Infomenia

Kamis, 28 Desember 2017

Terbongkar, Ada Campur Tangan Politisi Saat Penataan PKL Tanah Abang, Jangan Kaget Ini Dia Orangnya........

Penataan Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Infomenia.net -Seminggu setelah penataan tahap satu kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, para pedagang yang menempati Gedung blok G mengeluhkan sepinya pengunjung. Hal ini lantaran hanya sebagian pedagang yang boleh menempati tenda-tenda PKL yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Akibat PKL berjualan di jalanan, beberapa toko di Pasar Blok G sampai gulung tikar karena tak mendapatkan pemasukan. Imam, 46, seorang pedagang mengaku tidak mendapatkan tenda. Padahal dia telah mempunyai KTP DKI Jakarta sejak tahun 1989. Pria asal Madura ini mengatakan, berdasarkan info yang beredar dari pedagang-pedagang lain, mereka akan ditawarkan tenda pada penataan tahap dua nantinya.
"Katanya sih tahap satu ini buat pedang yang disana dulu, nanti penataan tahap dua baru kita dapat bagian tapi saya juga gak tau kapan. Memang yang ditawarin itu harus KTP DKI, tapi saya yang punya KTP DKI engga ada jugabyang nawarin, padahal sudah pindah KTP dari tahun 1989 sudah puluhan tahun," kata Imam.
Haji Lulung dan Gubernur DKI Anies Baswedan saat meninjau Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Haji Lulung dan Gubernur DKI Anies Baswedan saat meninjau Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Istimewa)
Bahkan, hal mengejutkan diungkapkan Imam, para pedagang yang mendapatkan tenda disepanjang jalan Jati Baru Raya itu adalah orang-orang yang dekat dengan Wakil Ketua DPRD DKI, Abraham Lunggana atau akrab disapa Haji Lulung. Nantinya, lanjut ditambahkannya, setelah mendapatkan tenda, maka akan terjadi transaksi sewa menyewa tenda.
"Itu yang dapat tenda rata-rata anak buahnya Hj Lulung, kan dia yang koordinir makanya waktu itu kesini. Orang-orang nya dikasih dulu, nanti kalau sudah dapat disewakan lagi. Sekarang blok G sudah dilupakan, kita bukan prioritas lagi disini," tandasnya.
Dari pantauan JawaPos.com, Gedung Pasar Blok G Tanah Abang terlihat sepi pengunjung. Lantai satu masih dipenuhi pedagang namun jarang terlihat aktifitas jual beli. Sementara di lantai dua lebih parah karena banyak kios yang kosong.
Beberapa kios terlihat kosong dan hanya menyisakan papan nama toko mereka dan dilantai tiga. Tidak ada satu pun kios toko terlihat, tangga eskalator mati seperti bangunan yang tak berpenghuni.
Sepinya pengunjung juga dikeluhkan pedagang pakaian Gedung Blok G lantai 2, Emi, 39. Dia mengaku daganganya sepi pembeli sejak dilakukan penataan Kawasan Tanah Abang. Wanita paruh baya ini mengatakan, tak ada satu pun pedagang di blok G yang mendapatkan tenda.
"Sepi, liat aja nih sendiri. Boro-boro mau dapat tenda, ditawarin aja engga. Ini kios-kios yang kosong bukannya pindah ke tenda tapi mereka sudah malas jualan. Tunggu dapat tenda aja baru jualan, kalau kaya saya tetap buka sama aja bohong Kan capek sendiri," kata wanita asal Sumatera ini.
(eve/JPC)

Comments
0 Comments

0 comments