Infomenia

Sabtu, 31 Maret 2018

Video Rachel Maryam "Semua Serba Impor" Dikritik Habis Oleh Politisi PDIP. Begini Kalimat Menohoknya

 Hasil gambar untuk rachel maryam

Infomenia.net - -Video parodi "Semua Serba Impor" yang diunggah oleh akun Twitter Partai Gerindra, mendapat kritik dari PDIP.

Video itu berkisah harga-harga sayur dan lauk pauk yang mahal.

Bahkan harga daging mencapai Rp 200 ribu.
Di video itu disebutkan kalau harga yang mahal itu karena serba impor.

Menanggapi hal itu, Anggota Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari mengaku prihatin dengan video parodi yang diunggah ke publik.

Menurutnya ada logika yang keliru dari video parodi tersebut.

"Saya prihatin dan kaget sih, kok ada logika bahwa impor bikin harga mahal? Sementara impor adalah intervensi sisi suplai agar tidak ada kelangkaan barang sehingga harga tidak tinggi. Jadi, jika tidak impor, harga akan lebih tinggi lagi. Jadi ada logika yang salah di situ. Jadinya parodinya agak menyesatkan. Enggak asyik," ujar Eva ketika dikonfirmasi, Rabu (28/3/18).

Eva yakin pembuatan video parodi itu bermuatan politis, apalagi dimunculkan ke publik menjelang Pemilu 2019.

Selain itu, ia juga mengkritik lokasi pengambilan video di Rumah Jabatan Anggota (RJA) Kalibata yang seharusnya kompleks itu tidak boleh digunakan untuk kegiatan kampanye.

"Politisi itu tidak mungkin tanpa agenda politik kecuali pindah profesi jadi pelawak apalagi di tahun politik. Tahu sama tahulah," ucapnya.

"Tapi kalau Bu Rachel menikmati dan happy dengan lakon yang demikian ya gimana lagi? Kita dipaksa untuk maklum," pungkas Eva.

Sebelumnya, video parodi yang diperankan oleh Anggota Fraksi Gerindra Rachel Maryam beredar luas di media sosial.

Rachel berperan sebagai ibu rumah tangga yang berbelanja ke seorang penjual sayur dan daging.

kumparan (kumparan.com) menanyakan soal video itu ke Rachel.

Menurut Rachel, video itu diambil pekan lalu di Kompleks Rumah Jabatan Anggota (RJA) Kalibata.

"Sebenarnya ini video parodi untuk lucu-lucuan saja. Supaya suasana tidak tegang terus," kata Rachel.(kumparan.com)

Comments
0 Comments

0 comments