MANTAP! Dibalik "Pukulan Telak" Kyai Ma'ruf ke Sandiaga


ilustrasi


Infomenia.net - tentang debat ca[wa]pres..

dari awal, saya sudah menduga, jalannya debat kali ini akan lebih adem..
tercatat setidaknya 3x saya oleng akibat ngantuk..

Sandiaga tidak akan mengambil posisi menyerang pak Kyai.. paling banter mengkritik (baca:nyinyir) kebijakan petahana, sambil mengajukan proposal baru.. anak muda yang sopan, dan hormat pada Kyai Sepuh..

saya nggak paham aturan dresscode tadi malam, tapi Sandiaga yang memilih berjas lengkap, ada baiknya pakai baju lebih casual, untuk mendekatkan diri kepada generasi milenial.. lebih catchy untuk meraih simpati kawula muda dibandingkan pak Ma'ruf yang bersarung..

menjadi relatif lebih muda adalah salah satu (atau satu-satunya) keunggulan SU dibanding Pak Ma'ruf.. sayangnya itu tidak dimanfaatkan secara visual..

secara konsep, Pak Kyai lebih unggul karena diuntungkan data dan (sepertinya) briefing/simulasi materi debat.. jam terbang beliau juga tidak perlu diragukan lagi.. veteran..

ada salah satu teman yang mengkhawatirkan performa pak Kyai yang ketika debat pertama lebih banyak diam manggut-manggut di belakang Jokowi.. dia khawatir Pak Ma'ruf nggak bisa ngomong banyak, apalagi disandingkan dengan Sandi yang pinter ngomong..

tapi, sebagaimana Kyai tradisional NU lainnya, jangankan cuma menyampaikan visi misi yang cuma beberapa menit, naik panggung tanpa materi (alias dadakan) saja, seorang Kyai biasanya bisa ngomong dengan terstruktur lebih dari 2 jam..
apalagi Kyai yang satu ini juga (kebetulan) Profesor Doktor..

lha wong yang cuma dosen belum profesor saja, saya bisa ngecipris 120 menit hanya dengan 3 slide presentasi.. pembukaan (judul), isi, dan penutup (tulisan terimakasih)..

penampilan Pak Kyai, walaupun tidak sangat istimewa (in my humblest dumbest opinion), sungguh di luar dugaan..
sempat tercekat ngeblank beberapa saat, Pak Ma'ruf berhasil recover dengan cepat, dan menyampaikan Visi Misi dengan sangat brilian.. sesi debat dan adu argumen pun dijalani dengan tenang, dan bernas..


Mas Sandiaga, yang dihujat netijen karena (lagi-lagi) menyebut nama random, kali ini Bu Lis, jelas bukan orang bodoh..
mana ada orang bodoh mempunyai total aset (yang ketahuan dan dilaporkan) senilai 5 trilliun..
yes, 5000 milliar..

pasti dia punya kualitas kepintaran tertentu di balik wajah polosnya..

kartu Pra Kerja kubu 01 yang disalahpahami sebagai duit gratis bagi pengangguran, dilawan dengan Rumah Siap Kerja oleh kubu 02..

padahal kartu Pra Kerja itu adalah kartu yang disediakan bagi lulusan sekolah/perguruan tinggi yang belum mendapatkan kerja, karena (mungkin) terhambat persoalan klasik: "pengalaman kerja"..
gimana mau pengalaman, kan barusan lulus..
memberdayakan BLK sambil mensubsidi para pencari kerja yang beneran serius meningkatkan skill praktis, tentunya akan membuat para muda pencari kerja tidak galau lagi memikirkan makan dan akomodasi serta biaya pendidikan/kursus keterampilan yg mereka butuhkan..
malu sama orang tua, nodong melulu..
daripada no woman no cry, no school no ngkrong, no money no dong..

Rumah Siap Kerja mungkin (akan) mirip-mirip dan beda tipis implementasinya.. kalaupun jadi, paling-paling seluruh BLK di Indonesia diganti papan namanya saja..

Sandi juga manusia yang super produktif.. kata dia semalam, dalam 7 bulan dia telah mengunjungi 1500 titik di banyak wilayah..
itu artinya 214 titik dalam 1 bulan, atau 7-8 titik setiap hari, termasuk sabtu, minggu, dan hari besar.. warbyasah.. nganunya..

seperti di pil(wa)gub yang lalu, Mas Sandi jualan Oke Oce lagi..
Oke Oce Jakarta gimana sih kabarnya..
seandainya saja Sandiaga Uno bergabung dengan unicorn BukaLapak untuk merealisasikan Oke Oce Nasional, maka kita harus siap-siap dengan program BLO'ON..

jangan..
bloon itu berat.. biar mereka saja..

tapi Dilan, aku rindu..

mau diwakili atau langsung?

langsung ajah..

Sumber : Status Facebook Bintang Prabowo Noor
(redaksiindonesia.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...