Infomenia

Minggu, 28 Oktober 2018

Kali Ini Sandiaga Dicuekkin Susi, Dibalas dengan Emoji Tidur

Foto: Screenshoot Twitter

Infomenia.net - Balas-balasan antara Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno berlanjut hingga ke ranah Twitter. Susi, lewat akun Twitternya @susipudjiastuti menanggapi beberapa twit yang mentautkan namanya dengan pernyataan Sandiaga yang berjanji memecahkan persoalan nelayan dengan memberikan kemudahan dan kepastian untuk melaut.

Di antaranya akun Twitter @anandyalina yang direspons oleh Susi dengan menyebutkan bahwa Sandiaga Uno mempersoalkan kesulitan perizinan buat nelayan hanya untuk numpang populer.

"Tinggal tidur saja Mbak, sayang waktu dan energy 😴😴😴😴😴😴😴😴😴," ujar Twit Susi, seperti dikutip dari akun Twitternya, Jumat (26/10/2018).


Pernyataan menumpang populer sendiri dialamatkan langsung oleh Susi kepada Sandiaga pada twit sebelumnya. Sandiaga menyebut saat ini masih ada berbagai persoalan yang dihadapi nelayan, seperti perizinan yang masih sulit, sehingga ke depan pihaknya ingin memberikan kemudahan dan kepastian untuk melaut.

"😴😴😴😴😴😴😴😴aja ahh.. orang mau numpang populer masa mesti diladeni," ujar Susi.


Emoji tidur itu dilontarkan Susi setelah sebelumnya merespons secara langsung pertanyaan wartawan mengenai hal yang sama. Susi merespons dengan ekspresi orang yang ingin tidur saja seolah terlalu penat menanggapi hal tersebut.

Respons Susi dengan emoji tidur itu ternyata ditanggapi ramai oleh para netizen. Salah satu akun Twitter dengan nama @glrhn bahkan mendapatkan ribuan ReTweet dan ratusan likes karena mengutip respons Susi soal pernyataan Sandiaga yang menggunakan emoji tidur tersebut.

Susi merepons dengan emoji tidur berita mengenai pernyataan Sandiaga yang mengaku tak terima jika disebut bicara tanpa data. Sandi menegaskan dirinya adalah pribadi yang gila data, sehingga kecil kemungkinan membuat pernyataan 'bodong'.

Balas-balasan antara Susi dan Sandiaga sendiri berawal dari pernyataan Sandiaga yang mengatakan bahwa pemerintah (Kementerian Kelautan dan Perikanan) mempersulit nelayan mendapatkan izin. Sejumlah nelayan diketahui mengadu soal lamanya pembuatan surat izin penangkapan ikan (SIPI) ke Sandiaga saat ia berkunjung ke tempat pelelangan ikan (TPI) Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada 10 Oktober 2018.

Susi lantas mengungkapkan kemarahannya dan meminta isu ekonomi perikanan tidak dibawa-bawa ke urusan politik praktis. (detik.com)



Comments
0 Comments

0 comments