Fenomena Kost Drive Thru di Blitar yang Jadi Sarana Mesum Para Pelajar Berawal Dari Temuan Kondom Bekas Berserakan


Infomenia.net - araknya kost drive thru tahun 2017 di Blitar kembali muncul. Kost drive thru merupakan istilah bagi rumah kost yang disewakan per jam. Dengan tarif murah, tempat ini disalahgunakan para pelajar untuk lebih leluasa melakukan pergaulan bebas.

Penemuan itu setelah polisi menggerebek rumah kost drive thru di Kelurahan Bajang, Kabupaten Blitar. Tiga pasang remaja diamankan saat sedang berbuat mesum. Lima di antaranya masih berstatus pelajar. 

"Mereka bukan penghuni kost di situ. Untuk apa menginap hanya beberapa jam, kalau tidak untuk berbuat begitu," kata Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Sodik Effendi kepada detikcom saat dikonfirmasi, Senin (22/7/2019).

Dugaan ini menguat saat dijumpai banyak kondom bekas dan tisue berceceran di mana-mana. Baik di dalam kamar, maupun di bawah jendela tiap kamar. 


"Sepertinya habis dipakai langsung dibuang seenaknya. Ini berserakan dan ada di mana-mana. Yang banyak, ditemukan bercampur tisu bekas, termasuk botol-botol bekas air mineral, juga dibuang di mana-mana," ungkapnya.

Akhirnya pada Kamis (18/7/2019) sore, polisi bersama warga mendatangi rumah besar itu. Di dalam rumah besar itu, polisi melihat empat ruangan disekat ala kadarnya memakai triplek.

"Kami bersama warga sekitar pukul 15.30 WIB mendatangi rumah itu. Dan ternyata benar dugaan warga. Kami temukan tiga pasangan sedang berbuat mesum di tiga kamar berlainan," tambah kasatreskrim.

Fakta jika kost drive thru ini disewakan per tiga jam, juga tampak dari daftar harga yang ditempelkan di pintu kamar. Dengan lama sewa tiga jam, tarif tiap kamar berbeda-beda. Yakni, tipe C Rp 20.000, tipe C1 Rp 30.000, tipe B1 Rp 40.000, tipe A Rp 50.000. 


Besaran tarif kost drive thru ini berlaku setiap hari Senin sampai Jumat. Khusus untuk hari Sabtu dan Minggu, tarifnya naik Rp 10.000 tiap kamar sesuai dengan tipenya. 

Yang membedakan tarif adalah fasilitasnya. Di antaranya, jika tanpa fasilitas kipas angin tarifnya Rp 20.000/tiga jam. Sedangkan yang ada fasilitas kipas angin dan kamar mandi dalam, tarifnya Rp 50.000 sampai Rp 60.000/tiga jam. 

"Siang malam ramai anak-anak muda pasangan gitu. Kami belum menemukan yang pakai seragam, tapi kalau dilihat masih kecil-kecil. Mungkin pelajar SMA ya," kata pemuda setempat yang ikut menggerebek, Nova Arimbawan kepada detikcom saat dikonfirmasi.

Polisi kemudian mengamankan wanita berinisial ED (68) yang menyewa rumah itu, dari pemilik aslinya Lukito. ED warga Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar.


"ED ini perempuan berusia 68 tahun. Warga Selopuro ini menyewa rumah milik Lukito. Lalu sama ED, empat kamar di rumah itu disewakan sebagai penginapan tapi tarifnya jam-jaman. Per tiga jam itu Rp 50 ribu," terang Sodik. 


Satpol PP Pemkab Blitar mengaku sidak kerap dilakukan di rumah tersebut. Namun tetap saja ditemukan pasangan tidak sah berbuat mesum di kamarnya. 

Namun untuk kost drive thru, Satpol PP mengaku baru kali ini mendapat informasinya dari media. Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Pemkab Blitar, Ruslan, kasus ini menyalahgunakan rumah yang disewakan. 

"Ini kan sebenarnya rumah yang disewakan to. Sama penyewanya saja yang disalahgunakan. Sekarang kan sudah diurusi polisi," kata Ruslan saat dikonfirmasi detikcom


Seakan menampar dunia pendidikan kasus kost drive thru ini, kantor Cabang Dinas Pendidikan Blitar mengaku penanganannya diserahkan sekolah masing-masing.

"Kami belum menerima laporan dari sekolah yang bersangkutan. Malah tahunya baca media. Tapi untuk penanganannya, kami serahkan dulu ke kebijakan sekolahnya masing-masing," kata Koordinator Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Blitar, Karno, saat dikonfirmasi detikcom

Kasatpol PP Kabupaten Blitar Suyanto menyatakan, pihaknya kerap menegakkan perda yang mengatur masalah itu. 

"Ya itu kasusnya kan sudah ditangani polisi. Kalau kami ya sering menemukan di penginapan seperti itu. Ya kami tertibkan," pungkasnya menutup telpon tanpa menjelaskan lebih detail.


Ditemukan Kondom Bekas Berserakan di Kost Drive Thru Blitar


Polisi juga menemukan kondom bekas dan tisu berceceran di rumah yang dijadikan kost drive thru Blitar. Polisi menggerebek rumah kost di Lingkungan Keningaran RT 01/03 Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun. 

