Aulia Kusuma Mengaku Terinspirasi dari Sinetron saat Bakar Suami dan Anak Tiri, Ini Tanggapan KPI


Infomenia.net - Pelaku pembunuhan suami dan anak tiri, Aulia Kusuma (AK), mengaku pembunuhan tersebut terinspirasi dari sinetron.

Pembunuhan tersebut berawal ketika Aulia merasa sakit hati kepada Edi.

Aulia berharap, rumah yang berada di kawasan Lebak Bulus dijual untuk melunasi utangnya.


Hal tersebut kemudian ditanggapi oleh Koordinator Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat bidang pengawasan isi siaran, Mimah Susanti.

Mimah mengatakan pihaknya perlu informasi lebih jauh terkait sinetron mana yang dimaksud tersangka hingga menginspirasinya untuk melakukan pembunuhan.

"Kan itu kan kalau sinetron secara umum kan apakah semuanya itu mengandung unsur kekerasan yang akhirnya dia misalnya (membunuh) itu kan tidak isa digenalisir," ujar Mimah, dikutip Kompas.com, Rabu (4/9/2019).

Menurut Mimah, penayangan sinetron di televisi ada dua pihak yang melakukan pengawasan, yaitu KPI dan Lembaga Sensor Film (LSF).

Apabila suatu tayangan mengandung unsur kekerasan, maka dua pihak ini yang akan melakukan tindakan.


Selain itu, Mimah menambahkan bahwa KPI selalu melakukan pemantauan untuk memastikan suatu konten layak tayang di televisi Indonesia.

KPI juga menerima aduan dari masyarakat terkait konten-konten yang melanggar.

Pelaku pembunuhan suami dan anak tiri, Aulia Kusuma, mengaku pembunuhan tersebut terinspirasi dari sinetron. Hal tersebut kemudian ditanggapi oleh KPI
"Nah dari data atau temuan itu akan ada proses kajian, analisa selanjutnya yang mana yang diduga melanggar," jelas Mimah, dikutip dari Kompas.com.

"Apakah dalam bentuk gambarnya, kata-katanya, nanti kan kita lihat tayangannya dulu," tambahnya.

Mimah menyebutkan KPI akan memberikan sanksi untuk penanggung jawab siaran konten-konten yang melanggar.

Sebelumnya, diberitakan bahwa duduk perkara istri muda AK tega bunuh suami dan anak tirinya ini didasarkan masalah utang AK yang menumpuk.

Niat pembunuhan yang dimotori AK ini bermula dari masalah finansial yang dia hadapi.

AK memiliki utang sebanyak Rp 10 miliar.

Lebih lanjut AK mengaku lega dan sempat ucapkan 'Alhamdulillah' setelah habisi nyawa Edi dan Dana.

Aulia mengaku sempat merasa stres dan berencana bunuh diri karena harus membayar cicilan tersebut.


Ia memberanikan diri untuk meminta suaminya, Edi, menjual rumahnya di kawasan Lebak Bulus.

Nantinya, uang hasil penjualan rumah itu akan digunakan untuk membayar utang. Kendati demikian, permintaan Aulia itu ditolak oleh Edi.(Tribunnews.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...