Infomenia

Minggu, 08 Juli 2018

TGB Tegas Minta Setop Kutip Ayat Perang untuk Politik, Ini Respons PKS

 Hasil gambar untuk TGB ayat perang

Infomenia.net - Gubernur NTB, yang juga merupakan Ketua Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Cabang Indonesia, TGH Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) meminta agar ayat-ayat perang dalam Alquran tak dipakai untuk kepentingan politik. TGB menegaskan Indonesia sedang tidak berperang.

Hal tersebut disampaikan TGB dalam sebuah video yang diunggah ke akun Instagram-nya, Jumat (6/7/2018). Tampak TGB memberikan ceramah di depan sejumlah orang.

"Siapa pun yang mendengar ucapan saya ini, tokoh-tokoh, guru-guru, yang saya muliakan, berhentilah berkontestasi politik dengan mengutip ayat-ayat perang Alquran. Kita tidak sedang berperang. Kita ini satu bangsa, saling mengisi dalam kebaikan," ujar TGB.


Menurut TGB, persaudaraan adalah aset Indonesia yang tak terlihat. TGB menegaskan jangan sampai menyebut lawan politik sebagai 'kafir Quraish'.

"Apa aset kita yang tidak terlihat sebagai bangsa, aset yang tidak terlihat itu adalah persaudaraan dan persatuan kita sebagai bangsa," tutur TGB.
TGB belum lama menyatakan mendukung Jokowi dua periode sebagai presiden. Dia mempertimbangkan mengenai kemaslahatan bangsa, umat, dan akal sehat.

"Keseluruhan dari tiga hal ini, menurut saya, pantas dan fair kalau kita beri kesempatan kepada Bapak Presiden Jokowi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang selama 4 tahun ini beliau mulai," kata TGB saat berkunjung ke redaksi Transmedia, Rabu (4/7).

Atas dasar itu, TGB menilai pemerintahan Jokowi perlu dilanjutkan hingga periode kedua pada Pemilu 2019. Berdasarkan pengalamannya di NTB, gubernur yang sedang menjalani periode kedua kepemimpinannya ini juga menilai dua periode dibutuhkan.

"Dua periode secara common sense dan empirik yang saya alami, waktu yang lumayan fair bagi seorang pemimpin," ucap TGB.


PKS menghormati sikap Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) yang meminta dihentikannya penggunaan ayat-ayat perang untuk politik dan tak menyatakan lawan politik sebagai kafir Quraish. Menurut PKS, Indonesia itu bersaudara.

"Ustaz TGB berkata benar bahwa kita satu Indonesia itu bersaudara. Dan kalaupun ada pilkada, pileg, dan pilpres itu adalah bagian dari kompetisi kebaikan. Semua ingin memberi kontribusi bagi negeri," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada detikcom, Sabtu (7/7/2018).

Mardani juga mengaku menghormati sikap politik TGB yang mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Meski demikian, Mardani yakin #2019GantiPresiden akan terwujud.

"Kami hargai pilihan politik Ustaz TGB. Itu hak semua orang dan mendoakan yang terbaik untuk beliau. Namun, kami tetap yakin dengan kondisi saat ini opsi #2019GantiPresiden insyaallah yang terbaik dan akan terwujud," ujarnya.

Sebelumnya, TGB meminta agar ayat-ayat perang dalam Alquran tak dipakai untuk kepentingan politik. Ketua Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Cabang Indonesia ini menegaskan Indonesia tak berada dalam keadaan perang.

Hal itu disampaikan TGB dalam sebuah video yang diunggah ke akun Instagram-nya, Jumat (6/7). Tampak TGB memberikan ceramah di depan sejumlah orang.

"Siapa pun yang mendengar ucapan saya ini, tokoh-tokoh, guru-guru, yang saya muliakan, berhentilah berkontestasi politik dengan mengutip ayat-ayat perang Alquran. Kita tidak sedang berperang. Kita ini satu bangsa, saling mengisi dalam kebaikan," ujar TGB dalam video itu.

TGB pun mengimbau mereka yang berpolitik tidak menyebut lawan politiknya sebagai kafir. Sebab, bangsa Indonesia adalah bersaudara.

"Kita ini bersaudara, apakah Bapak-bapak berani mengatakan bahwa Bapak-bapak adalah yang hak dan lawan politik adalah batil seperti kafir Quraish. Ayo, siapa yang berani? Bapak berani mengatakan itu? Kalau saya tidak berani, Pak," ucapnya.

TGB sendiri belum lama ini menyatakan mendukung Jokowi dua periode sebagai presiden. Dia mempertimbangkan kemaslahatan bangsa, umat, dan akal sehat.



(detik.com)


Comments
0 Comments

0 comments