Polisi Sebut ABG yang Mau Loncat di JPO Margonda Diperkosa Sopir Angkot Saat Lagi Haid


Infomenia.net - ABG putri berinisial AF (17) diperkosa oleh sopir angkot di Depok, Jawa Barat. Korban diperkosa dalam keadaan sedang datang bulan.

"Korban dalam keadaan menstruasi, setelah itu keluar darah," kata Wakapolresta Depok AKBP Arya Perdana kepada wartawan di Mapolresta Depok, Jalan Margonda, Depok, Selasa (16/7/2019).

Salah satu tersangka, Ari, yang mengetahui korban sedang datang bulan, kemudian menyuruh korban membeli pembalut. Pada saat itulah, korban pergi ke JPO Margonda dan hendak bunuh diri dengan cara loncat dari atas JPO Margonda.

"Korban lalu membeli pembalut ke warung, langsung melarikan diri," katanya.


Peristiwa itu terjadi pada Rabu (10/7) pagi. Sebelumnya, korban dicekoki sabu oleh dua tersangka di kontrakan tersangka Sobar yang terletak di depan Stasiun Depok Baru, Pancoran Mas, Depok, pada Selasa (9/7) malam.

"Setelah ditanyakan, ternyata korban ini dipaksa dua tersangka menggunakan sabu," imbuhnya.

Kedua tersangka memaksa korban memakai sabu dengan ancaman ibu korban akan dilukai.

"Mereka mengancam akan melukai korban, setelah itu korban terpaksa mau (nyabu). Setelah itu, korban sudah tidak punya kendali langsung diperkosa," tuturnya.

Kedua pelaku bernama Sobar dan Ari ditangkap polisi pada Jumat (12/7) malam. Saat ini keduanya ditahan dengan Pasal 28 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Balada ABG Diperkosa lalu Hendak Bunuh Diri di Margonda


Aksi percobaan bunuh diri ABG AF (17) di jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Margonda, Depok, menghebohkan warga. AF berteriak histeris dan hendak melompat dari atas jembatan.

Peristiwa menghebohkan itu terjadi pada Rabu 10 Juli pagi lalu. Beruntung aksi AF ini berhasil dicegah oleh petugas Satpol PP Kota Depok dan polisi.

Usut punya usut, AF saat itu sedang terpengaruh narkotika. Dia juga mengaku habis diperkosa bergilir oleh sejumlah pria.

Menindak lanjuti informasi korban ini, Satreskrim Polresta Depok kemudian melakukan penyelidikan. Hingga pada Jumat (12/7) malam polisi menangkap dua orang pelaku.

"Pelaku sudah diamankan, ada dua orang yang diamankan," kata Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (15/7/2019).



Kedua pelaku yakni Muhamad Sobar (20) dan Ari Saputra (25). Pelaku Ari Saputra merupakan seorang sopir angkot 111 (Terminal Depok-Kampung Rambutan).

Kedua pelaku ditangkap pada Jumat (12/7) malam. Pelaku Sobar ditangkap di rumah kontrakannya yang terletak di depan Stasiun Depok Baru, sedangkan Ari ditangkap saat sedang narik angkot.

Bermula ketika pada Selasa (9/7) malam korban dipaksa oleh tersangka Sobar untuk mengisap sabu bersamanya. Sobar juga mengancam akan menganiaya ibu korban jika tidak menuruti perintahnya.


Dengan sangat terpaksa, korban kemudian mengisap sabu hingga teler. Kejadian itu berlangsung di rumah kontrakan Sobar di Gang Mujar, Pancoranmas.

Setelah itu, Sobar kemudian memperkosanya. Hingga akhirnya pada Rabu (10/7) sekitar pukul 07.00 WIB, datang tersangka Ari.

"Tersangka Ari datang ke kontrakan tersangka Sobar di depan Stasiun Depok Baru untuk minta sabu dan sempat nyabu juga di situ," katanya.

Tidak hanya itu, tersangka Ari juga ikut mencabuli korban. Namun sekitar pukul 09.00 WIB, Ari meminta korban untuk pergi membeli pembalut.


"Karena tersangka Ari melihat korban sedang menstruasi dan meminta korban untuk beli pembalut kemudian korban pun pergi untuk membeli pembalut," lanjutnya.

Pada saat itulah, korban yang masih belum sadar dari pengaruh sabu kemudian pergi ke JPO. Di situ dia berteriak hingga diamankan oleh petugas Satpol PP.



Petugas Satpol PP kemudian membawanya ke Polres Depok. Di Polres Depok, korban menceritakan kejadian yang dialaminya. 

Setelah itu, polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap kedua pelaku. Polisi juga melakukan tes urine kepada korban dan kedua pelaku.

Hasil pemeriksaan diketahui urine korban positif mengandung zak amphetamine dan methampetamine. Begitu juga dengan kedua pelaku, sama-sama positif methampetamine dan amphetamine.

"Untuk kasus narkoba diserahkan ke Satua Narkoba untuk penyelidikan lebih lanjut," imbuhnya.

Saat ini kedua pelaku ditahan di Polresta Depok. Keduanya dijerat dengan Pasal 286 KUHP.(detik.com)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...