Infomenia

Sabtu, 25 Februari 2017

Mengejutkan......Pengakuan Blak Blakan Pejabat Inspektorat Jendral Kemendikbud Tentang Anies Baswedan Saat Jadi Mendikbud



Infomenia.net -KESAKSIAN TENTANG ANIES BASWEDAN

Ibu Nina K. Sani ini adalah pejabat di inspektorat jendral Kemendikbud. Beliau tau benar seperti apa gaya Anies Baswedan sebagai pemimpin. Nih baca tulisannya, dan sebarkan agar kita tidak salah memilih.

"Awalnya saya tak mau menulis tentang hal ini. Bukan apa2, aku takut tulisanku dikaitkan dengan aura Pilkada Jakarta yang keras dan tajam.
Tapi setelah melihat kemenangan Paslon 3, aku berpikir ulang. 
Bukan aku tak suka apalagi benci kepada Paslon 3, aku hanya khawatir banyak orang 'salah membaca' dan 'terpengaruh' oleh penampilan dan gaya bicaranya yg santun dan cerdas n wajahnya yg disukai banyak ibu2 muda n tua.

Saat awal pak Anies jadi Mendikbud, dia selalu ke Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan & Kebudayaan utk rapat/ rapim. Kami sih senang aja, krn bisa foto-foto dengan Mendikbud baru yg ganteng. Apalagi aku termasuk yg mengusulkan ke temanku yg kenal Ring 1 agar Anies jd Mendikbud, jangan jadi Mensesneg atau Menseskab.

Tapi setelah sering dia datang untuk rapat, banyak pejabat eselon 2 yg tak suka karena pak Anies dianggap menteri muda yg tak tau apa-apa. Layaknya anak muda yg baru mulai kerja, pak Anies selalu bertanya dan berlindung di ketiak Irjen kami waktu itu, pak Haryono Umar (mantan Wk Ketua KPK).

Entah kenapa pak Haryono Umar tiba2 berhenti sbg Irijen, pdhl blm masanya. Beliau digantikan oleh (issuenya) teman pak Anies dari Bapenas. Walaupun ketika tes lelang jabatan ybs mendapat rangking 4, tapi kenyataannya ybs akhirnya terpilih menjadi irjen kami sampai sekarang (issuenya jg banyak masalah).

Selain itu, sejak pak Anies menjadi Mendikbud, dia banyak mengangkat pejabat eselon 1,2,3,4 yang notabene adalah teman-temannya. Hal ini membuat orang dalam Kemendikbud yang sudah puluhan tahun bekerja menjadi tidak bisa naik jabatan karena semua diisi oleh kroninya pak Anies.

Bahkan kantin yg biasanya murah utk kantong PNS, setelah direnovasi lalu diambil alih oleh adiknya pak Anies dan sejak itu dijadikan foodcourt yg harganya 2x lipat dari harga sblm direnov, sehingga sebagian besar pegawai memilih makan di kantin Itjen (samping FX) yg lebih murah.
Pada saat audit di salah satu satker, ada buku tebal berbahasa Inggris tentang budaya Indonesia untuk kalangan asing yg idenya berawal dari permintaan pak SBY di era Mendikbud pak Nuh. Cetakan pertama 2014 dengan kata pengantar dari pak SBY dan Pak Nuh. Waktu itu penerbitannya sempat terhambat di percetakan krn menunggu tanda tangan pak SBY. Tau2 thn 2015 masuk pak Anies sbg Mendikbud baru buku tsb dibuat cetakan ke-2 atas perintah pak Anies dgn sedikit penambahan isi. Anehnya, kata pengantar dari pak SBY dan Pak Nuh dihilangkan diganti dengan kata pengantar pak Anies. Seharusnya kalau memang mau dicetak ulang dan pak Anies mau terkenal, tidak boleh menghilangkan bukti sejarah. Kata pengantar dari pak SBY dan pak Nuh harus tetap dipertahankan, n bisa ditambah dengan kata pengantar dari pak Anies. Kalau melihat cetakan ke-2 yg isi dalamnya sama namun menghilangkan kata pengantar yg asli, ini namanya pemalsuan sejarah.

