Infomenia

Senin, 03 September 2018

Hanya di Era Jokowi Bonus Melimpah dan Jaminan Jadi PNS, Agar Tak Ada Lagi Kisah Atlet Hidup Menderita

 

Infomenia.net - Kontingen Indonesia meraih prestasi gemilang dalam Asian Games 2018 yang baru saja usai. Tak kurang 31 medali emas diraih dan menasbihkan Indonesia di peringkat Empat Besar ajang pekan olahraga se-Asia tersebut. Prestasi ini jauh melampaui prestasi pada Asian Games sebelumnya yang hanya meraih 4 medali emas.

Semua itu tak mungkin terwujud bila era baru pembinaan atlet tidak dilakukan oleh Kemenpora di bawah supervisi  langsung Kepala Negara. Yang juga tak kalah fantastisnya dari perolehan medali adalah langsung cairnya bonus bagi para atlet yang meraih medali emas, perak maupun perunggu. Bonus bahkan diberikan sebelum Asian Games ditutup, pada sebuah pagi yang cerah di Istana Negara, langsung oleh Presiden RI.

Nominal bonus untuk atlet dan pelatih pun cukup besar. Ini benar-benar melegakan, mengingat pada periode-periode pemerintahan sebelumnya bonus tidak sebesar itu dan ditunda-tunda pencairannya. Lebih menggembirakan lagi, para atlet berprestasi itu juga dijamin bisa menjadi PNS sesuai latar belakang pendidikannya.

Era baru pembinaan atlet sebenarnya sudah dilakukan sejak 2016. Saat itu melalui Peraturan Menteri, para olimpian (atlet yang pernah meraih medali dalam olimpiade) diberi tunjangan hari tua. Nominalnya masing-masing Rp 20 juta per bulan bagi peraih emas, Rp 15 juta per bulan bagi peraih perak, dan Rp 10 juta per bulan bagi peraih perunggu dalam olimpiade.

Sayang kebijakan itu terkendala regulasi. Dan saat ini sedang diperjuangkan menjadi undang-undang. Agar dasar hukum pemberian tunjangan itu lebih kuat dan bisa dilanjutkan lagi.

Sedihnya ketika mendengar atlet berprestasi Indonesia merana hidupnya di masa tua. Mungkin Anda pernah mendengar Ellyas Pical menjadi petugas satpam di sebuah bank. Padahal dia dulu adalah atlet yang menyabet sabuk gelar juara dunia tinju. Atau kisah atlet angkat besi peraih medali perunggu Olimpiade Sidney, Winarni, yang harus pontang-panting mencari dana untuk pengobatan anaknya. Mereka harus mengalami itu semua karena menjadi atlet ternyata tidak bisa menjadi jaminan hidupnya sejahtera.

Namun kini eranya berbeda. Pemerintah tak hanya membangun infrastruktur olahraga. Lebih dari itu kesejahteraan atlet benar-benar diperhatikan. Bonus besar dan jaminan jadi PNS bagi atlet berprestasi adalah komitmen yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Semoga dengan datangnya era baru pembinaan atlet, tak ada lagi kisah-kisah pilu seperti dialami Ellyas Pical atau Winarni, karena atlet berprestasi benar-benar mendapat apresiasi yang memadai dari pemerintah.(redaksiindonesia.com/Niken Satyawati)

Comments
0 Comments

0 comments