Infomenia

Selasa, 01 Januari 2019

Menepuk Air di Dulang Terpercik Muka Sendiri, Suka Mainin Isu Agama Begitu Ditantang Mengaji Nolak!

 Hasil gambar untuk dai aceh prabowo

Infomenia.net - BADAN Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak permintaan Dewan Ikatan Dai Aceh yang mengusulkan dan mengundang pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2019 untuk mengikuti tes baca Alquran.

Dalam menanggapi hal itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai, usulan itu merupakan jawaban atas kelompok yang selama ini menggunakan isu agama di pilpres. Isu agama dijadikan sebagai alat politik adu domba atau devide et impera.

“Tes baca Alquran kami melihat ini cara masyarakat Aceh untuk mengoreksi (kelompok) yang mencoba kemarin menggunakan isu-isu agama,” kata Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Minggu (30/12).

Hasto menambahkan tes baca Alquran menjadi sema-cam pukulan uppercut buat pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal itu berbeda dengan pasangan Jokowi-Amin yang kerap diserang isu agama, ternyata bersedia bila ada tes baca Alquran. Yang keberatan justru pihak Prabowo-Sandi.

“Seperti peribahasa, menepuk air di dulang, tepercik muka sendiri. Kalau mau dianalogikan, mula-mula dalam tinju itu pukulan haymaker punch yang bikin perut mules. Baca Alquran jadi perutnya mules gitu. Tapi, kan ternyata menjadi uppercut, sehingga kembalilah kepada konstitusi,” kata Hasto.

Menurutnya pesan utama semua persoalan ini jangan pernah mempermainkan isu agama yang seharusnya untuk membangun peradaban.

Terkait sikap resmi TKN menyangkut tes Alquran, Hasto mengatakan, baik Jokowi maupun Ma’ruf siap mengikuti tes tersebut. Pun demikian, ia mengembalikan ke UUD 1945, bahwa semua sudah diatur syarat menjadi pemimpin nasional.

“Persyaratan presiden dan wakil presiden itu sepenuhnya mengacu kepada pasal 10 dari Peraturan KPU Nomor 22. Tapi yang jelas, dengan ajakan baca Alquran ini, jangan lagi ragukan keislaman Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin. Jangan gunakan isu-isu agama dengan cara-cara seperti itu hanya karena ambisi kekuasaan. Orang Jawa bilang nanti kualat,” kata Hasto.

Menolak

Ketua Debat Tim Pemenang-an Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sodik Mudjahid mengatakan BPN mengetahui dan memahahami bahwa Alquran di negara Indonesia sebagai negara mayoritas muslim merupakan hal yg penting. Namun, ia mengatakan bahwa pemahaman terhadap Alquran ialah hal yang lebih penting.

Tim BPN secara tidak langsung menolak permintaan tersebut. Tes baca dan tulis Alquran dianggap bukan merupakan hal yang paling penting untuk dilakukan.

“Kemampuan membaca Alquran bukan syarat, melainkan sebagai kelebihan saja, sehingga tes baca tulis tidak perlu dilakukan,” ujar Sodik.

Ia mengatakan bahwa yang sangat dan lebih penting ialah pemahaman terhadap isi dari Alquran dan bagaimana mengamalkannya secara demokratis dan konstitusional di NKRI yg berdasarkan Pancasila dan UUD 45. (mediaindonesia.com)

Comments
0 Comments

0 comments