Infomenia

Sabtu, 24 November 2018

Prabowo Sebut Ada Elit yang Diancam Karena Mendukungnya. Jlebb! Tanggapan PDIP Menohok Banget




Infomenia.net - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sedang membayangkan apa yang dulu dilakukan pada Orde Baru, saat bilang banyak elite yang diancam karena mendukungnya.

Demikian disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira kepada Tribunnews.com, Jumat (23/11/2018).

Karena itu, menurut Andreas Pareira, pernyataan Prabowo soal banyak elite yang diancam terkesan mengada-ada terjadi di era demokratis sekarang.

"Terkesan mengada-ada, praktik politik represif yang pernah dilakukan di zaman Orde Baru yang otoriter dimana Prabowo sendiri adalah bagian di dalamnya, disamakan dengan masa kini yang serba terbuka," ujar anggota DPR RI ini.

"Rupanya pak Prabowo membayangkan apa yang dulu dilakukan Orde Baru, seolah-olah bisa semudah itu juga dilakukan pada masa kini," jelas Andreas Pareira.

Kalau memang ada tekanan politik, lebih lanjut Andreas Pareira menjelaskan, sebagai pemimpin seharusnya Prabowo membantu mereka yang merasa tertekan.

Selain itu, menjadi pertanyaannya, kata Andreas Pareira, kenapa Prabowo tak melaporkan hal itu kepada otoritas keamanan.

"Mengapa tidak melaporkan kepada pihak keamanan? Tidak eleganlah berteriak ada tekanan politik tanpa berani menunjuk siapa menekan, siapa yang ditekan," tegas Andreas Pareira.

Sebelumnya, Prabowo Subianto mengaku sering kedatangan para elit yang hendak memberikan dukungan kepadanya pada Pemilu Presiden 2019. Namun para elit tersebut takut memberikan dukungan secara terang-terangan karena diancam.

"Saya sering kedatangan elite, entah pakai gelar ini gelar itu, pakai posisi ini posisi itu dan mereka bilang, pak Prabowo kami ingin mendukung pak Prabowo tapi kami ditekan kami diancam," kata Prabowo saat memberikan pidato pembekalan relawan Prabowo-Sandi di Istora, Senayan, Jakarta, Kamis, (21/11/2018).

Karena ketakutan, para elite tersebut menurut Prabowo, hanya bersedia memberikan dukungan secara diam-diam dan tidak mau diketahui publik.

"Kami akan mendukung pak Prabowo diam-diam. Kami akan dukung pak Prabowo dari belakang. Datang dengan nama besar, wah senang aku, (tapi) Pak Prabowo kami sebetulnya ingin dukung tapi kami diancam kami ditekan," katanya.(tribunnews.com)



Comments
0 Comments

0 comments