Infomenia

Jumat, 26 Oktober 2018

Sandiaga Janji Permudah Izin Cantrang, Susi: Satu Kata Saja, Goblok!



 
Infomenia.net - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali kembali melontarkan kritik keras terhadap calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. Kali ini Susi kesal atas pernyataan Sandiaga di hadapan para nelayan di Tegal, Jawa Tengah, terkait penggunaan cantrang.

“Satu kata saja goblok,” tegas Susi dengan nada kesal, seperti dikutip kumparan, Kamis (25/10).
Susi menegaskan, cantrang adalah alat tangkap tak ramah lingkungan dan merusak ekosistem laut. Atas dasar itulah dia melarang keras penggunaan alat tangkap ikan tersebut.

“Iya, kacau,” imbuhnya.

Sebelumnya, dalam agenda kampanye di Tegal, Sandiaga sempat mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Tegalsari. Bersama Sudirman Said, Sandi mengungkapkan janjinya akan menghadirkan kebijakan yang pro terhadap kesejahteraan nelayan dan sektor maritim jika terpilih menjadi Wakil Presiden RI.

“Salah satu sektor yang paling produktif nelayan dan maritim, sehingga kami, Prabowo-Sandi akan menghadirkan kebijakan yang bisa memastikan terbukanya lapangan kerja dan kesejahteraan nelayan,” kata Sandi saat berdialog dengan nelayan, Kamis (25/10/2018) di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari Jalan Blanak nomor 10 C, Tegalsari, Tegal Barat, Kota Tegal.

Sandi menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi nelayan saat ini adalah perizinan yang masih sulit, sehingga ke depan pihaknya berjanji akan mempermudah dan memberikan kepastian untuk melaut.

“Intinya diharapkan kemudahan perizinan, tapi kalau hal ini (perizinan) jangan baper ya, karena ini suara nelayan, bagaimana mereka diberikan kepastian untuk melaut, kita akan serius menghadapi ini. Keluhan nelayan ini menjadi aspirasi yang kita apresiasi,” ujar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Secara khusus, Sandi juga berjanji akan terus memerangi illegal fishing dengan memastikan keberlanjutan sektor perikanan dan maritim. 

“Tentunya ada peraturan pemerintah, harus ada solusi permanen, harus memerangi illegal fishing. Kita harus memastikan keberlanjutan sektor perikanan dan maritim, dicari solusi permanen berpihak kepada rakyat, lingkungan terjaga, penghasilan dan lapangan kerja tetap terbuka,” jelasnya.

Sandiaga Uno di Tegal
Sandiaga Uno (kanan) mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalsari, Tegal. (Foto: Dok. Istimewa)
Dalam kesempatan itu, Sandiaga menerima keluhan dari nelayan soal pelarangan cantrang.

“Susah sekarang Pak. Banyak peraturan dari pemerintah yang justru menyengsarakan nelayan. Pak Sandi harus berjanji jika terpilih harus memperbaiki nasib nelayan. Termasuk perijinan yang lama dan dibolehkannya kembali penggunaan cantrang. Cantrang ramah lingkungan kok,” kata salah seorang perwakilan nelayan, Haji Sumarso, seperti dikutip dari siaran pers tim Prabowo-Sandi, Kamis (25/10).

Sandiaga pun merespons curhat nelayan tersebut dengan berjanji akan memberi kemudahan dalam hal perikanan.

“Pak haji (Sumarso-red) saya tidak berani memberikan janji. Karena akan ditagih di dunia dan di akhirat. Tapi jika terpilih percayalah, kebijakan di bidang perikanan akan kami permudah, bukan sebaliknya jangan malah mempersulit hidup para nelayan,” terang Sandi. 

Sementara Sudirman Said yang ikut mendampingi Sandi mengungkapkan, salah satu persoalan yang saat ini sedang dihadapi nelayan adalah kebijakan cantrang.

“Nelayan itu mengalami tekanan berat karena kebijakan cantrang, meskipun sekarang dibolehkan, sifatnya sementara, akibat dari pelarangan itu kita mendengar itu beberapa pabrik pengolahan ikan itu tutup karena kekurangan bahan baku, ini sesuatu yang sangat memberatkan nelayan,” kata Sudirman.

Sehingga, jika terpilih nanti, Prabowo-Sandi berjanji akan mendorong kebijakan dengan solusi permanen.

“Bila masuk ke pemerintahan, akan meyakinkan supaya kebijakan kepada nelayan itu betul-betul memberi solusi permanen. Nelayan diberi ketenangan melaut, berproduksi, dan kemudian bagaimanapun sektor ini pemberi lapangan kerja cukup besar, kita akan mendorong nelayan kita tenang, produktif, sektor ini memberikan lapangan kerja sebanyak-banyaknya,” ujar Direktur materi debat kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu. 

Sandiaga di Tegal
Sandiaga saat berdialog dengan nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari Jalan Blanak nomor 10 C, Tegalsari, Tegal Barat, Kota Tegal, Kamis (25/10/2018). (Foto: Istimewa)

Senada dengan Sudirman, anggota tim kampanye Prabowo-Sandi, Suswono menyebut problematika soal perikanan tersebut harus dievaluasi total agar nelayan tidak diberatkan.

“Komunitas yang kemiskinannya tertinggi nelayan, perhatian dalam konteks mensejahterakan nelayan menjadi prioritas, perizinan dipermudah. Saat ini nelayan biaya tinggi sendiri mencari ikan di laut, harus di evaluasi total, sehingga nelayan tidak diberatkan,” kata Suswono.

 


Sebagai catatan, selain dianggap merusak, penggunaan cantrang sebagai alat tangkap telah banyak merugikan negara. Dari hasil temuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), banyak kapal cantrang yang terbukti memodifikasi ukuran mata jaring bahkan tak segan memanipulasi ukuran kapal. Tujuannya jelas untuk meningkatkan penghasilan namun meminimalisir pembayaran pajak, dalam hal ini Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Menteri Susi memperkirakan kerugian negara mencapai Rp 13,17 triliun.

Oleh sebab itu, KKP telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015, yang isinya melarang penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (trawls) dan alat penangkapan ikan pukat tarik (seine nets) di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.(kumparan.com)


Comments
0 Comments

0 comments