Belum lagi, sewaktu menjabat Mendikbud, pak Anies membawa 60 staf ahli dari luar, di mana setiap proyek harus melalui mereka dulu (spt mafia), baru ke pak Anies. Lucunya, ketika pak Anies diberhentikan, para staf ahli ini ikut berhenti tapi dengan membawa laptop dan mobil milik negara yang dipinjamkan ke mrk dan tidak dikembalikan, sampai para security ikut heboh mencari mereka; wkt itu hanya beberapa yg bisa diambil kembali. Waktu itu sempat akan diproses kasus tsb, tapi seiring waktu kasus ini menguap.
Itulah sepenggal cerita yg sdh menjadi rahasia umum karyawan Kemendikbud dan bukan hoax tentang pak Anies.

Sayangnya, banyak orang berharap dengan keluarnya pak Anies dari Kemendikbud, seharusnya para kroconya ikut keluar juga. Tapi ternyata tidak. Sampai sekarang mereka masih menjabat, bahkan adik pak Anies masih mengelola kantin Setjen.
Cerita lainnya Pak Anies itu memperkaya diri sendiri dgn perbaikan rumahnya yg skrg. Dia merubah anggaran seenaknya krn hrs bayar pengikut dg jmlh banyak (60 staf ahli) dan minta laptop utk setiap org dll. Sampe skrg laptop tsb ga balik. Mau merubah sholat jumatan bukan di mesjid Kemendikbud tp di aula, ditolak pengurus mesjid.

Aduh banyak lagi. Ada temuan Menteri Sri Mulyani mengenai data penerima sertifikasi yg ngawur. KIP salah sasaran. Menyebar angket lgs kpd guru di seluruh Indonesia tanpa melalui birokrasi utk meminta dukungan kpd para guru. Surat tsb membuat resah para guru n langsung melapor ke Direktorat di pusat. Ternyata para pejabat di direktorat ybs tidak tahu menahu ttg sebaran angket tsb. Ternyata angket tsb dikirim secara pribadi oleh Pak Anies selaku Mendikbud utk cari dukungan."

Comments
49 Comments

49 comments

25 Februari 2017 11.51 Delete comments

pak jokowi terkenal kejujuran dan pekerja keras, klo ada bawahannya yg diberhentikan tanpa alasan yg jelas pasti krn tdk ada kejujuran dan tidak bisa kerja.. itu artinya informasi ini pasti bukan hoax atau black campaign.. yg orng jkt hrs lebih hati2 dan hrs mencari informasi sebanyak banyaknya mengenai cagub ini, jgn cuma krn seagama tapi logika tidak kalian pakai.. Tuhan pasti akan menghukum dan membiarkan manusia menderita karena kebodohannya sendiri krn tdk menggunakan logika yg baik utk kesejahteraannya... klo cagub ini terpilih sdh bisa dipastikan akan lebih banyak lagi rakyat yg menderita.. skrg rakyat jkt di hadapkan kepada 2 pilihan, baik-benar, jujur-tdk jujur, korup-tdk korup, dan lain2.. baiknya kita melihat track record, hasil kerja dan kejujuran cagub yg sdh terbukti.. utk mencari informasi sperti ini bukan lagi hal yg sulit bukan..?

Reply
avatar
25 Februari 2017 13.37 Delete comments

Saya pribadi berdoa agar Bapak Anies menjadi gubenur DKI. Hal ini agar kita semua bisa mendapatkan perbandingan yang selevel. Bapak Ahok sendiri mengatakan bahwa seseorang akan terlihat kualitasnya ketika ia diberi kekuasaan. Apabila Bapak Anies tidak dapat menepati apa yang dijanjikan atau gagal, maka kita perlu mendorong Ahok untuk menjadi orang nomor 2 di negeri ini mendampingi Jokowi di tahun 2019. Seringkali kita perlu untuk mundur selangkah agar kita dapat melompat lebih jauh. Kebenaran sejati hanya milik Tuhan dan biarlah Ia sendiri yang menunjukkan semuanya pada waktunya. Kita perlu berdoa agar negeri ini selalu dalam lindungan dan berkat-Nya.

