Infomenia

Selasa, 06 November 2018

Ruhut Ngetwit Soal Ahok, Dibalas Netizen: Satu Persatu Mereka Dihukum dan Dipermalukan

 Hasil gambar untuk ahok bebas

Infomenia.net - Ahok memaafkan mereka-mereka yang mendzoliminya sehingga harus divonis bersalah oleh pengadilan," kata politikus Ruhut Sitompul melalui akun Twitter @ruhutsitompul.

Ahok saat ini sedang menjalani hukuman di penjara Markas Korps Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. 

Sebelum terjerat kasus penodaan agama, dia menjadi wakil gubernur Jakarta mendampingi Gubernur Joko Widodo. Setelah Jokowi menjadi pemenang pemilu presiden 2014, tanggal 16 Oktober 2014, Ahok melanjutkan jabatan gubernur. Ahok kemudian berjuang untuk maju menjadi calon gubernur lagi bersama Djarot Saiful Hidayat, tetapi tersandung kasus. Sembilan Mei 2017, dia divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

"Dia dihukum dan menjalani hukuman. Aku sedih faktanya yang terlibat dalam Kasus Ahok yang menggemparkan dunia ini, satu (1) satu (1) mendapat hukuman dari Yang Maha Kuasa Tuhan. Merdeka," kata dia.

Cuitan Ruhut Sitompul memantik diskusi di kalangan netter. Ada yang justru membully Ruhut Sitompul, ada yang membelanya, tetapi ada pula yang netral-netral saja dalam berkomentar.

"Ahok memaafkan mereka ikhlas, Ahokpun udah melepaskan pengampunn untuk mereka. Penghakiman bukan hak Ahok tetapi hakKU, dan semuanya berjalan sesuai dengan apa yang kita saksikan saat ini, satu persatu mereka dihukum dan dipermalukan," kata salah satu netter.

Netter yang memakai akun  @rosanaybah menekankan kesantunan dalam bersikap, soalnya kalau saling menjelekkan malah terlihat bodoh.

"Merdeka pak, salam dua periode, sehat dan nambah success buat Pak Ahok, bapa sendiri umumnya Indonesia, kalau kita balas pantun saling jelek-jelekin malah kesannya kelihatan bodoh dan seperti anak TK, tapi harus ingat janji Allah salah benar gak bakalan ketukar itu ajah pak," kata dia. 


Ahok sebenarnya bisa menggunakan hak pembebasan bersyarat pada Agustus 2018 lalu. Tetapi, dia dia tidak menggunakan hak tersebut.

Kalau dia mendapat remisi sebagaimana mestinya, besar kemungkinan dia akan bebas murni pada 4 Januari 2019.(akurat.co)

Comments
0 Comments

0 comments