Infomenia

Kamis, 05 Juli 2018

Bikin Bangga! Aksi Viral 6 Bocah Patungan demi Obati Kucing Luka ke Dokter Hewan

 Aksi Viral 6 Bocah Patungan demi Obati Kucing Luka ke Dokter Hewan

Infomenia.net - Aksi enam anak-anak di Blitar, Jawa Timur, berikut ini bisa menjadi contoh bagi anak lainnya. Mereka menemukan seekor kucing yang terluka dan membawanya ke klinik hewan. Hal yang patut diacungi jempol karena mereka patungan untuk membayar biaya pengobatannya.

Aksi mereka itu dibagikan dalam posting-an status oleh Sekar Yudhya di akun Facebook-nya dan menjadi viral hingga dibagikan lebih dari 1.000 kali. Sekar, yang berprofesi sebagai dokter hewan di Blitar, menceritakan aksi keenam bocah itu.

"Pasienku siang ini. 6 anak membawa seekor kucing ke klinik dengan 'gledekan'. Si kucing katanya jatuh ke sungai. Mereka patungan dari uang saku lebaran untuk membawa si kucing ke drh. Dan aku gk tega menerima pembayaran dari mereka. Melihat anak2 ini sayang ke hewan dan usahanya membawa sdh cukup senang hatiku," tulis Sekar, seperti dilihat detikcom pada Kamis (5/7/2018).

Kepada detikcom, Sekar mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (2/7) lalu. Klinik tempatnya bekerja didatangi keenam anak yang membawa seekor kucing dalam kondisi terluka.

"Mereka membawa kucingnya itu dari sungai. Jalan kaki ke tempat saya. Enam anak itu ada yang kelas 4 SD dan ada yang kelas 2 SMP. Mereka bilang kasihan sewaktu lihat kucingnya," ujar Sekar saat berbincang.


Screenshot FB Sekar
Screenshot FB Sekar Foto: Dok. Facebook Sekar Yudhya

Hal lain yang membuat kagum adalah mereka tak hanya membawa kucing itu ke klinik. Mereka patungan dari tabungan masing-masing untuk dapat membayar biaya pengobatan kucing terluka tersebut. Namun Sekar menolak pemberian uang enam anak itu.

"Biayanya (pengobatan) Rp 90 ribu. Uangnya ada yang dari angpao Lebaran, ada yang dari celengan. Saya tolak pembayarannya," kata Sekar.

Sayang, kucing tersebut tak dapat tertolong. Sekar mengatakan, setelah kucing itu mati, anak-anak tersebut melakukan doa bersama hingga 'bancakan' ke tetangga sekitar. Uang Rp 90 ribu yang semula hendak digunakan untuk membayar Sekar digunakan mereka untuk membeli bahan bancakan (kenduri).

"Mereka beli nasi ramesan. Sama teh. Kata mereka harus dibancakin dan didoakan agar tenang di sana. Saya juga dapat. Anak-anak yang manis," ujarnya.(detik.com)

Comments
0 Comments

0 comments