Infomenia

Jumat, 22 Desember 2017

TGUPP Dibatalkan Kemendagri, Anies Langsung Ngomel Ngomel Sampai Singgung Nama Jokowi, Ahok Dan Djarot Begini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (16/12/2017).

Infomenia.net -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Kementerian Dalam Negeri menghapus nama Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan ( TGUPP) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2018.

"Memang ada keanehan di sini. Dicoret bukan dananya, TGUPP-nya," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/207).

Anies mengatakan, hal itu disampaikan Kemendagri dari lampiran review yang diterima Pemprov DKI Jakarta hari ini.


Anies mengatakan, alasan penghapusan TGUPP oleh Kemendagri karena keberadaan TGUPP dianggap sebuah kesalahan. Namun Anies tak menjelaskan lebih jauh kesalahan apa yang dimaksud.

Anies menyampaikan, hal wajar jika Kemendagri me-review jumlah anggota dan anggaran untuk TGUPP. Namun, Anies menggap aneh Kemendagri sampai harus menghapus TGUPP yang telah ada sejak era Gubernur Joko Widodo, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama, dan Djarot Saiful Hidayat. Guna membahasa hal tersebut tim dari Pemprov DKI akan menemui tim dari Kemendagri, Jumat besok.

"Lain kalau kita bicara tentang jumlah anggarannya, personalia. Kalau ini enggak, TGUPP-nya (dihapus). Dianggap salah tempat macam-macam. Saya bawa pulang tuh dokumennya, kami hanya hanya terima lampirannya," ujar Anies.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri menyebutkan hanya mengevaluasi anggaran TGUPP pada APBD DKI Jakarta 2018. Pelaksana Tugas Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Syarifuddin mengatakan, Kemendagri merekomendasikan dana itu dianggarkan dalam dana operasional gubernur.


"(Dana TGUPP) tidak diposkan. Kalau seandainya masih tetap dalam satu tim, maka itu seharusnya menggunakan biaya penunjang operasionalnya kepala daerah," ujar Syarifuddin saat dihubungi, Kamis siang.kompas.com

Comments
1 Comments

1 comments

28 Desember 2017 06.15 Delete comments

Jaman Jokowi-Ahok-Djarot... setahu saya... 'TGUPP' alias 'Staf Ahli' alias 'Magang/Internship' jumlahnya sedikit, multi-tasking, multi-talent, anak muda semua, dan pintar-pintar. Diadakan untuk mengimbangi kerja super cepat three-musketeer dan sebagai jembatan komunikasi aplikasi dengan para PNS Pemprov DKI. Dibayar dari dana operasional Gubernur pula... inclusive! Nah... kalau kerja pemimpin sekarang lambat dan jalan di tempat... serta suruh-suruh bawahan yang cari solusinya... ngapain perlu TGUPP?? Mikir!!

Reply
avatar