Nyesek! Keluarga Cerita Detik-detik Sebelum PNS di Palembang Dibunuh dan Dicor


Infomenia.net -  Korban pembunuhan sadis PNS, Aprianita (51), yang mayatnya dicor semen telah dimakamkan. Keluarga Aprianita membeberkan detik-detik sebelum terjadinya pembunuhan.

Adik kandung korban, Fetty Mardhiana, mengaku sempat berkomunikasi lewat seluler. Saat itu korban menyampaikan ingin bercerita masalahnya, namun tak kesampaian.

"Pukul 19.00 WIB Yuk Nita menghubungi aku, bilang ada yang mau diceritakan ke aku," terang Fetty ditemui di rumah duka di Jalan Angkatan 45 Palembang, Sabtu (26/10/2019).



Dikatakan Fetty, saat berkomunikasi itu, ia mendengar ada suara beberapa pria. Diduga kuat saat itu sang kakak sudah berada di mobil bersama pelaku.

"Iya suara ramai di mobil, suara laki-laki. Mungkin takut didengar, ya sudah nanti dihubungi lagi dan telepon itu ditutup," kata Fetty.

Mendengar nada sang kakak gelisah, ia pun coba menghubungi korban sekitar 15 menit kemudian. Tapi seluler korban sudah tidak lagi aktif dan tidak lagi bisa dihubungi.


"15 menit setelah itu aku coba hubungi lagi, udah tidak aktif. Dicoba terus dan memang nggak aktif lagi, aku panik ya. Sampai besoknya tidak ada kabar lagi," kata Fetty berkaca-kaca.

Diakui Fetty, korban pernah mengajak dirinya bisnis jual-beli mobil. Tetapi ia mengingatkan untuk waspada terkait maraknya kasus penipuan.

Terakhir, korban diketahui tetap lanjut bisnis bersama Yudi. Tercatat dalam buku tabungan hampir Rp 200 jutaan dana ditarik, termasuk dana pinjaman.


"Buku tabungan kalau dihitung hampir Rp 200 juta ada ditarik bertahap. Mulai dari Rp 100 juta, Rp 45 juta, dan ada Rp 50 juta. Itu ada uang pinjaman," tegas Fetty.

Yudi merupakan salah satu pelaku yang ditangkap bersama Iyas. Yudi ditangkap dan disebut sebagai otak pelaku dalam kasus tersebut.

Aprianita dimakamkan setelah dokter forensik RS Bhayangkara melakukan autopsi. Nita ditemukan tewas dicor di TPU Kandang Kawat, Palembang pada Jumat (25/10) sore.(detik.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...