Infomenia

Minggu, 02 April 2017

Infomenia.net -Pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, menanggapi aksi 313 dengan kalimat "Ndak seneng saya (Tidak suka saya)."
Dari pernyataan itu, ia mengungkapkan alasannya mengatakan pernyataan di atas.
Terlihat dari telewicara dengan Kompas TV, Rabu (29/3/2017) petang, dengan tegas Said Aqil menanyakan soal FUI.
"Pertama, FUI sendiri itu siapa? Ormas apa? Ormas yang mengatasnamakan forum umat Islam, umat Islam yang mana?" ujar Said Aqil Siradj.
"Yang kedua, yang namanya demonstrasi mengatasnamakan agama itu rawan dengan penyimpangan, sehingga agama hanya dijadikan alat untuk politik, tujuan politik dengan membawa-bawa Tuhan," tambah Ketum PBNU itu.
Ia pun menegaskan NU sama sekali tidak di bawah FUI.
"NU tidak pernah merasa terdaftar menjadi bawahannya, anteknya FUI," tegasnya.
Menurutnya, dengan jumlah anggota yang lebih dari 60 ribu, NU merasa tidak pernah mendaftar atau tergabung pada FUI.
Massa aksi demonstrasi pada Jumat (31/3/2017) atau disebut Aksi 313 mulai bergerak dari Masjid Istiqlal menuju Istana Negara melewati Jalan Medan Merdeka Timur.
Massa aksi demonstrasi pada Jumat (31/3/2017) atau disebut Aksi 313 mulai bergerak dari Masjid Istiqlal menuju Istana Negara melewati Jalan Medan Merdeka Timur. (KOMPAS.com/NURSITA SARI)
Said Aqil Siradj juga menegaskan Aksi 313 tidak relevan digelar.
Apalagi aksi ini berkaitan erat dengan Pilkada DKI Jakarta.
Said Aqil Siradj menegaskan hal sederhana, yakni jika tidak suka dengan pasangan calon (paslon), maka seharusnya rakyat tak perlu memilih paslon tersebut.
• Terus Didemo, Ternyata Ahok Tidak Berkutik di Aksi 313, Entah Bosan atau Menyerah
Barisan polwan di aksi damai 4 November 2016 (Kompas TV)
"Siapa yang tidak senang Ahok, jangan pilih Ahok. Yang nggak senang Anies (Anies Baswedan), jangan pilih Anies. Ngapain sih harus demo?" ujar Said Aqil Siradj.
"Bukan saya membela Ahok, tidak!" tambahnya.
Seperti diketahui, Forum Umat Islam (FUI) akan menggelar aksi unjuk rasa yang dinamakan Aksi 313 atau 31 Maret.
Aksi yang digelar pada Jumat (31/3/2017) itu menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberhentikan Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang berstatus terdakwa kasus penodaan agama. (*)

Comments
0 Comments

0 comments