Infomenia

Senin, 08 Oktober 2018

UAS Batal Ceramah di Jepang, Aoki Vera Dipersekusi 11 Orang. Endingnya Bikin Malu Sendiri!

 

Infomenia.net - Beredar informasi Aoki Vera, WNI yang tinggal di Jepang dipersekusi oleh penggemar fanatik UAS. (Ustad Abdul Shomad). Aoki Vera sebelumnya kerap mengunggah video kritiknya terhadap UAS. Salah satunya adalah sikapnya yang menolak kedatangan UAS ke Jepang.

Atas videonya yang viral tersebut, akhirnya menjadi sasaran ketika UAS akhirnya benar2 tidak jadi berdakwah di Jepang. Rumah Aoki Vera pun didatangi massa, penggemar fanatik UAS.

Berdasarkan informasi dari sumber terdekat, ada 11 orang yang mempersekusi Aoki Vera diantaranya akun FB Mj Abdul yang merupakan salah satu pelaku persekusi.

Redaksi kemudian mendapati apdetan status di akun facebooknya dengan caption, Alhamdullilah .. kami sudah datang ke rumah AOKI VERA semogaSADAR apa yang dia lalukan Tidak benar dan tidak membuat masalah lagi stop jadi provokator




Masih berdasar informasi dari sumber terdekat, 11 orang yang mempersekusi Aoki Vera ini dipanggil pihak kepolisian setempat karena tanpa sengaja mereka terekam CCTV. Namun dari 11 yang dipanggil hanya 4 orang yang datang. Dan mereka hanya dimintai data-datanya.

Kejadiannya ini terjadi.. pada minggu malam tangal 7 oktober. Jam 8-10 malam waktu jepang.

Atas kejadian yang viral di berbagai grup WAG, Aoki vera memberikan klarifikasinya melalui akun Fbnya:

Saya cuma mengikuti saran kepolisian setempat, agar tidak membukakan pintu, bila mereka datang.
Segera telp polisi, dan saya di larang berdialog langsung.
Laporan bbrp hari Yg lalu, laporan kedua kali, setelah laporan sebelumnya.
Polisi juga menyampaikan keinginan mereka.

Akhirnya rame2 di samping rumah, berakhir menjelang jam 10 malam.

Lupa ini Jepang..?
Mendatangi rumah org mau perkusi..?
Apalagi tuntunan Yg berhubungan dgn agama.

Ini Jepang sayang...ada kempo (undang2) Yg melindungi dalam urusan hal tersebut).
Apalagi dalam urusan segi ka (pemerintahan) Indonesia, mereka tidak akan ikut campur, mereka tau batasan.

Datang beramai2 dari jauh dan akhirnya di mintai keterangan di kepolisian

(menurut laporan polisi tadi malam).
Sudah tercatat sebagai tindakan odosu (ancaman).
Kalau laporan ancaman sebelumnya, dan Yg baru2 ini sudah di laporkan, dan masih sekedar catatan, kini sudah menjadi catatan ada tindakan dari sana.
Besok2 belajar lagi hukum di Jepang sayang.

Mudach2 an jadi pelajaran, this is Japan.


Maaf sebelum nya tidak mau menulis tentang ini...

Tapi biar ngak simpang siur, dan mencoba memberi tau, hukum di Jepang, ngak bisa pake hukum ala ala.

Maaf untuk sekali lagi kalau mau ada Yg protes mengenai soal ketidak datangan ustad Somad, silakan tanyakan ke panitianya.

Dan apapun playing Victim bahwa panitia tidak merasa mengadakan acara dll.

Bagaimana bisa..?

Saya simpan semua buktinya sampai saat ini :

Ada poster undangan tersebut Yg di up di beberapa Fb.


Ada klarifikasi, kalau mereka tidak mengundang.


Ada messenger berantai agar menghapus semua postingan renacana acara kedatangan UaS.


Ada pembicaraan kalau poster tersebut saya Yg buat..(menurut H Idris tertulis di pembicaraan tersebut), dan saya ngak kenal siapa dia H Idris.

Hellooo.. kalau saya anak programming, atau Yg jago bikin gitu2 an lengkap dengan logo2 sponsor yg ngak saya kenal, gimana caranya..?

Semua masih saya simpan dalam USB, dan print nya sudah saya dan kepolisian di sini simpan.

Untuk sekedar jaga2 kalau ada apa apa.

Supaya ngak simpang siur..



 Bagaimana menurut anda?


Redaksi Beritaterheboh.com


Comments
0 Comments

0 comments