Gara-gara Tingkah Tengku Zul MUI Jadi Geram! Ini Pernyataan Tegas MUI untuk Seluruh Ustadz


MUI Gerah karena Tengku Zul Bertingkah

Infomenia.net Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain meminta maaf dan mencabut pernyataan pemerintah akan melegalkan zina dan menyediakan alat kontrasepsi untuk muda-mudi apabila RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS) disahkan. Sejumlah pihak meminta Tengku Zul untuk mengundurkan diri dari kepengurusan MUI.

Terkait hal ini, Ketua Bidang Infokom MUI Masduki Baidlowi mengatakan ada mekanisme internal yang dipunya MUI. MUI akan tabayun ke Tengku Zul.

"Mekanisme internal salah satunya, kami lakukan rapat dan bersama yang bersangkutan untuk tabayun, mengklarifikasi. Termasuk apa yang saya katakan tadi, dia mengatasnamakan apa dan segala macam. Karena apapun yang dia lakukan, orang menyangkutpautkan dengan MUI. Kita akan lakukan mekanisme internal itu," kata Masduki saat dihubungi, Rabu (13/3/2019).

Masduki mengatakan Tengku yang sering tampil tidak selalu membawa nama MUI. Sebab, Tengku juga aktif di organisasi lain.

"Zulkarnain itu selama ini sering tampil di mana-mana tapi tidak atas nama MUI. Karena sering dia mengatasnamakan organisasi lain. Bahwa dia salah satu wasekjen MUI, ya. Tapi kadang-kadang tampil di mana-mana tidak dalam jabatannya MUI. Dia mengikuti organisasi Islam lain, dia aktif di Jamaah Tabligh. Masuk ke dalam MUI itu, dia representasi dari Mathlaul Anwar," ujarnya.

Masduki berterima kasih kepada masyarakat yang mengkritisi pengurus atau anggota MUI. Menurutnya hal itu bisa jadi perbaikan kepada MUI. Terkait permintaan maaf yang disampaikan Tengku, Masduki berharap polemik mereda.

"Alhamdulillah Pak Zulkarnain sudah meminta maaf. Artinya setidak-tidaknya sudah mengaku salah. Mudah-mudahan ini bisa meredakan keresahan di masyarakat dengan catatan mekanisme internal tadi akan kami lakukan agar kedisiplinan organisasi tetap bisa kita tegakkan," tutur dia.

Soal pemerintah akan melegalkan zina juga dikatakan seorang mubalig bernama Supriyanto di Banyuwangi, Jawa Timur. Supriyanto mengaku menyampaikan pernyataan tersebut karena terinspirasi ucapan Tengku.

Masduki mengingatkan kembali para mubalig untuk tidak terbawa suasana politik. Dia menyayangkan hal tersebut karena tindakan tersebut mencederai usaha para ulama terdahulu yang membangun Indonesia. MUI mengimbau para mubalig untuk mengedepankan hubungan silaturahmi jangka panjang dalam menyampaikan ceramah.

"Ingat profesi sebagai ustaz itu sangat mulia. Dan ustaz itu bagian dari ulama yang punya menjalankan misi kenabian. Jadi misinya itu suci. Misi suci itu adalah penyelamatan kemanusiaan. Apa yang diucapkan itu tebaran silaturahim, tebaran kedamaian. Jadi jangan tebaran fitnah yang dipengaruhi hal yang bersifat jangka pendek, pemilu. Itu sangat berbahaya," tutur Masduki.

"Bangsa ini dirajut sekian lama sehingga kita bisa hidup seperti ini. itu bangunan-bangunan atau rajutan-rajutan ulama kita yang menyebarkan agama dengan cara yang santun. Ini negeri sangat majemuk, berbeda golongan, berbeda paham, berbeda agama itu biasa. Tapi disampaikan dengan cara santun. Lalu kalau itu dirusak oleh ustaz atau beberapa kelompok demi kepentingan jangka pendek itu sangat berbahaya," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Tengku Zul minta maaf dan mencabut tuduhannya bahwa pemerintah melegalkan zina lewat RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS). Permintaan maaf itu disampaikan lewat akun Twitter @ustadtengkuzul.

"Stlh mencermati isi RUUP-KS sy tdk menemukan pasal penyediaan alat kontrasepsi oleh Pemerintah utk pasangan Remaja dan Pemuda yg ingin melakukan hubungan suami isteri. Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf krn mendapat masukan yg salah," cuit Ustaz Tengku.

Juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, menyatakan pihaknya menerima saja permintaan maaf Ustaz Tengku. Hanya, dia berharap Ustaz Tengku minta maaf langsung kepada Presiden Jokowi.