Reply
avatar
25 Februari 2017 13.54 Delete comments

Ya pantes kalo dipecat sama pak Jokowi kelakuannya minus

Reply
avatar
25 Februari 2017 14.53 Delete comments

Ternyata si anies lebih cocok dibilang "*Merawat Korupsi Penenun Kebangsaan*" << Buka mata wahai pendukung Paslon no.3

Reply
avatar
25 Februari 2017 15.56 Delete comments

Hmmmm... Ini berita beneran ya wah kalau beneran kacau juga dong...

Reply
avatar
25 Februari 2017 17.26 Delete comments

Skalipun itu brita bnr...knp baru skrg di paparkan....blm lma kasus korupsi pda wakil paslon 1 yg sprti dicari2 kslahannya...trs paslon 3 di laporkan KPK ats dsr tuduhan korupsi...tp smp skrg g ad klanjutannya lagi....jika smua itu bnr..pasti ad tindak lanjutnya....ga ada org yg bnr2 bersih dri dosa n khilaf..termasuk juga paslon No 2...yg sudah jls2 slh...ada buktinya...sudah jls2 jdi TERDAKWA...sudah jls2 di UU tertulis hrs d berhentikan...knp smp skrg msh bsa mnjabat jd Gubernur...jdi biarlah rakyat yg menentukan siapa mnurut mereka yg layak jdi pemimpin...dngan cara jujur..adil..tnpa ada intimidasi n kecurangan....

Reply
avatar
25 Februari 2017 19.41 Delete comments

Kuta butuh gubernur yg memperjuangkan rakyat.
Tidak disponsori Mafia
Tidak didukung manusia orde baru
Cukup apa adanya

Reply
avatar
25 Februari 2017 19.42 Delete comments

Jawabannya:
Krn itu dakwaan palsu.
Orang waras pasti tau

Reply
avatar
25 Februari 2017 22.12 Delete comments

Kalau baru jadi menteri,panguasa kantin saja sampai diaduk aduk maka apalagi jadi gubernur.Janganlah.Ini yang kita tidak kehendaki ,justeru ini yang seharusnya tidak boleh terjadi.

Reply
avatar
25 Februari 2017 22.24 Delete comments

Hati2 waktu putaran kedua...
Bisa2 byk org yg di t4kan d kpu u/ manipulasi suara....
Org ini sgl cara dihalalkan u/ menang.

Reply
avatar
26 Februari 2017 05.01 Delete comments

Ya namanya jg ahokers (ibu nina) slalu cari cari kesalahan orang. Knapa br cerita sekarang, katanya ga mo dikaitkan aura pilkada tp ceritanya aja sdh menjurus kesana, ANEHH..!!! Ada apakah ini.

Reply
avatar
26 Februari 2017 09.44 Delete comments

sebaiknya kita lihat setelah pilkada, masalahnya cerita ini diceritakan kisahnya menjelang pilkada?! putaran ke 2.
kita sebagai orang yg tidak mengetahui kebenaran yg sebenarnya hendaknya menyikapi dg bijak, tidak usah terpenggaruh apalagi terpancing.

Reply
avatar
26 Februari 2017 11.25 Delete comments

Orang yg tidak terpilih belum tentu tidak baik, dan orang yg terpilih belum tentu orang baik, wait n see .... Semua terjadi atas seizinNya

Reply
avatar
26 Februari 2017 18.03 Delete comments

Saya masih percaya bahwa Bpk.Jokowi tidak asal pecat.

Reply
avatar
26 Februari 2017 21.00 Delete comments

buka mata lebar2, apkh tuduhan itu benar? jng tutup mata hati kita hy krn tuduhan2 palsu yg ingin merusak kesatuan bangsa. pilihlah paslon yg sdh terbukti kinerja mya.

