Kronologis Konflik Eza Gionino yang Berujung Ancaman Pembunuhan Hingga Akan Disantet Penjual Ikan

Infomenia.net -  Eza Gionino ketakutan saat anak dan istrinya diancam akan disantet hingga dibunuh oleh seorang penjual ikan dari Kalimantan bernama Qory Supiandy. Ia pun sampai akan membuat laporan ke polisi.

"Iya sebagai warga negara yang baik karena ada ancaman menyangkut anak dan istrinya, harus membuat laporan ke kepolisian minta perlindungan hukum," kata kuasa hukum Eza Gionino, Henry Indraguna, saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/11/2019).

Sore ini, Eza Gionino akhirnya tiba di Polres Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Tak sendiri, ia datang bersama istrinya, Meiza Aulia Coritha dan anaknya.

"Saya mau buat laporan atas ancaman pembunuhan untuk istri dan anak saya yang sudah dilakukan oleh Qory Supiandy aka Muhammad Fatar. Karena dia bukan hanya penipuan terhadap saya tapi dia juga melakukan pengancaman," ujar Eza Gionino secara terpisah.

Dari awal yang saya harapkan adalah tanggung jawab dari dia, tapi yang dia lakukan hanya mengancam anak saya. Dia mengancam anak dan mau bikin anak saya berdarah-darah. Itu yang buat saya ada di sini sekarang," tutup pria 29 tahun itu.


Kronologis Konflik Eza Gionino yang Berujung Ancaman Pembunuhan


Transaksi Eza Gionino dengan penjual ikan asal Kalimantan berujung konflik. Ayah satu anak itu bahkan menerima ancaman pembunuhan dari sang pedagang.

Awalnya, Eza Gionino bermaksud membeli ikan arwana pada seorang teman. Dari situlah drama mengejutkan itu dimulai.

"Jadi Eza itu kronologisnya itu dia kan ada beli ikan Arwana sama seseorang. Terus seseorang itu mengenalkan lagi sama seseoranglah yang kalau nggak salah ada di Pontianak ya," ujar pengacara Eza Gionino, Henry Indraguna kepada detikcom, Sabtu (16/11/2019).

Eza Gionino dan pedagang itu kemudian mencapai kesepakatan. Namun, hal tak terduga terjadi. Ikan yang dimaksud Eza Gionino tak kunjung datang, justru ikan yang lain yang diterimanya.

"Setelah itu kan dikasih gambar Arwana yang dimaksud. Lalu Eza menyetujui. Barangnya dikirimlah ke Jakarta, ke rumahnya dia," sambungnya lagi.



"Terus sesampainya di rumah Eza ternyata berbedalah barangnya dengan apa yang diinginkan. Dari warna, bentuk muka dan mulutnya berbedalah. Dan itu pun sudah diakui oleh pelaku," ungkap Henry Indraguna.

Lantaran tak sesuai harapan, Eza Gionino meminta pedagang tersebut untuk menukar barangnya dengan yang sesuai pesanan. Namun tiba-tiba, pedangan itu tersinggung hingga melontarkan ancaman.

"Singkat cerita si Eza itu minta ditukar dengan ordernya. Kemungkinan dipersulit. Ntah bagaimana si penjualnya itu mengancam-ancam Eza akan membunuh," tutup Henry Indraguna.

Siang ini, Eza Gionino rencananya akan melaporkan pedagang tersebut ke polisi. Hal ini merupakan langkah nyata Eza untuk melindungi dirinya dan keluarga.(detik.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...