Infomenia

Senin, 30 April 2018

Deklarasikan Prabowo Sebagai Presiden Pilihan Buruh, Gaji Pegawai Sudah Dibayar Belum?

 Hasil gambar untuk buruh may day

Infomenia.net - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, ada 150.000 buruh se-Jabodetabek yang akan ikut aksi unjuk rasa di sekitar Kompleks Istana Kepresidenan dalam May Day. Ada tiga tuntutan yang akan mereka sampaikan dalam aksi tersebut. Tuntutan pertama adalah menurunkan harga beras, listrik, BBM, dan bangun ketahanan pangan dan ketahanan energi. Kedua, menuntut pemerintah menolak upah murah, mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, dan merealisasikan 84 item Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Ketiga, tolak tenaga kerja asing, buruh kasar dari China, cabut Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang TKA. Plus-nya adalah hapus outsourcing dan pilih presiden 2019 pro-buruh.

Aksi ini akan dimulai dengan berkumpul di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, sekitar pukul 10.00. Setelah itu, berbagai serikat buruh akan bergerak menuju Kompleks Istana Kepresidenan dan melakukan aksi hingga siang hari. Dan ujung-ujungnya adalah mereka akan deklarasi Prabowo Subianto sebagai Pesiden pilihan buruh.

100.000 adalah anggota KSPI, 50.000 gabungan serikat-serikat buruh yang lain. 150.000 buruh itu dari Jabodetabek akan aksi di depan Istana. Khusus KSPI, dari Istana sekitar jam 13.00, itu bergerak ke Istora Senayan, sekitar 100.000 orang ya. Di Istora, kami akan deklarasi calon presiden yang didukung buruh, yaitu Prabowo Subianto.




Saya kok rasanya ingin tertawa ngakak. Oke, mari kita bahas dari poin yang pertama soal penurunan harga beras. Saya tanya deh, apakah harga beras betul-betul naik sesignifikan itu sampai masyarakat susah membeli? Kok saya bilang tidak seperti itu. Fluktuasi naik turunnya harga beras masih sangat wajar. Lha mereka ini buruh yang selalu ingin sejahtera dan dibayar mahal kan? Pernah tidak mereka berpikir bahwa petani yang menanam padi dan semua orang yang terlibat dari mulai ngurus benih sampai beras siap dijual dan dinikmati masyarakat itu juga butuh dibayar layak dan pekerjaannya dihargai. Apa kalau kerja di pabrik itu jauh lebih lelah daripada yang bekerja di sawah? Kok aneh selalu bicara ingin sejahtera tapi melupakan orang-orang yang juga butuh disejahterakan.

Kedua selalu meminta upah tidak murah. UMR buruh ini sebetulnya sudah cukup disesuaikan dengan kota tempat mereka tinggal. Sekarang kita tanyakan dulu mereka ini sudah hidup sesuai dengan upah yang diterima atau memaksakan gaya hidup yang sebetulnya mereka tidak bisa jalani? MIsalnya beli motor, bolak balik beli pakaian, handphone yang terlalu mentereng, dan sebagainya. Banyak kok buruh yang hidup dengan wajar dan bersahaja juga bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai tinggi. Ini jaman di mana memang Anda nggak bisa hanya bergantung pada satu pekerjaan saja untuk sumber pendapatan. Selama itu halal, kerjakan. Lakukan hal-hal kreatif. Cukup dan tak cukup itu relatif. Ini sama dengan gaji pegawai negeri, swasta, buruh, apapun. Justru kalau mau mengeluh itu lho banyak guru-guru di sekolah kecil ataupun pekerja kasar informal yang malah hidup sangat pas-pasan dan tidak punya asuransi maupun jaminan ketenagakerjaan. Ini masih jadi PR buat kita semua.

Ketiga, tolak tenaga kerja asing, buruh kasar dari China. Kenapa harus spesifik dari Cina? Sebetulnya lebih tepat kalau Anda minta Pemkab dan Pemprov setiap daerah untuk menegakkan aturan mengenai ketenagakerjaan sesuai aturan terbaru. Pengawasan itu penting. Di satu sisi coba kinerja kalian juga ditingkatkan. Kenapa banyak perusahaan lebih senang mempekerjakan tenaga kerja asing?

Yang paling lucu adalah mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai Presiden pilihan kaum buruh. Sebentar, kalian tahu nggak kalau pegawai-pegawainya ada yang demo karena gaji mereka belum dibayar? Lho ini teman-teman kalian sendiri lho. Kalian yakin kalau cuma urusan bisnis sendiri saja carut marut suatu hari jadi Presiden akan memperjuangkan nasib kalian dengan baik.

Saya itu kasihan kalau buruh cuma dijadikan alat politik oleh mereka yang menyebut dirinya presiden serikat macam Said Iqbal ini. Tahun lalu mereka juga yang membakar bunga di Balaikota dengan alasan bersih-bersih. Hari ini Ahok sudah tak di Balaikota yang jadi sasaran langsung ke Istana. Kelakuan oh kelakuan.. (rahmatika.seword.com)

Comments
0 Comments

0 comments