Reply
avatar
26 Februari 2017 22.35 Delete comments

Masya Allahhhhh... sampe lapak kantin aja diembat juga... benar2 haus tuch...

Reply
avatar
26 Februari 2017 23.46 Delete comments

Palsu apa??? Situ waras??? :D

Reply
avatar
26 Februari 2017 23.49 Delete comments

Jgn sampai terprofokasi berita2 yg gak jelas menjelang pilkada 2 putaran. Kalo situ benar n jls knp baru sekrg berani ungkap kebebaran tanpa ada maksud2 tertentu... hellooo...

Reply
avatar
27 Februari 2017 06.51 Delete comments

Hanya kecurangan yg akan memenangkan si Ahoak Penista Agama. Semua orang tahu klu Ahoak kalah akan berimbas pd Jkw, cukong dan partai pendukungnya. Untk itu MENGHALALKN SEGALA CARA akan dilakukan, termasuk cerita2 seperti ini. Mungkin nanti semakin banyak hal2 yg dikarang utk merusak kredibilitas Anies Baswedan, sebab kemenangannya sdh di depan mata. InSha Allah hanya kecurangan yg dpt mengalahkannya.

Reply
avatar
27 Februari 2017 10.14 Delete comments

AHY dijatuhkan lewat peran Antasari Azhar.

Sekarang ANIES mau dijatuhkan lewat cuap2 mantan anak buahnya yg Ahoker. Cara2 menjatuhkan lawan mydah dibaca.

Reply
avatar
28 Februari 2017 06.11 Delete comments

Ntuk pembuktian slidiki aja langsung ke TKP yg sudah gamblang ditulis di artikel ini. Klo kenyataan gk sesuai dgn pemberitaan berarti cma pingin menjatuhkan paslon 3 aja. Kalau artikel ini benar ya pakai otak yg waras untuk memilih cagub jkt kedepannya. Gitu aja kok susah. Debat percuma disini, ayo cari buktinya biar hk salah sangka

Reply
avatar
28 Februari 2017 18.10 Delete comments

hidup anies-sandi biarkan sikotak kotak makan kotoran pujaannya

Reply
avatar
1 Maret 2017 08.44 Delete comments

http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/17/02/28/om3dz3354-penulis-berita-viral-yang-sudutkan-anies-baswedan-minta-maaf

Reply
avatar
1 Maret 2017 10.25 Delete comments

http://republika.co.id/berita/nasional/politik/17/02/28/om3dz3354-penulis-berita-viral-yang-sudutkan-anies-baswedan-minta-maaf

Selasa , 28 Februari 2017, 23:04 WIB
Penulis Berita Viral yang Sudutkan Anies Baswedan Minta Maaf
Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Bayu Hermawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penulis berita yang viral di media sosial karena menyudutkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta mantan Mendikbud Anies Baswedan menyatakan penyesalannya. Penulis, Nina Kentjana Ningrat Sani yang menduduki jabatan fungsional sebagai auditor utama di Inspektorat Jenderal Kemendikbud menulis klarifikasi secara tertulis.

Menurut Nina, pemberitaan tersebut merupakan rangkaian chatting atau percakapan pribadinya di grup whatsapp (WA) . Namun perbincangan itu disebarkan ke pihak lain melalui sosial media tanpa seijin Nina.

"Saya ketahui pengirim mengirimkan ke WA grup yang awalnya tidak tercantumkan identitas nama dan biodata saya," kata Nina dalam pernyataan tertulisnya.

Nina melanjutkan, setelah informasi disebar di media sosial ternyata identitasnya ikut tersebar seperti di Infomania, Kompas NKRI, Jakarta Asoy dan Facebook. "Ini menyerang karir saya sebagai pegawai negeri sipil atau aparat sipil negara," ujar Nina.

Berdasarkan hal itu, Nina menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:

1. Tidak benar bahwa Anies Baswedan mengangkat teman-temannya sebagai pejabat. Semua pejabat yang diangkat di lingkungan Kemendikbud melalui proses seleksi yang ketat dan terbuka. Panitia seleksi pun berisi orang-orang baik dan beritegritas yang dipimpin Erry Riyana Hardjapamekas, mantan pimpinan KPK. Bahkan tidak satu pun pejabat eselon satu yang merupakan kawan lama Anies. Semua adalah peserta seleksi yang mayoritas pegawai karier di lingkungan Kemendikbud.