Tiga pasang remaja diamankan saat sedang berbuat mesum. Lima di antaranya masih berstatus pelajar. Mereka menginap di rumah kost drive thru. Istilah bagi rumah kost yang disewakan per jam.

Kasus ini mengingatkan maraknya kost drive thru yang ditemukan petugas gabungan di beberapa rumah kost di Kota Blitar, 2017 silam. Dengan tarif murah, tempat ini menyasar kaum pelajar untuk lebih leluasa melakukan pergaulan bebas. 


"Mereka bukan penghuni kost di situ. Untuk apa menginap hanya beberapa jam, kalau tidak untuk berbuat begitu," kata Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Sodik Effendi kepada detikcom saat dikonfirmasu, Senin (22/7/2019).

Dugaan ini menguat saat dijumpai banyak kondom bekas dan tisue berceceran di mana-mana. Baik di dalam kamar, maupun di bawah jendela tiap kamar. 

"Sepertinya habis dipakai langsung dibuang seenaknya. Ini berserakan dan ada di mana-mana. Yang banyak, ditemukan bercampur tisu bekas, termasuk botol-botol bekas air mineral, juga dibuang di mana-mana," ungkapnya.

Kondom bekas dan tisu berserakan ditemukan/Kondom bekas dan tisu berserakan ditemukan/ Foto: Erliana Riady


Rumah besar ini diketahui disewa perempuan berusia 68 tahun. Inisialnya ED, warga Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar. Di dalam rumah besar itu, polisi melihat empat ruangan disekat ala kadarnya memakai triplek. 

Akhirnya pada Kamis (18/7/2019) sore, polisi bersama warga ke sebuah rumah yang diduga disewakan sebagai tempat berbuat mesum, yang dikenal kost drive thru. 

"Kami bersama warga sekitar pukul 15.30 wib mendatangi rumah. Alamatnya di Lingkungan Keningaran Rt.01/03 Kelurahan Bajang Kecamatan Talun. Dan ternyata benar dugaan warga. Kami temukan tiga pasangan sedang berbuat mesum di tiga kamar berlainan," kata Kasatreskrim Polres Blitar AKP Sodik Effendi.


Polisi kemudian mengamankan ketiga pelajar putri. Masing-masing Y, V dan P semuanya masih di bawah umur. Dan dua pelajar di bawah umur masing-masing W dan I. Serta seorang pria dewasa berinisial D. Dua pasangan ini merupakan warga Kota Blitar, dan yang satu pasang adalah warga Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. 

"Keterangan yang kami dapat, rumah ini disewakan per jam sudah selama satu tahun ini. Kebanyakan yang sewa pelajar, sesuai dengan kantongnya tarifnya," pungkasnya.


Pelajar yang Digerebek di Kost Drive Thru Diserahkan ke Sekolahnya


Penggerebekan lima pelajar SMK di kost drive thru, seakan menampar dunia pendidikan. Untuk penanganannya, kantor Cabang Dinas Pendidikan Blitar menyerahkan sepenuhnya pada kebijakan sekolah masing-masing. 

Sebelumnya, lima pelajar masih duduk di bangku SMK di Blitar digerebek di kost drive thru. Mereka terdiri tiga siswi dan dua siswa. Mereka diamankan bersama pasangannya masing-masing saat berbuat mesum di kost drive thru. 

"Kami belum menerima laporan dari sekolah yang bersangkutan. Malah tahunya baca media. Tapi untuk penanganannya, kami serahkan dulu ke kebijakan sekolahnya masing-masing," kata Koordinator Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Blitar, Karno, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (22/7/2019).


Karno menambahkan, jika kepala sekolah sudah tidak mampu menyelesaikan kasus seperti ini, baru diserahkan ke pihak cabang dinas pendidikan. 

Menurut Karno, semua pihak diharapkan berperan dalam pendidikan karakter. Utamanya pihak orang tua dan keluarga yang secara kuantitas lebih banyak bersama keluarga di rumahnya.

"Kalau itu kejadian di sekolah, ya sekolah harus memberi punishment. Tapi kalau kejadian di luar sekolah, ya orang tua dipanggil. Kalau sekolah sudah tidak mampu mendidik, ya diserahkan kembali ke orang tuanya," jelas Karno. 


Menurut Karno, biasanya kasus yang melibatkan pelajar di luar zona sekolah, pihak sekolah tidak diberitahu. Sehingga, penyelesaian kasus langsung melibatkan orang tua. Memang seperti itulah kemarin penanganan polisi terhadap lima pelajar yang digerebek di rumah kost drive thru itu. 

"Kami panggil semua orang tuanya. Kami minta membuat surat pernyataan tidak akan mengulang. Tapi untuk satu pelajar yang pacaran sama orang dewasa, kami pelajari lagi apakah ada unsur pencabulan terhadap anak di bawah umur," kata Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Sodik Effendi. 

Hingga kini kepala sekolah pelajar SMK tersebut, belum ada yang bisa dikonfirmasi.(detik.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...