Infomenia

Minggu, 22 April 2018

Perintah Puasa Bicara dari SBY Ternyata Ada yang Membocorkan, Ini Pernyataan Lengkap Roy Suryo

 Hasil gambar untuk sby larang roy suryo bicara

Infomenia.net - Waketum Partai Demokrat (PD) Roy Suryo akan melaksanakan larangan perintah bicara dari Ketum PD Susilo Bambang Yudhyono (SBY) dengan sepenuh hati. Roy akan fokus melaksanakan tugasnya sebagai anggota Komisi I DPR RI.

"Melaksanakan perintah ketua umum tersebut memang saya lakukan dengan sepenuh hati, karena memang demikianlah yang seharusnya terjadi (tanpa perlu saya tanyakan lagi kepada Beliau "Mengapa hal tersebut dilakukan, Apa alasannya, dan sebagainya." Karena justru ini saya anggap sebagai sikap 'ngemong' (pembinaan) yang sangat baik dari Bapak SBY selaku Ketum Partai terhadap semua kadernya, sehingga saya haturkan terima kasih," kata Roy kepada detikcom, Sabtu (21/4/2018).

Berikut pernyataan lengkap Roy Suryo tanpa editan dari redaksi:
Terimakasih atas konfirmasinya, mas.
 
Sebenarnya saya tidak mau menulis ini, namun semenjak Siang hingga saat ini HP, WA maupun SMS saya terus2-an berdering dari banyak (sekali) rekan2 Media yg ingin mendapatkan Penjelasan ttg Kabar yg beredar dan sudah termuat di beberapa media sbb :

1. Benar bahwa saya mendapatkan Pesan langsung berupa WA dari Ajudan Bapak SBY Hari Sabtu 21/4 pukul 14.38 dan 15.02. Saat itu juga -sebagai Kader Partai yg sangat tahu Fatsun dan Etika Organisasi- langsung saya Jawab *Siap, Pesan diterima dengan baik dan Dilaksanakan. Terimakasih"

2. Sikap saya yg langsung menerima dengan baik dan Melaksanakan Perintah Ketua Umum tsb memang saya lakukan dengan sepenuh hati, karena memang demikianlah yg seharusnya terjadi (tanpa perlu saya tanyakan lagi kepada Beliau "Mengapa hal tsb dilakukan, Apa alasannya, dsb" karena justru ini saya anggap sebagai Sikap "ngemong" (pembinaan) yg sangat baik dari Bapak SBY selaku Ketum Partai terhadap semua Kadernya, sehingga saya haturkan Terimakasih.

3. Namun yg justru menarik, Pesan WA tsb sebenarnya hanya terkirim kepada 3 (tiga) Nama dalam tujuan: Saya, SekJend (Hinca Pandjaitan) dan Kadivkomlik (Imelda Sari), sehingga secara teknis tidak mungkin "bocor" kepada pihak2 lain, kecuali kepada 3 nama yg disebut dan dikirim oleh Ajudan Bapak SBY. Uniknya pada pukul 16.45 saya mulai menerima WA, SMS dan bahkan banyak telpon dari Rekan2 Media yg "mempertanyakan" hal tsb sampai sekarang.

4. Menurut sumber yg menyampaikan ke saya, ternyata ada yg (sengaja) "membocorkan" pesan -yg seharusnya bersifat Internal dari Pak SBY ke 3 Kadernya- tersebut dan bahkan dikirim ke WA Group Teman2 Wartawan sehingga beredarlah Pesan Internal Partai Demokrat ke Media dan membuat HP, WA bahkan SMS saya tidak berhenti menerima pesan dan (miss) Call, meski saya bertahan awalnya untuk tidak menjawab apapun, Selain hanya mengirim Emoticon "senyum".

5. Jadi sekalilagi soal Arahan (yg bersifat "ngemong" / pembiinaan) dari Pak SBY itu sekalilagi saya malah berterimakasih dan mengapresiasi sebagai sebuah bentuk Komunikasi yg baik secara internal dan Tidak perlu dipertanyakan "apa masalahnya" karena memang sudah sesuai Fatsun partai, namun "Pembocor" internal di Partai Demokrat ini yg berbahaya, karena sebuat Pesan internal (dari pak SBY) saja bisa "bocor" kemana2, bahkan sampai WA Group Wartawan.

Tambahan :
Memang secara kebetulan dalam Seminggu kedepan saya akan menunaikan tugas selaku Anggota Komisi-1 DPR-RI di luar Indonesia, jadi memang "sementara waktu" Mohon pamit dulu dari rekan2 media, Terimakasih dan Sampai jumpa.

KRMT Roy Suryo
Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat
Anggota Komisi-1 DPR-RI


(detik.com)

Comments
0 Comments

0 comments