Fadli Zon Sebut Mahfud MD Ngawur, Dijawab Menyakitkan oleh Yunarto Wijaya. Jlebb!

Hasil gambar untuk yunarto wijaya

Infomenia.net -  Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya memberikan tanggapan atas kicauan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yang menyinggung Mantan Ketua MK Mahfud MD.

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut seperti tampak dalam unggahan di akun Twitter Yunarto, @yunartowijaya, Minggu (28/4/2019).
Fadli Zon dalam kicauannya di akun @fadlizon menyebut bahwa apa yang dibicarakan Fadli Zon makin tak bermutu dan sangat ngawur.
Menanggapi itu, Yunarto meminta agar Fadli Zon menjelaskan terlebih dulu soal sejumlah klaim yang disampaikan kubu 02, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Yunarto meminta agar Fadli mau menjelaskan soal klaim menang real count 62 persen, quick count 52 persen, exit poll 55 persen, dan kemenangan 80 persen.
"Mendingan jelasin dulu real count 62%, quick count 52%, exit poll 55% & menang 80% itu maksudnya gimana?
Kalo gak berarti kubu anda sudah berbohong scr terstruktur, sistematis & massif?" tulis Yunarto.
Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya memberikan tanggapan atas Kicauan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yang menyinggung Mantan Ketua MK Mahfud MD.
Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya memberikan tanggapan atas Kicauan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yang menyinggung Mantan Ketua MK Mahfud MD. (Twitter @yunartowijaya)
Sebagaimana diberitakan TribunWow.com sebelumnya, awalnya Fadli Zon menanggapi pernyataan mantan Ketua MKMahfud MD yang menyinggung soal kemenangan Capres Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019.
DikutipTribunWow.com, tanggapan itu disampaikan Fadli Zon melalui akun Twitter miliknya, @fadlizon, Minggu (28/4/2019).
Mulanya, seorang warganet dengan akun @KingPurwamenautkan cuplikan video pernyataan Mahfud MD saat dalam program acara Metro Pagi Primetime pada Selasa (23/4/2019) lalu.
Dalam video tersebut, Mahfud MD menanggapi soal adanya kecurangan-kecurangan dalam pilpres kali ini.
Mahfud MD juga menyampaikan bahwa kemenangan paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin sulit dibantahkan.
Menanggapi hal itu, Fadli Zon lantas menyampaikan kritiknya terhadap Mahfud MD.
Wakil Ketua DPR RI ini menyatakan dengan tegas bahwa pernyataan Mahfud MD tak bermutu.
"Omongan @mohmahfudmd semakin bod** tak bermutu dan sdh keluar jalur n sangat ngawur," ujar Fadli Zon.

Kicauan Fadli Zon tanggapi pernyataan Mahfud MD, Minggu (28/4/2019).
Kicauan Fadli Zon tanggapi pernyataan Mahfud MD, Minggu (28/4/2019). (Twitter/@fadlizon)
Sementara diberitakan sebelumnya dari Metro Pagi Primetime, Selasa (23/4/2019), mulanya Mahfud MD menyampaikan hal itu untuk menyoroti soal sebaran kemenangan.
Saat itu, Mahfud MD menyatakan bahwa sebaran kemenangan pada Pilpres 2019, mengingatkan untuk segera melakukan rekonsiliasi.
"Kalau melihat sebaran kemenangan, mengingatkan kita untuk lebih sadar, segera rekonsiliasi," ujar Mahfud MD.
"Karena saat ini kemenangan Pak Jokowi ya menang, dan mungkin sulit dibalik kemenangan itu dengan cara apapun."
"Tetapi kalau lihat sebarannya, di provinsi-provinsi yang agak panas, Pak Jokowi kalah," sambungnya.
"Dan itu, diidentifikasi tempat-tempat kemenangan Pak Prabowo, itu diidentifikasi dulunya dianggap dulunya sebagai provinsi garis keras."
"Dalam hal agama, misalnya Jawa Barat, Aceh, Sulawesi Selatan juga," ungkap Mahfud MD.
Oleh karena itu, menurut Mahfud MD saat ini sangat penting untuk membuat bangsa sadar akan keberagaman.
"Bangsa ini hanya akan maju kalau bersatu, karena buktinya kemajuan dari tahap ke tahap kita raih karena kebersatuan kita," kata Mahfud MD.
"Soal kemenangan, kekalahan, itu soal waktu saja, dan kita akan segera selesai kalau dalam soal itu," imbuh Mahfud MD.
Pembawa acara, kemudian menanyakan soal pelanggaran pemilu kepada mantan Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay.
Menurut Hadar, saat ini, adanya kekurangan dalam penyelenggaraan harusnya bisa diterima.
"Yang terpenting dipastikan kalau itu memang pelanggaran atau kekeliruan terjadi, itu harus segera dikoreksi," ujar Hadar.
"Jadi itu menunjukkan kalau memang lembaga kita ini (KPU), memang lembaga yang kredibel, dan tidak mengambil posisi apapum," imbuhnya.
Terkait kecurangan-kecurangan yang ada, Mahfud MD juga turut memberikan komentar.
"Masyarakat perlu mengawasi, dan saat ini saya kira sudah mengawasi, sehingga KPU misalnya, menurut saya ya dalam pengamatan saya ini KPU sudah cukup berjalan dalam track yang benar," ungkap Mahfud MD.
"Misalnya isu-isu bahwa terjadi kecurangan dalam entry data, ke situng, itu kan dengan mudah bisa dikontrol," sambungnya.
Menurutnya, kesalahan entry data ini masih sedikit, dibanding entry data yang benar.
"Ini sampai dengan semalam [Senin (22/4/2019)], kesalahan entry data ini hanya 87 dari 179 ribu TPS yang sudah di-entry," kata Mahfud MD.
"Itu kan hanya 1/2.000, tapi kalau dihitung sekarang yang sudah diperbaiki, sekarang misalnya jadi seper empat ribu, artinya dari 4.000 TPS, hanya 1 yang keliru."
"Tapi ini bukan untuk membenarkan kesalahan ya, oleh karena itu masyarakat jangan percaya pada hoaks," sambung Mahfud MD. (tribunnews.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...