Soal Banjir, Anies Salahkan LRT. Tiga Menteri Jokowi Pepet Anies, Dua Menteri Minta Jangan Salahkan LRT!

3 Menteri Jokowi Pepet Anies, Dua Menteri Minta Jangan Salahkan LRT!


Infomenia.net - Anies terbukti pecatan menteri yang sampai saat ini tak bisa mengikuti irama kerja para menteri dalam kabinet Pak Jokowi. Bukti kualitas dirinya tak becus selama menteri makin terbukti saat jadi Gubernur DKI.

Jadi Pak Jokowi itu bersama menteri selalu kordinasi dan kerja nyata eh ketahuan kualitas si Anies yang irama dan mutu kerjanya masih tak becus. Anies langsung dipepet oleh dua menteri Jokowi, kalau ditambah soal banjir sampai tiga Menteri!

Mulai dari Menteri PUPR Pak Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman yaitu Luhut Panjaitan. Dari 3 Menteri dibuat geleng kepala melihat cara kerjanya yang hanya eksis dan pencitraan yang hakiki. Akhirnya nggak tahan, mereka mulai menyentil dan mendamprat maha benar Gabener.

Terkini, yaitu hari ini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mempertanyakan pernyataan asal bacot si Anies Baswedan yang menuding LRT Jabodebek sebagai biang kerok banjir.

Catat, bukan kali ini saja Anies menu
ding proyek infrastruktur itu sebagai penyebab banjir Jakarta. Baru terpilih jadi Gubernur saja Anies sudah berkoar demikian. Jadi kalau ngebacot lagi bahwa penyebab banjir itu adalah proyek infrastruktur, itu nmah lagu lama yang sudah basi.

Tapi kalau infrastruktur sudah jadi, dialah yang demen selfie, pamer di medsosnya soal pembangunan transportasi itu. Jawara pencitraan yang hakiki tapi kerja nomor buntut!

Karena menuding-nuding penyebab banjir itu LRT, si Luhut bertanya balik, di mana penyebabnya.

"Kan sudah tanya, kita tanya di mananya yang membuat itu jadi banjir. Di mananya, nggak bisa dijawab," kata Luhut di Kantor Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Senin (8/4/2019).

Luhut mengatakan, setiap pembangunan tentu telah dikoordinasikan. Salah satunya mengenai pembangunan Stasiun Dukuh Atas yang hingga kini belum terbangun. Luhut menambahkan, terpenting dari masalah ini ialah tidak saling menyalahkan. Jika ada masalah, menurutnya, lebih baik bertemu.

Nah, terkuak lagi Anies sendiri tak mengkordinasikan pembangunan LRT Stasiun Dukuh Atas. Padahal waktu lalu si JK sudah memberi instruksi ke Anies untuk membenahi transportasi Jakarta. Hadeuh, mangkrak lagi. Untung LRT dan MRT waktu pembangunan awal bukan di zaman Anies!

"Semua dikoordinasikan, beginilah sekarang membangun Stasiun Dukuh Atas, itu udah dua bulan kita studi DKI sampai hari ini belum dibangun. Saya nggak mau saling salah-menyalahkan. Kita lihat dong, kita kerjain nggak bidang kita masing-masing," ujarnya.

Tuh, dua bulan sudah studi oleh DKI kagak dibangun juga. Parah emang si Gabener tata kata dan ahli gagasan doang. Kagak bakal eksekusi. Butuh pemimpin sekelas Jokowi-Ahok!

"Jangan nyalahin orang. Kerjain nggak bidang masing-masing. Kalau ada masalah ketemu, nggak usah di publik," tambahnya.

Sentilan sebelumnya datang dari Menteri Perhubungan. Pak Budi Karya Sumadi meminta Anies Baswedan meneliti lebih jauh ihwal ucapannya bahwa banjir di Jakarta karena pembangunan LRT. Dia meminta data agar valid, jangan cuma asbun.

"Saya meminta pak Gubernur meneliti lebih jauh. Kalau mengeluarkan statement itu kan (perlu) ada buktinya," kata Budi Karya Sumadi di kantor IPC 2 Tanjung Priok, Jakarta, Ahad, 7 April 2019.


Menurut hemat Kemenhub, perencanaan pembangunan LRT itu sudah dilakukan baik, beserta dengan penentuan titik lokasi yang baik. "Jadi kalau kita menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan data, itu kan kurang baik. Bagi saya itu akan kami klarifikasi," ujar dia.

Nah, sudah dilakukan kajian, studi kok asal ngoceh saja. Begitulah kualitas manusia yang satu ini yang asal bunyi tanpa kajian yang jelas dan analisis yang bisa dipertanggungjawabkan.

Lalu Menteri PUPR yaitu Pak Basuki, beliau jarang ngomong. Dia menyentil sudha dua tahun tak ada normalisasi sungai di Jakarta karena Anies tak mendukung program ini. Beliau langsung menagih janji penjelasan Anies soal naturalisasi sungai yang kagak ada juntrungnya alais masih ngambang.

Kalau Pak Basuki sudah ngomong berarti beliau sudah nggak tahan melihat wacana dan gagasan doang dari program naturalisasi sungai yang diusung Anies.

Kata Basuki, pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum menjelaskan secara komprehensif soal naturalisasi yang dicetuskan Anies.

"Saya sudah bilang pada Pak Gubernurnya, 'Mas iki (ini) diundang', yang datang stafnya, dia enggak ngerti. Jadi kami mau undang lagi," ujar Basuki, Selasa (19/3/2019).

Menurut Basuki, pihaknya siap menjalankan konsep naturalisasi. Namun, Basuki dan jajaran di Ditjen Sumber Daya Air belum memahami naturalisasi yang dimaksud Anies. Tuh kan?

Menteri Jokowi ini sudah gas poll untuk kerja menggarap naturalisasi tapi dihambat dan penghambat itu datang dari Anies sendiri. SI Pak Basuki sudah ngalah, tidak lagi menagih untuk normalisasi yang memang Anies nggak niat dari awal. Untuk programnya sendiri pun Anies kagak paham!

Jadi pendukung Anies jangan baper tersinggung, emang kualitas kerjanya junjungan Anda hanya segitu, main usung gagasan doang. Soal eksekusi kerja boro-boro, gagasan sendiri juga dia bingung.

Anies memang Gubernur Pengibul, bahkan bukan cuma warga DKI tapi Pak Jokowi dan para menterinya juga dikibulin beliau. Amat dungu kalau ada yang masih memuja dan memuji si Anies ini, dari mananya dia terbukti kerja? Ngoceh dan eksis demi medsosnya nomor satu! Ngebacot dan main ancam doang tapi kerja nyata buat rakyat ternyata o’ong alias omong kosong!

Maka inilah yang harus jadi pembelajaran dalam Pilpres, jangan pilih pemimpin yang kebanyakan janji, kebanyakan main politik identitas, kebanyakan ngoceh karena ketahuan hasilnya omdo maksimal! Pilih pemimpin yang terbukti dan kerja nyata!

#01JOKOWILAGi


(Ronindo/seword.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel