Infomenia

Kamis, 21 Desember 2017

Nah Loo, Anies-Sandi Puyeng di Akhir Tahun 2017 Saat Dikerjain Lima Anak Buahnya, Diantaranya.....

Ini Lima Kesalahan Anak Buah yang Bisa Bikin Anies-Sandi Puyeng di Akhir Tahun 2017

Infomenia.net -Anak buah Anies Baswedan-Sandiaga Uno di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, dinilai bekerja kurang baik di akhir tahun 2017.
Inilah lima kesalahan yang dibuat para pejabat dan PNS yang bisa bikin Anies-Sandi pusing:
1. e-Katalog Tak Aktif Imbas Koordinasi Buruk
Koordinasi antara Sekda DKI Jakarta Saefullah dan Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa DKI (BPPBJ DKI), Indarstuty Rosari Okita buruk, terkait e-katalog daerah.
Imbasnya, pembelian bangku dan kursi untuk 118 sekolah di Jakarta gagal karena e-katalog DKI tak aktif.
Saefullah tak mau tanda tangan pembelian mebel lewat e-katalog, karena merasa tak ikut campur dalam penyusunan e-katalog.
Sedangkan Indrastuty tak punya inisiatif mengambil alih tanggung jawab pembelian lewat e-katalog.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik menyebut sudah saatnya Kepala BPPBJ DKI diganti.
"Itu berarti dia tak paham apa yang semestinya dia lakukan. Kan tinggal minta surat pemberian delegasi atau pelimpahan wewenang saja ke Sekda itu sebenarnya," kata Taufik.
2. Tak Lakukan Lelang Dini
Kepala BPPBJ DKI Indrastuty Rosari Okita sama sekali tak melakukan lelang dini, dengan alasan Perda APBD 2018 belum disahkan.
Akibatnya, lelang dini penyediaan makan RSUD, panti asuhan, dan penyedia jasa seluler-internet di seluruh instansi, tak dilakukan di akhir tahun 2017.
Imbasnya, awal 2018 nanti pasien RSUD dan anak panti asuhan terancam tak makan, dan internet di semua instansi mati. Sebab, kontrak dengan penyedia lama habis di Desember 2017.
"Ini fatal sekali. Buruk sekali kinerja BPPBJ. Memang harus diganti ini Kepala BPPBJ," ujar Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik.
3. Perintah Tak Didengar
Kasus Diskotek MG tertangkap basah memproduksi sabu, menunjukkan ketidakpatuhan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI (Disparbud DKI) terhadap perintah Anies-Sandi.
Sejak kasus Alexis mencuat, Anies-Sandi sudah meminta Disparbud DKI mengawasi dan menelusuri seluruh izin diskotek yang habis.
Tapi, Diskotek MG tak juga ditindaklanjuti, padahal Sudinparbud Jakbar sudah tahu rekam jejak diskotek tersebut.
Sebab, sejak 2016 seksi pengawasan di Sudinparbud Jakbar sudah mengetahui izin Diskotek MG habis dan tak pernah diperbarui.
"Itu Kadisparbud dan bidang pengawasan harus dicopot semua. Terutama kepala bidang pengawasannya, Tony Bako, harus dicopot itu," ucap anggota Komisi B DPRD DKI Prabowo Soenirman.
Kepala Bidang Pengawasan Disparbud DKI Tony Bako, pasrah dengan nasibnya dan menyerahkannya ke pimpinan.
4. Serapan APBD Rendah
Serapan APBD Pemprov DKI tahun 2017 masih 67 persen. Angka itu pun didominasi belanja pegawai yang merupakan pembayaran gaji pegawai.
Penyebab serapan rendah adalah proyek fisik yang terlambat, sehingga belum bisa dibayarkan.
Sekretaris Komisi A DPRD DKI Syarif menyebut hal itu lantaran PNS DKI tak punya nyali.
"Makanya penghitungan skema TKD itu harus diubah. Komponen serapan harus diperbesar di penghitungan TKD. Sekarang komponen serapan cuma 20 persen, harusnya 40 persen itu," tutur Syarif.
5. Lengah Soal Banjir
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berulang kali harus turun ke lokasi banjir, karena viral di media sosial (Medsos).
Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan menganggap hal ini bukan masalah, karena banjir lenyap dalam waktu kurang dari 3,5 jam di seluruh titik.
Genangan terjadi di sekitar Perindustrian Pulogadung dan sekitar Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (12/12/2017)..
Genangan terjadi di sekitar Perindustrian Pulogadung dan sekitar Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (12/12/2017).. (Warta Kota/Joko Supriyanto)
Padahal, ada beberapa kesalahan yang dibuat Dinas SDA, antara lain tak sigap di titik rawan banjir saat hujan deras, pompa mati yang tak ditangani, serta kebersihan gorong-gorong dan tali air tak dijaga.
Makanya Anies Baswedan menganggap ini masalah, dan membahasnya berkali-kali di rapat pimpinan. (wartakota)

Comments
0 Comments

0 comments