"Ustad @ustadtengkuzul sy secara pribadi memaafkan. Tapi akibat pernyataan Ustadz, banyak orang yang percaya atas pernyataan itu sehingga mrk memfitnah Pak @jokowi dgn isu2 yg tidak benar. Bukan hanya melalui twitter tp ceramah juga di masjid2 itu! Minta maaf ke Pak Jokowi!!!!," tulis Ace membalas cuitan Ustaz Tengku.


MUI Gerah karena Tengku Zul Bertingkah
Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid mengatakan pernyataan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain soal pemerintah melegalkan zina lewat RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) merupakan kecerobohan yang nyata. MUI menegaskan tidak bertanggung jawab atas pernyataan itu.

"Bahwa apa yang disampaikan oleh Ustaz Tengku Zulkarnain tentang pemerintah akan melegalkan zina lewat RUU P-KS adalah bentuk pernyataan pribadi dan tidak mengatasnamakan organisasi MUI, sehingga MUI tidak bertanggung jawab atas pernyataannya tersebut," ujar Zainut lewat keterangannya, Rabu (13/3/2019).

Zainut juga membantah pernyataan Tengku yang mengaku mendapatkan sumber informasi dari hasil kajian staf ahli MUI. Pernyataan yang dimaksud ialah soal pemerintah yang akan 
menyediakan alat kontrasepsi bagi remaja yang ingin berhubungan seksual.

"Bahwa tidak benar apa yang disampaikan oleh TZ tersebut adalah bersumber dari hasil kajian staf ahli MUI atau Komisi Hukum dan Perundang-undangan (Kumdang) yang mengatakan bahwa dalam RUU P-KS ditemukan pasal kewajiban pemerintah menyediakan alat kontrasepsi untuk pasangan remaja dan pemuda yang ingin melakukan hubungan seksual. Sehingga apa yang disampaikan oleh TZ sama sekali tidak berdasar dan merupakan bentuk kecerobohan yang sangat nyata," bebernya.

Dia mengatakan MUI punya perhatian serius soal RUU P-KS ini. Nantinya Komisi Kumdang dan Komisi Fatwa akan melakukan pengkajian mendalam terhadap RUU P-KS hingga akhirnya direkomendasikan ke DPR dan pemerintah. Masukan tersebut diberikan agar isi RUU P-KS tak bertentangan dengan nilai-nilai agama dan Pancasila.

"MUI mengimbau kepada semua pihak, khususnya tokoh agama, masyarakat, dan elite politik, untuk lebih bijak, cermat, dan berhati-hati dalam menyampaikan pendapat kepada publik agar terhindar dari berita bohong dan fitnah yang dapat membuat konflik dan kegaduhan di masyarakat," tambah Zainut.

Video ceramah Tengku Zulkarnain yang membahas mengenai RUU P-KS itu sebelumnya ramai dibahas. Dalam video tersebut, Ustaz Tengku mengatakan pemerintah-lah yang mengusulkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.


Dia menyebut pemerintah akan melegalkan zina dan menyediakan alat kontrasepsi untuk muda-mudi apabila RUU tersebut disahkan. Berikut kutipan ceramah Ustaz Tengku dalam video yang beredar seperti dilihat detikcom, Selasa (12/3): 

... Pelajar, dan mahasiswa, dan pemuda yang belum nikah yang ingin melakukan hubungan seksual, maka pemerintah mesti menyediakan alat kontrasepsi untuk mereka. Anak-anak muda yang belum nikah kepengen berzina, pemerintah harus menyediakan kondomnya supaya tidak hamil di luar nikah. 

Kalau ini disahkan, berarti pemerintah telah mengizinkan perzinaan, bahkan menyediakan kondom dan alat kontrasepsi. 

Ucapan Ustaz Tengku tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak. Sampai akhirnya, melalui akun Twitter @ustadtengkuzul, Selasa (12/3), Tengku Zul mencabut pernyataannya dan menyampaikan permintaan maaf. 

"Stlh mencermati isi RUUP-KS sy tdk menemukan pasal penyediaan alat kontrasepsi oleh Pemerintah utk pasangan Remaja dan Pemuda yg ingin melakukan hubungan suami isteri. Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf krn mendapat masukan yg salah," cuit Ustaz Tengku. 

Dimintai konfirmasi terpisah, Ketua Bidang Infokom MUI Masduki Baidlowi berharap polemik segera mereda. Namun dia mengatakan MUI akan menjalankan mekanisme internal. 

"Alhamdulillah Pak Zulkarnain sudah meminta maaf. Artinya, setidak-tidaknya sudah mengaku salah. Mudah-mudahan ini bisa meredakan keresahan di masyarakat dengan catatan mekanisme internal tadi akan kami lakukan agar kedisiplinan organisasi tetap bisa kita tegakkan," kata Masduki.

"Kita akan lakukan mekanisme internal itu. Kami di MUI dalam mekanisme internal ada tabayun, teguran lisan, teguran tertulis, tindakan, dan mekanisme seperti organisasi biasanya," imbuhnya.
(idh/idh)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel