Tragedi Siswa SMA Taruna Palembang: Diantar MOS, Pulang Tinggal Nama


Infomenia.net -  Nasib tragis menimpa siswa SMA Taruna Indonesia, Delwyn Berli (14) saat mengikuti MOS sekolah. Dia diantar ke sekolah dan pulang dalam kondisi meninggal dunia.

Dari informasi yang dirangkum detikcom, korban diantar ibu kandungnya ikut MOS, Sabtu (6/7) lalu ke sekolah. Keluarga pun berharap korban memiliki mental seperti sang ayah yakni pelayar.

"Diantar Sabtu lalu untuk mengikut MOS, dia bilang masuk Taruna pengin seperti ayahnya. Kan ayahnya di pelayaran," ujar paman korban, Herman ketika ditemui di RS Bhayangkara, Sabtu (13/7/2019).


Harman tidak menyebutkan secara perinci di mana ayah korban bertugas. Namun masuk SMA Taruna memang sudah jadi keinginan korban sejak masih di SMP 1 Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI).

"Keinginan dia (Delwyn) masuk Taruna. Jadi memang sekolah bilang ikut MOS selama satu minggu, hari ini seharusnya dijemput," kata Herman.

Herman menyebut fisik keponakannya itu sangat baik. Bahkan sebelum MOS, korban sempat menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan sehat.

Selain itu, korban disebut sangat aktif semasa duduk masih di SMP. Bahkan, prestasinya ketika mengikuti kegiatan Pramuka dan bela diri pencak silat tak perlu diragukan lagi. 

"Orangnya aktif di sekolah, prestasinya banyak. Aktif Pramuka dan bela diri ya. Jadi kalau dibilang dia lemah itu nggak mungkin, makanya kami kaget" imbuh Herman.

Baca juga: SMA Taruna Palembang Sebut Siswa yang Tewas Saat MOS Sempat Alami Kejang

Lebih lanjut, keluarga baru mengetahui korban tewas saat Kepala Sekolah SMA Taruna, Tarmizi menghubungi orang tua korban, Sabtu (13/7) Pukul 04.00 WIB dini hari. Padahal orang tua korban, satu hari sebelumnya sempat menghubungi pihak sekolah karena ada firasat buruk.

"Sempat dihubungi, tapi yang ngangkat staf sekolah. Katanya suruh hari ini aja langsung jemput karena ini kan terakhir MOS. Nggak nyangka kalau jemputnya dalam kondisi meninggal begini," imbuh Herman.

Ibu kandung korban yang tidak terima, langsung melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian. Dalam laporannya itu, keluarga menduga korban tewas akibat penganiayaan. Bahkan ada luka memar di tubuh korban.


Sementara dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel melalui dr Indra Sakti Nasution menyebut banyak luka di tubuh korban. Indra menyebut otopsi dilakukan sesuai permintaan pihak keluarga.

"Saya tidak hitung pasti jumlahnya, tapi lumayan banyak luka di tubuh si korban. Ada luka lebam di kepala, dada sama di kaki," ujar Indra ditemui wartawan di RS Bhayangkara, Sabtu (13/7/2019).

Selain pemeriksaan luar, tim juga turut memeriksa tubuh di bagian dalam dan hasilnya ada pendarahan. Pendarahan akibat adanya benturan keras di bagian kepala dan dada.

"Ada resapan darah di bagian kepala dan dada, seperti ada darah (gumpalan) atau benturan keras di situ (kepala)," katanya.(detik.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...