Infomenia

Senin, 16 Juli 2018

Soal Divestasi 51 Persen Saham Freeport, Putri Amien Rais Malah Nyinyir Begini

 Soal Divestasi 51 Persen Saham Freeport, Putri Amien Rais: Semua Hanyalah Demi Citra Diri

Infomenia.net - Penulis yang juga putri Amien Rais, Hanum Rais, turut menanggapi soal divestasi saham PT Freeport Indonesia.

Dilansir TribunWow.com dari akun Twitter @hanumrais kicauan tersebut diunggah pada Jumat (13/7/2018).

Awalnya, netter dengan akun @CakKhum mengunggah pernyataan yang disebutnya dari ekonom Indef Drajad Hari Wibowo.

Dalam kicauan tersebut tertulis jika pengambilalihan saham tersebut adalah pembodohan rakyat yang kelewatan.

@CakKhum: "Saya mendukung penuh usaha pemerintah mengambil alih saham mayoritas Freeport Indonesia (FI). Yang saya kritisi adalah pencitraan dan pembodohan rakyat yang kelewatan," (Ekonom Senior Indef Dradjad Hari Wibowo)."

Menanggapi hal tersebut, Hanum Rais menyebut jika Freeport tidak benar-benar kembali ke pangkuan negeri karena semuanya hanya pencitraan.

@hanumrais: Qulil haqqa walau kaana murran.
Apresiasi untuk Pak Drajat Wibowo. Freeport tidak pernah benar-benar kembali ke pangkuan negeri.
Semua hanyalah demi citra diri.
Postingan Hanum Rais
Postingan Hanum Rais (Capture/Twitter)

Diberitakan Warta Kota, Drajad menyebut apabila pemerintah terlalu berlebihan soal Freeport.

"Seandainya pemerintah mengumumkan hasil negosiasi dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) apa adanya, tentu kita harus mengapresiasi," katanya di Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Menurut Dradjad, negosiasi ini sangat alot dan sudah berjalan sekitar setahun. Perlu kerja keras dari pihak Inalum dan pemerintah.

"Saya percaya, bos Inalum, Budi Sadikin, akan mati-matian mencari deal terbaik bagi Indonesia. Dia, dulunya, dikenal sebagai seorang bankir yang profesional dan hati-hati," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Freeport McMoran akhirnya sepakat dengan Pemerintah Indonesia terkait divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 51 persen.

Dengan demikian, Indonesia bakal menjadi pemilik saham mayoritas sebesar 51 persen di PT FI.

Presiden Direktur Freeport McMoran, Richard Adkerson, menyebut, dengan kepemilikan saham mayoritas tersebut, Pemerintah Indonesia bisa mendapatkan penerimaan hinga puluhan miliar dollar AS.

"Dengan kepastian investasi dan operasi hingga tahun 2041, kami memperkirakan manfaat langsung kepada pemerintah pusat dan daerah, serta dividen kepada Inalum dapat melebihi 60 miliar dollar AS," kata Richard Adkerson usai penandatanganan kesepakatan divestasi di Kementerian Keuangan, Kamis (12/7/2018) sebagaimana dilansir dari Kompas.com.

Freeport McMoran sendiri merupakan induk usaha PTFI.

Adapun kepastian investasi dan operasi PTFI hingga tahun 2041 merupakan satu dari sejumlah poin hasil perundingan Freeport dengan pemerintah pada Agustus 2017 lalu setelah Indonesia resmi mencaplok 51 persen saham PTFI.

Proses divestasi 51 persen saham PTFI dilaksanakan oleh PT Indonesia Asahan Alumunium atau Inalum (Persero) selaku induk holding BUMN bidang pertambangan.

Setelah tercapai kesepakatan divestasi, Inalum harus menggelontorkan dana 3,85 miliar dollar AS untuk mengambil alih 51 persen saham Freeport.

Nominal 3,85 miliar dollar AS itu digunakan untuk membeli 40 persen hak partisipasi atau Participating Interest (PI) Rio Tinto di PTFI serta 100 persen saham Freeport McMoran di PT Indocopper Investama dengan porsi 9,36 persen saham di PTFI.

40 persen hak partisipasi Rio Tinto yang dibeli Inalum akan dikonversi jadi saham sehingga total yang dimiliki Indonesia nanti sebesar 51,38 persen.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, proses pembayaran 3,85 miliar dollar AS itu akan dilakukan maksimal dua bulan dari hari ini.

Untuk memenuhi pembayaran tersebut, Inalum akan dapat dukungan dana berupa pinjaman dana dari patungan 11 bank. (tribunnews.com)


Comments
0 Comments

0 comments