dan mempermalukan pasangan tersebut dengan mengunggah video di media sosial.

"Menganggur sekali orang-orang sipil ini, sampai mengurusi dosa orang kemudian kemudian merasa berhak memberi hukuman dengan mempermalukan," tulis Dzawin.




Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul VIRAL Kronologi Penggerebekan Pasangan Mesum di Gunung hingga Tanggapan Fiersa Besari dan Dzawin Nur,

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel