Infomenia

Rabu, 05 September 2018

Lawan Keputusan Partai, Gubernur Maluku Utara dari PKS dan Gubernur Papua dari Demokrat Dukung Jokowi 2 Periode

 Gubernur Maluku Utara Dukung Jokowi Dua Periode

Infomenia.net - Gubernur Provinsi Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba (AGK), yang juga kader PKS, mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden Republik Indonesia dua periode pada Pemilihan Presiden 2019.

"Pada pilpres saya dukung Jokowi. Bukan karena PDIP mendukung sebagai cagub Maluku Utara (Malut), tetapi faktor Jokowi masih dibutuhkan untuk melanjutkan dua periode," katanya di Ternate, Selasa (4/9).

 Hasil gambar untuk gubernur maluku utara dukung jokowi

Gubernur Malut KH Abdul Gani Kasuba sendiri merupakan kader Partai Keadilan Sejahtra (PKS) yang berkoalisi mendukung pasangan Prabowo Subianto/Sandiaga Uno.

Menurutnya pilihan untuk tetap mendukung Jokowi bukan karena partai yang mengusungnya pada pemilihan gubernur, melainkan ada kecocokan visi dan misi, karena Jokowi adalah sosok yang sangat dekat baik secara pribadi maupun dengan masyarakat pada umumnya.

"Apalagi selama memimpin Jokowi cukup berhasil dalam membangun republik ini," katanya.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Malut ini mengatakan semasa kepemimpinan Jokowi-JK, sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, sangat memperhatikan Malut, seperti infrastruktur baik pelabuhan, bandara udara maupun jalan.

"Coba dilihat dan dicek di lapangan, mulai dari Kepulauan Sula, Taliabu, Halteng dan Haltim jalan sudah mulai tersambung karena merupakan jalan nasional yang dibangun oleh Balai Jalan dan Jembatan, walaupun belum semua dilakukan, tapi buktinya sudah ada," katanya.

Terkait maraknya isu 2019 ganti Presiden yang beredar di media sosial, ia tegas mengatakan 2019 Presiden tidak akan diganti.

Oleh karena itu, politisi asal PKS ini meminta agar pemilih di Malut memberikan dukungannya bagi kemenangan Jokowi/Ma'ruf Amin, sehingga pembenahan infrastruktur di kawasan timur Indonesia bisa dituntaskan.

Gubernur Papua Lukas Enembe memastikan akan mendukung pasangan bakal capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Keputusan Lukas berlawanan dari sikap partainya, Demokrat yang mendukung Prabowo-Sandiaga Uno.

"Saya dukung Jokowi. Tidak ada urusan, tidak ada urusan dengan partai," kata dia di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/9).



Lukas Enembe siap menerima sanksi dari Demokrat jika keputusan mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin dianggap sebagai sebuah pelanggaran.

"Sanksi silakan saja," ujarnya.

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua ini punya alasan tersendiri sehingga memilih beda sikap dengan partainya. Dia mengungkapkan, Jokowi lebih memahami persoalan yang dihadapi Papua ketimbang calon presiden lain. Jokowi, lanjut dia, juga bisa menyelesaikan masalah yang menimpa Papua selama ini.

"Semua presiden tidak mampu menyelesaikan provinsi Papua. Ini kami catat. Siapa pun presiden, tapi saat ini yang terbaik Jokowi. Dia sudah lihat masalah kita banyak di Papua. Semua permasalahan di Papua dia memahami. Selama ini orang Jakarta tidak tahu, tapi Jokowi sudah memahami bahwa ternyata Papua lebih susah," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, Lukas Enembe terancam sanksi berat. Lukas Enembe dianggap tak patuh pada keputusan partai untuk mendukung pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

"Ya tentunya kan ada aturan yang baku di partai. Tergantung dari pada bobot kesalahannya kalau dianggap salah," kata Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9).(beritasatu.com & merdeka.com)

Comments
0 Comments

0 comments