Lembaga Quick Count Buka-Bukaan, BPN Ngeper Ditantang Buka Data Survey

ilustrasi

Infomenia.net
-Tadi siang Persepi (Perhimpunan Survei Opini Publik), yang kebetulan saya menjabat sebagai ketua nya, menyelenggarakan ekspose data Quick Count yang dilakukan oleh anggota-anggota Persepi di hari Pemilu 17 April lalu. Ini semacam kewajiban yang kami tetapkan pada diri kami sendiri terkait transparansi dan edukasi publik.

Tadi hadir wakil-wakil 8 anggota Persepi yang menyelenggarakan quick count dan exit poll tempo hari, juga 2 anggota dewan etik Persepi yaitu Professor Asep Saefuddin Guru Besar Statistik IPB dan Professor Hamdi Muluk Guru Besar UI. Serta hadir Titi Anggraini Direks Perludem yang diundang karena senasib diadukan ke polisi karena dituduh menyebarkan berita bohong melalui quick count. Padahal Titi/Perludem sama sekali tidak menyelenggarakan QC, bingung dia hehe.

Ke 8 lembaga menampilkan semua datanya dari hulu ke hilir, di booth lembaga masing-masing tadi, bisa dilihat dan ditanya.

Ini seperti mengulang episode 2014 dimana Persepi berusaha menjaga integritas akademiknya. Mengingatkan: tahun 2014 ada 10 lembaga menyelenggarakan quick count dan exit poll. 7 diantaranya menyimpulkan Pak Jokowi memenangkan pilpres, dan 3 yang lain menyimpulkan bahwa Pak Prabowo yang menang. Dewan Etik Persepi ketika itu memutuskan untuk menyelenggarakan sidang etik memanggil 10 lembaga itu diaudit, dihadiri media secara terbuka di salah satu ruangan di Hotel Sari Pan Pacific. Dari 10 itu, yang 7 menyatakan Pak Jokowi unggul hadir memenuhi perintah dewan etik dan diaudit, sementara yang 3 yang menyatakan Pak Prabowo unggul tidak mau hadir. Lalu mereka yang tiga itu dipecat dari keanggotaan Persepi.

Tahun 2019 ini, semua lembaga yang selenggarakan QC tidak ada perbedaan, baik mereka yang sering disebut sebagai “terafiliasi” dengan pasangan 01 dan 02, yaitu dari QC yang mereka lakukan disimpulkan 01 unggul. Tahun 2014 TV juga terbelah, tahun 2019 semua menyatakan hal yang sama.

Terimakasih buat yang sudah hadir, kami terkejut karena yang hadir rupanya banyak sekali. Semoga acara Persepi tadi siang bermanfaat untuk membentuk knowledge society.

Sumber : Status Facebook Philip Vermonte

BPN Ngeper Ditantang Buka-Bukaan Data Survey


Kalau saya ngajak orang taruhan, dengan mempertaruhkan karir dan perusahaan saya, itu bukan karena saya sombong, tapi karena saya percaya dengan data yang saya miliki. Hasil survei CN terakhir untuk Jokowi Maruf hanya beda 1% saja dengan hasil Quick Count kami. Bukan soal akurasi itu sih sebenarnya, tapi soal kesimpulan. Sebab survei itu menuntun kita buat bikin kesimpulan. Soal akurasi itu relatif karena setiap survei selalu ada unidentified voters. Besarnya unidentified voters bisa 5%, bisa 10%, bisa juga lebih. Bergantung kecanggihan pollster dalam mengungkap pilihan politik masyarakat.

Ini data quick count masuk 99%. Hasilnya seperti yang ada di foto.

Kenapa saya tantangin taruhan? Karena akhi dan ukhti yang ada di BPN Prabowo yakin Prabowo menang tanpa data, lalu menuding kami macam2 dan mempermainkan data. Asu sih sebenarnya, tapi ya sudahlah. Debat tak akan usai, mending kita taruhan saja untuk menguji keyakinan terhadap data yang kita miliki. Tapi ga ada satu pun BPN Prabowo gang bersedia taruhan dengan saya. Alesannya muter2 ga jelas.

Saya berkarir dan membangun perusahaan berdasarkan integritas dan kepercayaan publik. Dalam usia menuju 9 tahun, CN hari ini adalah salah satu perusahaan Konsultan Politik terbesar di Indonesia. Saya punya 50 karyawan, dan 35 orang di antaranya adalah konsultan2 terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Itu semua karena integritas, dan kepercayaan publik. Kalian juga tahu Anies menang di Pilkada DKI putaran II dari QC yang kami dan Pollster lain bikin akhi. Dan sama sekali ga ada split decision di sana.



Kalau perusahaan yang mudah "dibeli" integritasnya dan suka main2in data, sudah lama tereliminasi dalam percaturan Pollster dan konsultan politik. Kalaupun muncul lagi secara musiman ya pasti karena tak tahu malu atau dengan cara ganti nama.

Hari ini saya super kecewa melihat Prabowo dan ummatnya sampai Ring 100. Bukannya bertambah insyaf, tapi malah bertambah gila, lalu menuding Pollster macem2. Padahal Pollster yang mendukung mereka, Kedai Kopi dan Median, hasil kesimpulan Quick Countnya sama dengan yang lain. Buka saja detik.com dan ada hasilnya masih dipampangin di sana bersama pollster lain. Kalian sok2 ngeledek orang gila boleh mencoblos, lah sendirinya gila. Untung dibolehin nyoblos kemaren kan?

Bangcad banget ga tuh?

Sumber : Status Facebook Hasan Nasbi Batupahat

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...