Infomenia

Senin, 12 Maret 2018

Bela Anies-Sandi soal Jalan Jatibaru, Jawaban Ratna Sarumpaet Bener-bener Bikin Gregetan




Infomenia.net - Aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet mengomentari protes sejumlah pihak terhadap kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno menutup Jalan Jatibaru untuk PKL berjualan.

Ratna menduga, yang melayangkan protes adalah orang-orang memiliki kepentingan dan mungkin tidak mewakili warga atau pihak yang dirugikan dari penutupan Jalan Jatibaru.

"Iya nggak apa-apa (ada protes). Itu tantangan (buat Anies-Sandi). Yang ribut-ribut itu mungkin sisa masa lalu," kata Ratna kepada NNC di Jakarta, Kamis (8/3/2018).

"Jadi yang aku mau katakan orang-orang yang ribut-ribut itu bisa saja orang-orang suruhan belum tentu untuk kepentingan orang-orang yang memang menjadi teralihkan akibat penutupan jalan tersebut," ujarnya.

Pasalnya, lanjut ibu dari artis cantik Atiqah Hasiholan ini, Anies-Sandi baru menjabat sebagai pemimpin ibukota, jadi harusnya diberi kesempatan untuk menuntaskan apa yang menjadi program kerja mereka.

"Kasih waktu, baru 100 hari ribut amat. Mereka (Anies-Sandi) itu menggerakkan sana sini itu nggak mudah juga, bukan mereka mau juga ngotot ngotot-ngototan, tapi kita lihat juga, apa sih, ujungnya ini apa," ucap Ratna.

"Jadi apa yang dilakukan (Anies-Sandi) saya pikir rakyat Jakarta harus sabar, karena ada yang harus diselesaikan," jelas wanita yang juga berprofesi sebagai seniman ini.

Sebelumnya diberitakan, kebijakan Anies menutup Jalan Jatibaru, Tanah Abang dan dijadikan lokasi berjualan PKL, menuai kritik dari beberapa pihak karena dianggap melanggar sejumlah aturan.

Adapun sejumlah aturan yang diduga dilanggar Anies, yakni, pertama, Pasal 25, 27, 61 Peraturan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Kedua, Pasal 25, 28 dan 275 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ketiga, Pasal 63 Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

Sejumlah aksi unjuk rasa digelar, baik itu oleh warga yang bermukim di kawasan tersebut, hingga sopir angkot yang beroperasi di kawasan Pasar Tanah Abang yang merasa dirugikan dengan kebijakan Anies.

Tak hanya itu, PKL di wilayah lainnya juga sempat meminta diistimewakan seperti PKL Tanah Abang yang difasilitasi berjualan di badan jalan.

DPRD DKI juga tidak tinggal diam. Mereka mengkritik kebijakan Anies dalam menata Tanah Abang. Hingga berencana menggunakan hak interpelasi untuk meminta penjelasan Anies yang mengizinkan PKL berjualan di badan jalan.

Terakhir, Anies dipolisikan oleh Cyber Indonesia terkait kebijakan tersebut. Dan mantan Rektor Universitas Paramadina itu juga disomasi oleh sopir angkot Tanah Abang. Mereka meminta Jalan Jatibaru kembali dibuka untuk umum.(netralnews.com)

— Terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, Setya Novanto, membantah melakukan rekayasa saat dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Menurut dia, saat itu dia benar-benar sakit akibat kecelakaan. Novanto mengatakan, saat itu dia memang membutuhkan perawatan melalui infus. Dia membantah menggunakan jarum infus yang biasa digunakan untuk anak-anak. "He-he-he, masa infus anak-anak?" kata Novanto saat ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (12/3/2018). Setya Novanto diduga berpura-pura sakit saat dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Upaya itu diduga dilakukan untuk menghindari penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Baca juga: Saat di Rumah Sakit, Setya Novanto Dipasangi Jarum Infus untuk Anak-anak) Dua orang yang diduga merekayasa data medis Setya Novanto adalah advokat Fredrich Yunadi dan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo. Hal itu sebagaimana diungkapkan jaksa dalam surat dakwaan terhadap Bimanesh yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ditanya soal Gunakan Jarum Infus Anak-anak, Ini Jawaban Setya Novanto", https://nasional.kompas.com/read/2018/03/12/12161251/ditanya-soal-gunakan-jarum-infus-anak-anak-ini-jawaban-setya-novanto.
Penulis : Abba Gabrillin
Editor : Bayu Galih
— Terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, Setya Novanto, membantah melakukan rekayasa saat dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Menurut dia, saat itu dia benar-benar sakit akibat kecelakaan. Novanto mengatakan, saat itu dia memang membutuhkan perawatan melalui infus. Dia membantah menggunakan jarum infus yang biasa digunakan untuk anak-anak. "He-he-he, masa infus anak-anak?" kata Novanto saat ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (12/3/2018). Setya Novanto diduga berpura-pura sakit saat dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Upaya itu diduga dilakukan untuk menghindari penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Baca juga: Saat di Rumah Sakit, Setya Novanto Dipasangi Jarum Infus untuk Anak-anak) Dua orang yang diduga merekayasa data medis Setya Novanto adalah advokat Fredrich Yunadi dan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo. Hal itu sebagaimana diungkapkan jaksa dalam surat dakwaan terhadap Bimanesh yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ditanya soal Gunakan Jarum Infus Anak-anak, Ini Jawaban Setya Novanto", https://nasional.kompas.com/read/2018/03/12/12161251/ditanya-soal-gunakan-jarum-infus-anak-anak-ini-jawaban-setya-novanto.
Penulis : Abba Gabrillin
Editor : Bayu Galih
— Terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, Setya Novanto, membantah melakukan rekayasa saat dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Menurut dia, saat itu dia benar-benar sakit akibat kecelakaan. Novanto mengatakan, saat itu dia memang membutuhkan perawatan melalui infus. Dia membantah menggunakan jarum infus yang biasa digunakan untuk anak-anak. "He-he-he, masa infus anak-anak?" kata Novanto saat ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (12/3/2018). Setya Novanto diduga berpura-pura sakit saat dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Upaya itu diduga dilakukan untuk menghindari penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Baca juga: Saat di Rumah Sakit, Setya Novanto Dipasangi Jarum Infus untuk Anak-anak) Dua orang yang diduga merekayasa data medis Setya Novanto adalah advokat Fredrich Yunadi dan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo. Hal itu sebagaimana diungkapkan jaksa dalam surat dakwaan terhadap Bimanesh yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ditanya soal Gunakan Jarum Infus Anak-anak, Ini Jawaban Setya Novanto", https://nasional.kompas.com/read/2018/03/12/12161251/ditanya-soal-gunakan-jarum-infus-anak-anak-ini-jawaban-setya-novanto.
Penulis : Abba Gabrillin
Editor : Bayu Galih

Comments
0 Comments

0 comments