Infomenia

Jumat, 07 April 2017

Bikin Berkesan, Cerita Guru SD Ahok yang Tak Segan Hukum Muridnya



Infomenia.net -Selain berziarah ke makam ayahnya, Indra Tjahaja Purnama, calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok juga mengunjungi gurunya semasa sekolah saat pulang kampung ke Belitung Timur, Kamis (6/4/2017).
Pertama, Ahok mengunjungi Nirwan.

Nirwan merupakan guru Biologi Ahok saat bersekolah di SMP Negeri 1 Gantong, Belitung Timur.

Melalui keterangan tertulis yang diterima wartawan, Ahok menjelaskan kunjungannya ke rumah Nirwan tak berlangsung lama.

Dia berpesan agar Nirwan menjaga kesehatan dengan berpikir positif.
Kemudian Ahok mengunjungi guru lainnya, Bondet.
Dia merupakan guru SD Ahok di Gantong.

Ahok memandang Bondet sebagai guru yang tegas dan tidak pandang bulu terhadap semua siswanya, termasuk kepada adik perempuan Ahok, Fifi.

Meskipun ayah Ahok merupakan penyumbang dana terbesar di sekolah tersebut, Bondet tak segan menghukum adik perempuan Ahok tersebut.

Bondet pernah menghukum Fifi dan teman-temannya itu dengan tidak menaikan mereka semua ke jenjang kelas berikutnya karena mereka terlibat tawuran.
Bondet memberikan hukuman kepada siswa dalam satu kelas itu.

"Makanya, ini model-model guru yang berani mendidik dengan kasih sayang, ini penting. Bagi saya, guru yang baik itu ya yang sampai kenal raut muka kita. Kita lagi sakit atau sehat, dia tahu atau enggak," kata Ahok.

Selain itu, Ahok juga menemui rekannya bernama Sakrie yang menderita prostat.
Ziarah ke makam ayah

Calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pulang kampung ke Belitung Timur, pada Kamis (6/4/2017).
Di sana, petahana itu menyempatkan waktu cuti kampanyenya untuk berkunjung ke makam ayahnya, Indra Tjahaja Purnama.

Dalam keterangan tertulis yang diterima oleh wartawan, Ahok menyebut Indra yang mendorong dirinya menjadi pejabat.

"Pesan Bapak saya menjadi pejabat itu pekerjaan yang mulia, karena menentukan nasib banyak orang. Sedangkan pengusaha hanya untuk dirinya sendiri," kata Ahok.
Selain itu, dia ingat pesan Indra mengenai pejabat dan pengusaha.
Semasa hidupnya, Indra meminta Ahok untuk tidak lagi menjadi pengusaha dan beralih menjadi pejabat.

Terlebih setelah perusahaan Ahok di Belitung Timur ditutup oleh pejabat setempat.
"Saya juga selalu ingat pesan Bapak, kalau orang miskin enggak menang lawan orang kaya, tapi orang kaya enggak akan menang lawan pejabat. Kalau kamu (Ahok) jadi pejabat, lawan mereka (pejabat) yang korup," kata Ahok meniru ucapan Indra kepadanya.
Dia mengatakan, perusahaannya bisa untung sampai Rp 1 miliar.

Hanya saja, uang itu tak mencukupi untuk menolong banyak orang.
Semasa hidupnya, kata Ahok, Indra kerap menolong warga yang kurang mampu.
Sehingga saat Indra meninggal dunia, dia meninggalkan banyak utang kepada Ahok.
Sebab, Indra kerap mengeluarkan cek.

Jika menjadi pejabat, maka uang untuk menolong warga dapat menggunakan APBD melalui program-program.
"Saya pernah ingin ke Kanada karena perusahaan saya ditutup. Tapi Bapak saya minta tetap di Indonesia, katanya, 'karena rakyat butuh kamu, Hok'," kata Ahok kembali menirukan ucapan ayahnya.

Selain itu, Indra juga mengajarkan kepada Ahok untuk tak membeda-bedakan satu sama lain.
"Makanya nama keluarga kami Tjahaja Purnama, karena cahaya matahari dan purnama itu enggak pernah memilih memberikan sinarnya pada siapa saja," kata Ahok.
Menurut informasi yang diterima dari Sekretaris Tim Pemenangan Ahok-Djarot, TB Ace Hasan Syadzily, Ahok tak menginap di kampung halamannya.
Setelah berziarah ke makam ayahnya, pada sore harinya, Ahok bertolak kembali ke Jakarta.

Comments
0 Comments

0 comments