Infomenia

Jumat, 20 Juli 2018

Kebohongan Anies Terungkap! Mau Ngeles Lagi?

 Hasil gambar untuk BENDERA ASIAN GAMES PAKE BAMBU

Infomenia.net - Lagi-lagi, dan lagi-lagi…..Anies berbohong! Heran, kok bisa-bisanya seorang gubernur dan yang juga mantan rektor doyan sekali berbohong. Apakah hanya itu modal seorang Anies, berbohong! 

Seorang petugas keamanan menjelaskan bahwa bendera-bendera negara peserta Asian Games 2018 bertiang bambu yang viral dibicarakan itu dipasang oleh petugas PPSU! Padahal Anies sempat berkilah dengan permainan romantismes kata dan senyum manis yang sesungguhnya terasa pahit bagi kami, bahwa pemasangan bendera tersebut adalah inisiatif warga! 

Whatt…..masak iya sih pak, bohong, apa bohong? Sedikit melenceng, menggelitik menjadi penasaran apa penyebab Anies Bawesdan dicopot jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja Presiden Jokowi . Jangan-jangan karena Anies suka berbohong. Jangan-jangan karena Pak Jokowi khawatir nantinya Anies akan mendidik dan membudayakan budaya bohong?
Seorang petugas keamanan Mal Emporium Pluit melihat dua petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) memasang bendera bertiang bambu tersebut sekitar pukul 20.30 WIB, Senin malam, 16 Juli 2018. "Dipasang sama petugas yang berseragam oranye. Saya melihat karena saat itu sedang berjaga untuk membantu orang menyebrang di zebra cross,” begitu penjelasannya.
Wah…bagaimana ini Anies? Kok rasa-rasanya tidak mungkin yah seorang petugas keamanan berbohong? Mengerikan sekali jika untuk bendera saja Anies bisa berbohong, dan bukan tidak mungkin juga untuk hal lainnya! Begini yah, kata orang tua dulu kebohongan yang satu akan diikuti dengan kebohongan yang lainnya, karena mereka saling melengkapi. Istilah londonya buy one get one. Makanya, kita dilarang berbohong supaya jangan ketelanjuran, atau bahkan ketagihan.
Ditambahkan juga oleh petugas PPSU Kelurahan Penjaringan Endang Supriatna yang mengatakan tadi malam bendera tersebut sempat dicopot oleh petugas PPSU. Namun, dipasang lagi oleh warga. "Sebab perintah gubernur dipasang lagi. Jadi pas dicopot jam tujuh malam, tapi langsung dipasang lagi jam sepuluhnya," ujarnya. 
Uuppss…ini jelas jadi berbeda ceritanya karena menurut versi Anies ini adalah bentuk inisiatif dari warga dalam menyambut Asian Games. Maaf pak Anies yang konon kabarnya manis, warga yang mana yang bapak maksudkan? Ini akan menjadi suatu kebohongan publik karena ternyata awalnya bendera bertiang bambu ini bukan dipasang warga melainkan oleh oleh petugas PPSU. Ada saksinya pak, perlukah CCTV membuktikannya?
Namun kemudian bendera bertiang bambu ini dicopot, yang juga dilakukan oleh petugas PPSU. Nah, karena dicopot sebuah memo dikeluarkan yang menginstruksikan para jajarannya untuk kembali memasang bendera yang telah dicopot tersebut. "Lewat memo ini saya instruksikan untuk dipasang kembali. Harap pastikan keamanan dan kerapiannya. "Saya instruksikan kepada semua lurah untuk membantu warga yang memiliki inisiatif menyambut Asian Games, jangan justru malah ditahan apalagi direndahkan," begitu tambahan pernyataan Anies.
Bahkan diketahui Anies menginstruksikan seluruh lurah di Jakarta untuk mendukung segala bentuk inisiatif dari warga dalam menyambut Asian Games, termasuk penggunaan bambu untuk memasang bendera.

Anies, Anies, tolong jangan membawa nama rakyat dan warga. Kami tidak mau, tidak bersedia dan menolak keras dijadikan ataupun menjadi korban permainan dan dibully dengan cerita murahan anda! Mengertikah wahai Anies yang bersembunyi dengan topeng kesantunan, yang kita bicarakan disini bukan hanya sekedar masalah bambu, ini bicara harga diri bangsa! Anies secara jelas dan nyata benar-benar merendahkan Indonesia!

Jangan juga memutarbalikkan cerita seakan kami meremehkan bambu! Dulu pun para pejuang negeri ini berjuang menggunakan bambu, tetapi itu hal yang berbeda. Sebulan lagi Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018, dan kami sebagai warga Indonesia ingin menyambut tamu kami dengan hormat, dengan memberikan yang terbaik! Suatu hal yang umum rasanya ketika dalam sebuah perhelatan kita bersiap diri dan memberi yang terbaik. Tumben Anies tidak mengerti sopan santun yang menjadi paketan dengan senyum manisnya.

Bahkan kalaupun ada seorang warga yang mengaku membeli sendiri bendera tersebut dari koceknya di Pasar Senen, Jakarta Pusat, lantas memasangnya tetap sulit untuk dipercaya, kenapa? Seperti dikatakan sebelumnya, bahwa kebohongan akan selalu diikuti dengan kebohongan berikutnya agar menjadi paket lengkap. M. Tamran, nama "warga" yang melakukan aksi heroik itu, bahkan mendapatkan podium, apresiasi dan publikasi dihadapan wartawan Balaikota oleh wagabener, lalu kemudian terlihat sebagai kaki-tangan aparat setempat dan orangnya gabener-wagabener sendiri.

Kok bisa, kok tahu sih? Seorang netizen iseng mencari nama Tamran di FB, dan menemukan profil dengan nama serta wajah yang mirip dengan warga yang ramai dibicarakan tersebut. Mudah-mudahan saja FBnya belum ditutup, akan terlihat foto-fotonya yang sangat menunjang untuk kita dapat menyimpulkan bahwa dia adalah orang Anies.

Luarbiasa Anies, tidak diragukan lagi kelihaiannya dalam mengeksploitasi dan menunggangi punggung wong cilik untuk memuaskan nafsu politiknya. Sebuah skenario matang disiapkan untuk menghasilkan cerita heroik dan melankolis dengan peran utama bambu.

Kayaknya mending gitu aja deh.

(Mpok Desy, seword.com)

Comments
0 Comments

0 comments