Infomenia

Rabu, 12 Desember 2018

Membelot ke Jokowi, Dukungan PAN untuk Prabowo Mereteli. Alasannya Sangat Masuk Akal!

 Membelot ke Jokowi, Dukungan PAN untuk Prabowo Mreteli

Infomenia.net - Gejolak dukungan PAN kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tampaknya terus berlanjut. Banyak elite partai pimpinan Zulkifli Hasan itu yang membelot dan mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Ramai gejolak dukungan PAN ke Jokowi-Ma'ruf bukan baru saja terjadi. Sekjen PAN Eddy Soeparno sempat mengungkap soal isu adanya sejumlah kader di daerah yang menolak mendukung Prabowo-Sandiaga.

Awalnya keputusan PAN mengusung Prabowo-Sandi memang disambut gembira kader. Namun ternyata euforia itu hanya berusia tiga hari. Itu lantaran sebagian kader PAN merasa partainya tak akan mendapat keuntungan karena Prabowo dan Sandi bukan representasi dari PAN.


"Kalau kita sekarang keluar teriak-teriak Pak Prabowo, yang dapat angin positifnya itu adalah Gerindra, bukan PAN. Akhirnya tersadarkan bahwa ujung-ujungnya ya kita harus bergerak untuk memenangkan pileg. Dan ini penting bagi kita," ungkap Eddy saat hadir sebagai salah satu pembicara dalam diskusi publik dengan tema 'Dari Pilkada 2015-2018 dan Peta Baru Pilpres 2019', di Hotel Veranda-Pakubuwono, Jl Kiai Maja No 63, Jakarta Selatan, Kamis (18/10).

Tak hanya itu, ia menyebut sejumlah caleg dari PAN juga mengaku tidak bisa terang-terangan mengkampanyekan pasangan Prabowo-Sandiaga, khususnya caleg daerah. Eddy menyebut para konstituen caleg yang dimaksud tidak mendukung Prabowo-Sandi.

Caleg-caleg itu lalu meminta izin kepada elite partai, termasuk kepada Ketum PAN Zulkifli Hasan. Para caleg ini pun harus memikirkan diri sendiri agar bisa mendapat suara sehingga berhasil menjadi legislator.


"Sekarang di antara caleg-caleg kita yang berjuang di daerah ada yang mengatakan, 'Mohon maaf, Ketua Umum, mohon maaf, Sekjen, tetapi saya di bawah mungkin tidak bisa terang-terangan berpartisipasi dalam pemenangan Pak Prabowo karena konstituen saya tidak sejalan dengan itu. Jadi ya mohon maaf'," ucap Eddy menirukan caleg-caleg itu.

"Jadi sekarang bagaimana caranya untuk mendapatkan kursi, ini yang sekarang ini menjadi fokus dan perhatian kita," lanjutnya.

Meski begitu, Eddy pun meluruskan pernyataannya tersebut. Melalui keterangan tertulis, ia menyebut apa yang disampaikan bukan berarti PAN tidak all-out dalam memperjuangkan Prabowo-Sandiaga.

"Kita sejak awal all-out memenangkan Prabowo-Sandi. Yang saya sampaikan, sebagai bagian dari koalisi dan mengemban tugas partai, PAN harus kuat di legislatif karena jika nanti pasangan Prabowo-Sandi menang, legislatif yang kuat akan menjadikan pemerintahan yang efektif," ungkap Eddy.


Rupanya pernyataan Eddy bukan hanya angin lalu. Fenomena yang disampaikan Eddy kini terbukti. Sejumlah pimpinan PAN di daerah terang-terangan menyatakan dukungannya kepada Jokowi. Pimpinan PAN pun mereteli alias satu per satu berjatuhan mengalihkan dukungan.

Setidaknya ada tiga pimpinan PAN daerah yang sudah menyatakan mendukung Jokowi-Ma'ruf. Mereka adalah Ketua DPW PAN Kalimantan Selatan Muhidin, Ketua DPD PAN sekaligus Bupati Tanah Bumbu Sudian Noor, dan sejumlah elite PAN di Sumsel.

PAN sudah menyatakan memecat Muhidin dari jabatannya lantaran mendukung pasangan nomor urut 01 itu. Namun untuk elite Tanah Bumbu dan Sumsel, PAN belum memberikan sanksi.

"DPP telah melakukan tindakan tegas dengan memberhentikan Ketua DPW Kalsel," kata Eddy Soeparno, Rabu (12/12).

Membelot ke Jokowi, Dukungan PAN untuk Prabowo MreteliKader PAN Sumsel mendukung Jokowi. (Raja/detikcom)

Para elite yang membelot ini total mendukung Jokowi-Ma'ruf dan tak peduli mendapat sanksi dari partai. Aksi all-out ini mendapat apresiasi dari kubu Jokowi-Ma'ruf sehingga mendapat tawaran masuk timses.

Berikut ini jejak elite PAN yang memilih mendukung Jokowi ketimbang Prabowo:

Ketua DPW PAN Kalsel Muhidin

Muhidin memimpin jajaran DPW PAN Kalsel mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, Minggu (9/12). Hadir dalam deklarasi itu timses Jokowi-Ma'ruf.

Tak sejalan dengan keputusan partai, Muhidin mengungkap alasannya. Ia mengaku ingin membesarkan PAN di Kalsel. Bila mendukung Prabowo-Sandiaga, ia menyebut tujuan itu sulit direalisasi.

"Aku diminta kan kemarin untuk membesarkan PAN, karena PAN di Kalimantan terpuruk," jelas Muhidin.
Ia juga menyatakan mendukung Jokowi-Ma'ruf karena tak ingin berseberangan dengan elite-elite di Kalsel. Sejumlah tokoh dan kepala daerah di Kalsel diketahui sudah mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf, termasuk Gubernur Sahbirin Noor dan eks Gubernur Kalsel Ruddy Ariffin.

"Karena aku ini tidak mau lagi berlawanan. Dulu aku cagub, saat ini yang jadi gubernur Pak Sahbirin Noor dari Golkar. Aku PAN, kalau aku berseberangan, tidak bersama-sama, aku musuh kembali, berlawanan kembali. Harus satu irama dengan teman-teman," ungkap Muhidin.

Ketua DPD Sekaligus Bupati Tanah Bumbu Sudian Noor

Deklarasi dukungan dari DPD PAN Tanah Bumbu digelar pekan lalu, Minggu (2/12/2018), di Batulicin, Tanah Bumbu, Kalsel. Deklarasi tersebut dibacakan oleh Sudian didampingi oleh Sekretaris DPD PAN Tanah Bumbu Murhansa, Wakil Bendahara Erni, Majelis Pertimbangan Darwis, serta Wakil Ketua DPD PAN Tanah Bumbu Akhmadi.

DPD PAN Tanah Bumbu pun mengaku siap menerima sanksi dari DPP PAN dengan keputusannya mendukung Jokowi-Ma'ruf. Deklarasi juga disampaikan di hadapan timses Jokowi.

"Saya siap menerima sanksi apa pun dari DPP PAN," ungkap Sudian dalam acara deklarasi.

Kader PAN Sumsel


Puluhan kader PAN Sumatera Selatan mendeklarasikan diri mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dukungan disampaikan setelah melihat kerja nyata Jokowi di Sumatera Selatan.

"Dengan ini kami mendukung pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin nomor 01. Hal mendasar kami mendukung Jokowi ini karena sudah terlihat pembangunan di Bumi Pertiwi secara nyata," tegas salah satu kader PAN Sumsel, Sholahudin, di Palembang, Rabu (12/12). detik.com)

Comments
0 Comments

0 comments