Ngamuk dan Tembak Belasan Orang Hingga Tewas, Tentara Thailand Didor

Infomenia.net -  Pihak keamanan di Thailand menembak seorang prajurit yang sempat mengamuk di salah satu pusat perbelanjaan. Kekinian, pelaku dikabarkan tewas, Minggu (9/2/2020) waktu setempat.

Dilansir dari washingtonpost.com, 17 orang dilaporkan tewas dan 21 orang menjadi korban oknum tentara Thailand tersebut. Pria itu melakukan streaming penembakan dari Facebook. Setelah itu pelaku bersembunyi di mal.

Pelaku dilaporkan membawa senapan serbu dan dibalut kamuflase dan helm, sebagai Jakrapanth Thomma. Pelaku diperkirakan berusia 32 tahun, seorang sersan di militer Thailand.

Untuk diketahui, penembakan brutal itu terjadi pada Sabtu (8/2/2020) kemarin di Kota Nakhon Ratchasima di timur laut Thailand.

Insiden itu diungkapkan melalui pesan yang dikirimkan oleh juru bicara kepolisian, Kissana Phathanacharoen, kepada wartawan.

"Pelaku (sempat) berkeliaran di pusat perbelanjaan," kata pemerintah setempat dan polisi.

Penembakan jarang terjadi di negara Asia Tenggara itu. Selain di bagian selatan, tempat pemberontakan berlangsung puluhan tahun. Seorang pejabat layanan ambulans di kota itu mengatakan jumlah korban tewas mencapai 20 orang.

"Kami tidak tahu mengapa ia melakukan ini. Tampaknya ia gila," kata juru bicara kementerian pertahanan, Kongcheep Tantrawanit.

See detail
Sejumlah polisi Thailand tiba di lokasi persembunyian pelaku penembakan di Kota Nakhon Ratchasima, Sabtu (8/2/2020). [AFP]
Polisi mengidentifikasi tersangka sebagai Jakrapanth Thomma. Sebelumnya pada hari yang sama, ia menulis di laman Facebook-nya bahwa "kematian tidak bisa dihindari untuk semua orang".

Dia juga mengunggah foto yang tampaknya merupakan foto tangannya memegang senjata.

Pada satu titik setelah penembakan dimulai, tersangka menulis "Haruskah saya menyerah?" sebelum akunnya menjadi tidak dapat diakses.

"Tentara itu melepaskan tembakan ke berbagai lokasi di kota tersebut, yang berjarak lebih dari 250 km (155 mil) dari ibu kota, Bangkok," kata Phathanacharoen.

Media lokal menunjukkan rekaman tentara itu keluar dari mobil di depan pusat perbelanjaan dan melepaskan serangkaian tembakan hingga membuat orang berlarian. Suara tembakan dapat terdengar di video.

Satu video dari saksi mata menunjukkan seorang pria berlumuran darah di sebuah mobil. Tidak jelas apakah dia termasuk korban yang tewas. Video lain memperlihatkan ada empat orang, yang jelas telah ditembak dan tidak menunjukkan tanda-tanda gerakan.

Facebook menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka dan menyatakan tidak ada tempat di Facebook bagi siapa pun yang melakukan atau mendukung kekejaman semacam itu.

"Kami telah menghapus akun penembak dari layanan kami dan akan bekerja sepanjang waktu untuk menghapus konten yang melanggar terkait dengan serangan ini segera setelah kami menyadarinya," katanya.

Saksi mata

Seorang wanita yang diwawancarai oleh saluran televisi Thailand One mengatakan dia mendengar suara tembakan ketika berada di pusat perbelanjaan dan bersembunyi di sebuah toko pakaian sebelum melarikan diri.

Penembak itu awalnya pergi ke sebuah rumah di kota itu dan menembak mati dua orang, sebelum pergi ke toko senjata di pangkalan militer dan mengambil senjata baru, kata polisi setempat.

"Dia juga menembak orang di pangkalan militer," kata mereka.

Tagar #KoratShootingRampage dan #SaveKorat menjadi tren di media sosial di Thailand. (Antara/Reuters)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...