Polisi Ancam Jemput Paksa Anak Kiai Jombang yang Cabuli Anak di Bawah Umur


Infomenia.net - Putra salah satu kiai besar di Jombang, MSA (39) yang mencabuli anak di bawah umur diketahui mangkir panggilan polisi. Polisi mengancam akan melakukan penjemputan paksa jika MSA mangkir lagi.

Direskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Ratulangi pun mengancam akan melakukan penjemputan paksa MSA. Dalam waktu dekat, Pitra menyebut akan melayangkan panggilan ulang pada MSA.

"Ya sesuai ketentuan kalau dipanggil ndak datang ya polisi punya kewenangan untuk menjemput ya. Makanya kita minta siapapun Yang terlibat, yang akan dimintai keterangan oleh polisi, ya datang saja," tegas Pitra kepada detikcom di Surabaya, Sabtu (18/1/2020).

Pitra menyebut jika MSA merasa tidak melakukan perbuatan cabul tersebut, mestinya dia tak usah takut.

"Kalau tidak salah tidak usah takut. Polisi pasti melihat sesuatu sesuai hukum untuk menentukan seseorang salah atau tidak," imbuh Pitra.

Namun, pemanggilan ini menunggu dilakukan gelar perkara. Hal ini untuk mengkaji sejauh mana proses penyelidikan yang telah dilakukan Polres Jombang, setelah kasusnya diambil alih Polda Jatim. Gelar perkara ini juga akan menghadirkan sejumlah ahli.


"Itu kasusnya baru dilimpahkan ke kita, kita dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara untuk menganalisis dan mengkaji yang pertama proses penanganan yang telah dilakukan Polres Jombang. Dalam gelar perkara nanti kita akan melihat aspek-aspek hukumnya terhadap tersangkanya dan materi perkaranya atau pasal yang disangkakan," pungkasnya.


Polisi Sebut Korban Pencabulan yang Dilakukan Anak Kiai Jombang Lebih dari Satu


 Polda Jawa Timur mengambil alih kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur oleh anak kiai di Jombang. Pasalnya, diduga korban Pencabulan lebih dari satu orang.

Sebelumnya, seorang anak di bawah umur melaporkan anak kiai berinisial MSA (39) warga Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. MSA yang juga disebut sebagai pengurus Pondok Pesantren ini melakukan dilaporkan sejak Desember 2019.

"Nanti dalam pemeriksaan kita ya bisa saja (bertambah korbannya). Tapi ini yang laporan baru satu," kata Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pitra Ratulangi kepada detikcom di Surabaya, Sabtu (18/1/2020).


Pitra menambahkan biasanya korban pencabulan takut untuk melapor karena beberapa alasan. Untuk itu, Pitra menyarankan korban tak lagi takut melapor. Sebab, polisi akan mengusut tuntas kasus ini.

"Itu kendala kita, kalau tidak mau lapor bagaimana. Jadi kalau ada korban-korban yang merasa pernah mengalami pencabulan, laporkan. Kita akan proses," tegasnya.

Hingga kini, Pitra menyebut akan melakukan langkah optimal dan efisien untuk menangani kasus ini. Salah satunya dengan menarik kasus ini.

"Kita tarik kasus ini karena Polda Jatim melihat perkembangan teknis, kemudian untuk efisien penanganan," pungkasnya.

(detik.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel