Ini Tampang ART yang Viral Aniaya Bocah Anak Majikan di Jakbar Hingga Terungkap Motifnya

Infomenia.net - Seorang asisten rumah tangga (ART) di Jakarta Barat, NV (23), ditangkap polisi karena menganiaya seorang bocah yang merupakan anak majikannya. NV saat ini masih diperiksa di Polres Jakarta Barat.

Kasus kekerasan ini terungkap setelah ibunda korban menyebarkan video tersebut di akun Facebooknya. Dalam akun tersebut, ibunda memajang foto pelaku dengan caption 'Tolong tidak mempekerjakan orang ini, anak saya diperlakukan tidak pantas dan tidak layak, kiranya bapak, ibu, teman, saudara, om, tante dan siapapun yang telah melihat dan membaca dan mendapat info ini kiranya tidak mempekerjakan. Terima kasih'.


Kapolres Jakarta Barat Kombes Audie Latuheru mengatakan pihaknya menyelidiki kasus itu setelah mengetahui adanya video viral. Video itu tersebar viral sejak Selasa (7/1/2020).



"Setelah begitu beritanya viral, tim kami dipimpin oleh Kasat Reskrim langsung proaktif, kurang dari 6 jam pelaku tertangkap," kata Kombes Audie kepada wartawan di Polres Jakarta Barat, Jl S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (8/1).


NV ditangkap di tempat persembunyiannya di kawasan Kosambi, Jakarta Barat, pada Selasa (7/1) pukul 23.00 WIB. Saat ini dia berstatus sebagai tersangka.



Motif ART Ikat-Bekap Bocah Anak Majikan: Capek Usai Jalan di Mal

Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial NV (23) membekap dan mengikat anak majikannya di Jelambar, Jakarta Barat. Penganiayaan itu terjadi setelah korban bersama keluarga dan pelaku jalan-jalan di sebuah mal.

"Sehari sebelumnya itu mereka, si ART ini mendampingi keluarga majikannya yang mana anak majikan ini ketika di mal berlarian, dia susah mengaturnya, dia kesal," ujar Kapolres Jakarta Barat Kombes Audie Latuheru kepada wartawan di Polres Jakbar, Jl Letjen S Parman, Slipi, Jakbar, Rabu (8/1/2020).

Audie mengatakan, penganiayaan terjadi pada Senin (9/12/2019), sehari setelah mereka jalan-jalan di mal. Korban dianiaya saat ibundanya sedang pergi bekerja.


"Ketika pulang ke rumah, besoknya pas orang tua korban tidak di rumah, anak ini dianiaya. Tangannya diikat kemudian dilakukan kekerasan, bahkan mulutnya itu ditutup pake wallpaper," katanya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan bahwa pelaku juga merasa tersinggung dengan ucapan ibunda korban. Sebab sebelumnya, saudara majikannya kehilangan handphone dan pelaku merasa dituduh.

"Padahal majikannya cuma nanya. Kemudian, pelaku ini kan menemani korban sama keluarganya jalan-jalan di mal, nah dia merasa capek karena anaknya lari-larian," tuturnya.

"Besoknya ibunya kerja, pelaku melampiaskannya kepada korban," sambung Arsya.

Atas perbuatannya NV dijerat dengan pasal 44 dan 45 nomor 23 Undang-undang tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan atau pasal 80 nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 335 ayat (1) KUHP.


Diketahui, dalam rekaman video yang tersebar di media sosial, terlihat korban mengenakan kaus warna kuning duduk di atas kasur. Bocah tersebut terlihat menangis terisak. Tangan dan kakinya terikat, yang membuat bocah itu tidak berdaya untuk melakukan perlawanan.

Perempuan yang diduga seorang ART kemudian memarahinya. Tidak lama kemudian, dia membekap wajah bocah tersebut dengan secarik kertas.

Bocah malang itu tampak kesulitan bernapas. Pelaku kemudian melepas kertas itu dan memberikan sedikit lubang pada kertas dengan sebuah gunting, lalu menempelkan kertas itu lagi ke wajah si bocah.

(detik.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel