Infomenia

Minggu, 04 November 2018

Kocak! Bule Kanada ini Komentari Bahasa Inggris Fadli Zon: Bikin Pusing




Infomenia.net - Setelah komentari bahasa Inggris Prabowo Subianto, YouTuber bule asal Kanada Sacha Stevenson kini mengomentari bahasa Inggris Fadli Zon.

Sebagai penutur asli bahasa Inggris, Sacha mengaku tak paham akan kata-kata yang diucapkan Fadli Zon.

Kesalahannya tak hanya dalam pengucapan namun dalam pemilihan kata dan juga grammar.
Bahkan Sacha mengaku kewalahan jika disuruh menerjemahkan bahasa Inggris Fadli Zon.

"Kalau disuruh translate ini, saya minta naik gaji," kata Sacha dalam video yang diunggah di saluran Youtubenya, Sacha Stevenson, Sabtu (3/11/2018).

 Hasil gambar untuk sacha stevenson



Sacha memperdengarkan contoh rekaman suara Fadli saat berbicara dalam bahasa Inggris.
Rupanya perpaduan kata yang diucapkan Fadli Zon tak membentuk kalimat yang benar.

"We've been practicing democracy with the population now is almost 260 million people so we're considered as the third largest democracy in the world,"  kata Fadli dalam rekaman audio tersebut.

Menurut Sacha, dia salah menggunakan kata 'considered as'  karena seharusnya 'considered' saja atau 'considered to be'.

Meski begitu kata tersebut tidak pas dan tidak sesuai untuk mendeskripsikan fakta.

Apalagi penempatan kata 'actually' yang dipakai Fadli Zon juga tidak sesuai.

"But we are the largest democracy in the muslim world actually and also maybe the largest democracy in term of the direct election," kata Fadli dalam rekaman.

Seharusnya Fadli menyebutkan 'In fact we are the largest...' daripada memilih menggunakan kata 'actually'.

"...Direct election for president.. direct election for legislative.. and also for governor... and also regional leaders district," lanjut Fadli.

Sacha bahkan sama sekali tak mengerti maksud dari kalimat yang diucapkan Fadli.

Ia menyarankan agar Fadli belajar tentang 'noun'(kata benda) dan 'adjective' (kata sifat).

Selain itu Fadli Zon juga perlu belajar menggunakan kata sambung for/since/ago.

"Ia mungkin pintar politik, tapi tadi dia coba (berbicara) mencapai 100km/jam dengan naik kendaraan kurang roda satu," kata Sacha.

"Itu yang bikin kita capek ikutin omongannya," tambahnya.

"Aku sampai kirim rekaman ini ke temanku yang memang jurusan ilmu politik dan dia aja sakit kepala," ucap Sacha.

tari kesalahan pengucapan Fadli Zon, misalnya saat mengucapkan 'population', 'direct election' dll. 
 Sementara itu Fadli mengucapkan kata 'tolerancy' yang sebenarnya bukan kata yang ada dalam bahasa Inggris.

"Mirip sebuah kata, tapi tetap bukan," kata Sacha.

Fadli seharusnya menyebut 'tolerance' buukan 'tolerancy'.

"Pengucapan Fadli tidak begitu parah namun dia harus belajar memakai tanda titik," ucap Sacha.

"Kalimatnya dibikin lebih sederhana saja. itu membantu biar bisa berkomunikasi dengan jelas. 

Gak usah maksain 10 ide dalam satu kalimat,"katanya.(tribunnews.com)



Comments
0 Comments

0 comments