Infomenia

Rabu, 31 Oktober 2018

Tak Hanya Posisi Kotak Hitam, Sayap dan Mesin Lion Air JT 610 juga Ditemukan


http://cdn2.tstatic.net/wow/foto/bank/images/sebagian-badan-pesawat-lion-air-jt-610_20181031_215935.jpg
Sebagian badan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang ditemukan pada kedalaman 32,5 meter. (Youtube/NetInsigth)

Infomenia.net - Tim Marinir dan tim Denjaka yang melakukan pencarian puing-puing pesawat Lion Air JT 610 di dasar laut, di perairan Karawang, pada Rabu (31/10/2018), menemukan serpihan sayap dan mesin.


Dilansir TribunWow.com dari Breaking News Net TV, penemuan ini merupakan hasil setelah melakukan penyelaman ketujuh kalinya, pada hari Rabu (31/10/2018).

Sekitar pukul 17.10 WIB, Rabu (31/10/2018), pada penyelaman keenam oleh tim penyelam berhasil menemukan sebagian besar badan pesawat.

Sayap, mesin dan beberapa bongkahan dari pesawat ditemukan dalam kedalaman 32,5 meter dari permukaan laut.
 
Hingga penyelaman ketujuh, pukul 17.44 WIB, tim penyelam ketujuh masih turun dan menyisir dasar laut mencari lebih banyak puing-puing Lion Air JT 610.

Diberitakan, para penyelam juga menemukan kendala mengingat arus Perairan Karawang yang kuat dan juga dasar Perairan Karawang memiliki sedimen lumpur membuat jarak pandang terbatas.
Selain penemuan badan sebagian pesawat, Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya M Syaugi mengatakan sekitar 50 penyelam terjun ke dasar perairan Karawang , Jawa Barat untuk melakukan pencarian black box atau kotak hitam Lion Air JT 610.

Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Rabu (31/10/2018), ini merupakan percobaan penyelaman sejak sore hari.

Dalam proses penyelaman sebelumnya, arus bawah yang kuat menjadikan kendala bagi tim penyelam.
Dan ketika air laut telah tenang, ROV (remotely operated vehicle) diturunkan kembali setelah mendapat izin dari Pertamina untuk melempar jangkar agar kapal tidak bergerak.

Tak Hanya Posisi Kotak Hitam, Sayap dan Mesin Lion Air JT 610 juga Ditemukan
"Setelah kita kembali tadi, kapal turun jangkar sehingga bisa menyelam dengan tenang untuk bisa melihat hal tersebut. Sesuai dengan arahan bapak Presiden, kita 24 jam lakukan operasi ini," kata Syaugi di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (31/10/2018) malam.

Usai ROV diturunkan, para penyelam turun dan menyisir dasar perairan.

Sebelumnya diberitakan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan kotak hitam atau black box pesawat Lion Air JT 610 telah terdeteksi.

"Iya kira-kira seperti itu (sinyal kotak hitam telah terdeteksi)," ujar Soerjanto.

Kapal yang menangkap sinyal kotak hitam adalah Kapal Riset (KR) Baruna Jaya milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Kapal tersebut memiliki peralatan canggih untuk mendeteksi benda di bawah laut.

Misalnya multibeam echosounder, alat dengan sonar untuk memetakan dasar laut.

Tak hanya itu, KR Baruna Jaya juga dilengkapi ping locater, alat yang bisa menerima sinyal dati kotak hitam atau black box serta Remotely Operated Vehicle (ROV), alat bawah air yang bisa dikendalikan dengan remote control.

Jika kotak hitam itu ditemukan maka petugas penyelidik bisa menemukan penyebab jatuhnya Lion Air JT 610.

Penyebab itu bisa dilihat dari beberapa sektor, antara lain kesalahan manajemen, kesalahan pada mesin pesawat, kesalahan kru atau kesalahan dari standard operating procedure (SOP). (tribunnews.com)


Comments
0 Comments

0 comments