VIDEO: Detik-detik Aulia Pantau Rumah Terbakar, Pastikan Mayat Suami dan Anak Tirinya Tak Diketahui Petugas


Infomenia.net - Aulia Kesuma (45), otak pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya, diketahui sempat memantau rumah mereka di Jalan Lebak Bulus 1, Kav 129, Blok U Nomor 15, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, saat kebakaran yang mereka rencanakan terjadi di sana, Sabtu (24/8/2019) malam.

Namun Aulia harus kecewa karena kebakaran hanya terjadi di lantai dua rumah dan tidak membakar seluruh bagian rumah.


Karenanya jenasah kedua korban yakni Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M Adi Pradana alias Dana (23), yang ada di garasi di samping mobil tidak terbakar dan tetap tersimpan di sana.



Kedua korban sebelumnya telah dihabisi Aulia bersama anaknya Kelvin (25) dan dibantu dua orang bayaran yakni AG alias Agus dan SG alias Sugeng dengan cara dibekap setelah sebelumnya diberi obat tidur dalam jus tomat dan miras, malam sebelumnya.

Karenanya kedatangan Aulia ke rumah itu sekaligus untuk memastikan bahwa keberadaan jenasah kedua korban tidak diketahui petugas pemadam dan polisi.

Hal itu terungkap dalam adegan rekonstruksi yang diperagakan Aulia di rumah korban di Jalan Lebak Bulus 1, Kamis (5/9/2019) malam.

Adegan di awali saat Aulia datang di depan gerbang rumah dan bertemu tetangganya Atit yang memberitahu rumah terbakar. Saat itu api di lantai dua sudah berhasil dipadamkan petugas.

"Saya lalu masuk ke halaman rumah, ditemani polisi," kata Aulia saat rekonstruksi.

"Tapi katanya mengunci pagar?," kata petugas.

"Iya, saya masuk dulu sampai depan halaman, liat sebentar sama polisi," kata Aulia meluruskan adegan.


"Setelah itu kami keluar dan yang mengunci gerbang juga polisi," kata Aulia.

Aulia memastikan bahwa jenasah kedua korban di garasi di samping mobil tidak diketahui oleh petugas pemadam dan polisi. Sebab petugas fokus pada titik kebakaran di lantai dua rumah dan masuk lewat pintu depan rumah.

Karena itulah, keesokannya Aulia bersama analnya Kelvin membawa dua jenasah ke Cidahu, Sukabumi, keesokan harinya atau Minggu (25/8/2019).


Gagalnya rencana membakar rumah secara keseluruhan diketahui setelah satu dari dua orang eksekutor yang membantu Aulia Kesuma membunuh suami dan anak tirinya, yakni Sugeng alias SG, tenyata sempat tak tega saat mereka hendak membakar rumah korban dengan rangkaian komponen obat nyamuk.

Saat itu kedua korban sudah tewas dibekap oleh keempat tersangka yakni Aulia dan anaknya Kelvin yang dibantu AG dan SG.

Mereka kemudian meletakkan kedua jenasah korban di samping mobil di garasi rumah. Lalu AG dan SG membuat tiga komponen rangkaian obat nyamuk dengan korek dan handuk yang dibubuhi bensin, untuk memicu kebakaran.

Direncanakan kebakaran akan terjadi 12 jam kemudian atau Sabtu (24/8/2019) malam.

Tiga komponen rangkaian pemicu kebakaran itu satu rangkaian diletakkan di garasi di dekat jenasah, satu rangkaian di kamar Dana di lantai dua, dan satu rangkaian di kamar Edi.

Dalam rekonstruksi di rumah korban di Jalan Lebak Bulus 1, Kav 129, Blok U Nomor 15, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, terungkap bahwa SG mematikan obat nyamuk yang dibakar dengan ludah di dua rangkaian, yakni yang diletakkan di garasi dan di kamar Edi.

"Saya matikan dengan ludah karena tak tega," kata Sugeng dalam rekonstruksi, Kamis malam.

Ia merasa telah kejam membunuh kedua korban dengan dibekap, sehingga tak mau membakar kedua korban.

"Jadi hanya yang dikamar di lantai atas yang dibiarkan menyala obat nyamuknya, ya" kata petugas disambut jawaban iya dari Sugeng.

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi mengatakan merek berencana membakar rumah, sehingga nantinya seolah-olah kedua korban meninggal karena rumah terbakar.


"Maka dibuatlah tiga komponen pembakar dengan obat nyamuk spiral, ada korek, ada kain yang dibubuhi bensin. Satu buah obat nyamuk diletakkan di kamar DN di lantai dua, satu buah di garasi, dan satu di kamar korban ED," papar Suyudi.

Kedua korban kata Suyudi kemudian diangkut ke garasi dan dimasukkan dalam mobil Calya.

"Kedua mayat ditaruh di samping mobil. Obat nyamuk di sana lalu dinyalakan oleh saudara Kelvin dan SG. Diperkirakan dalam 12 jam api dari obat nyamuk membakar korek api dan menyambar kain dibubuhi bensin, sehingga kebakaran terjadi," kata Suyudi.

Namun, saat dibakar, katanya SG berubah pikiran dan timbul rasa ketidaktegaan. "Sehingga api di obat nyamuk di garasi dimatikan, dan di ruangan Edi juga dimatikan, pakai ludah. Jadi hanya obat nyamuk di lantai atas di kamar DN yang terbakar. Setelah selesai, keempat tersangma keluar dari rumah," kata Suyudi.

Setelah itu, tersangka SG dan AG diantar ke SPBU Cirendeu oleh Kelvin, untuk kembali ke Lampung. "SG dan SG diberi uang Rp 10 Juta. Namun masing-masing dijanjikan akan diberi uang Rp 200 Juta oleh AK," katanya.

Sementara saat itu, kata Suyudi, Kelvin dan Aulia kembali ke apartemen di Kalibata City di tower Mawar.

Rekonstruksi pembunuhan ayah dan anak, yakni Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M Adi Pradana alias Dana (23), yang jenazahnya ditemukan terbakar dalam mobil di Cidahu, Sukabumi, Minggu (25/8/2019) lalu, mulai digelar di rumah korban di Jalan Lebak Bulus 1, Kav 129, Blok U Nomor 15, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (5/9/2019) sore sekira pukul 17.30.

Ketiga tersangka yakni Aulia Kesuma (45) istri korban Edi, serta dua orang eksekutor yang membantunya yakni AG dan SG hadir dan tiba di halaman rumah sekitar pukul 17.30.

Ketiganya mengenakan baju tahanan warna oranye.

Untuk tersangka Kelvin (25) alias KV yang merupakan anak Aulia, diperagakan oleh petugas kepolisian. Sebab Kelvin masih dirawat di RS Polri, Kramatjati, karena luka bakar yang dideritanya saat membakar kedua korban di dalam mobil di Sukabumi.


Aulia Kesuma, otak pembunuhan dalam kasus ini tampak tenang menjalani rekonstruksi tiap adegan.



Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul VIDEO: Aulia Pantau Rumah Terbakar dan Pastikan Mayat Suami dan Anak Tirinya Tak Diketahui Petugas,

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...