2. Nina tidak pernah mengenal pejabat yang ada di Ring 1 Presiden yang bisa mengusulkan apakah Anies menjadi Mendikbud atau Mensesneg. Nina hanya auditor biasa.

3. Mengenai kinerja Anies, sebaiknya diperiksa ke lembaga-lembaga seperti BPK, KemenPAN-RB dan Ombudsman. Mereka menggunakan ukuran objektif untuk menilai kinerja kementerian.

4. Tidak benar informasi bahwa Anies membawa staf ahli sebanyal 60 orang. Nina tidak pernah mengutarakan hal ini dan tidak masuk akal. Ruangannya saja tidak akan ada. Apalagi itu jelas melanggar karena jumlahnya janggal dan menyalahi Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara di Bab VII Pasal 68.

5. Dengan ketidakuratan mengenai jumlah staf ahli ini, maka informasi yang terkait dengannya menjadi tidak benar juga. Termasuk mengenai barang-barang inventaris negara seperti laptop dan kendaraan. Karena memang kenyataannya Nina tidak mengetahui fakta yang sebenarnya.

6. Mengenai kantin Kemendikbud, tidak pernah ada hubungan dengan adik Anies Baswedan.

7. Mengenai penerbitan buku, itu semua sudah sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku di lingkungan Kemendikbud. Buku tersebut bukan hasil karya tulis pribadi menteri atau pribadi lain. Buku itu adalah hasil karya instansi Kemendikbud yang bisa direvisi dan diterbitkan kapan saja oleh instansi Kemendikbud.

8. Mengenai Tunjangan Profesi Guru (yang bukan anggaran Kemendikbud tetapi anggaran transfer daerah di Kemenkeu) justru inisiatif untuk merevisi anggaran dan tidak mencairkan anggaran yang kelebihan itu datangnya dari Kemendikbud yang saat itu dipimpin Anies. Surat Kemendikbud tersebut telah dikirim oleh Sekjen Kemendikbud ke Kemenkeu, lalu Kemenkeu menindaklanjutinya sesuai surat Kemendikbud.

Dalam pernyataan tertulis tersebut, Nina menekankan rasa penyesalan dan tidak akan mengulangi hal itu. "Saya minta maaf kepada Kemendikbud, Bapak Anies dan beberapa pihak yang terimbas dari berita itu," ujar Nina.

Reply
avatar
1 Maret 2017 12.00 Delete comments

NINA KENCANA INSANI penulis surat tsb diatas adalah Auditor Kemendikbud pembuat Fitnah dan mungkin berafiliasi ke Calon lawan Anies Sandi, orang ini sudah meminta maaf kepada TIM Sukses Anies Sandi...Tim Sukses Anies Sandi memang Bijaksana dan baiuk hati...Saya doakan semoga terplih sebagai DKI 1 dan 2 ...Ammiin YRA

Reply
avatar
1 Maret 2017 15.59 Delete comments

Amien , yg penting jakarta butuh gubernur baru.

Reply
avatar
1 Maret 2017 16.01 Delete comments

Amin , mudah2an jakarta ganti gubernur thn 2017.

Reply
avatar
1 Maret 2017 16.03 Delete comments

Anda juga buka mata lebar2 dan lebih lebar lagi , entar juga anda taho borok nya si Ahok. Klo mau dukung ahoak silakan saja, tapi kangan fitnah dan hoak. Tks

Reply
avatar
1 Maret 2017 16.09 Delete comments

Aneh, belajar tu hukum, mass ada dakwaan polisi dinilai palsu?? Spt nya polisi kagak benar menurut anda??bisa dipertanggung jawabka? Sampai Begitu amay belain Ahok?

Reply
avatar
1 Maret 2017 16.11 Delete comments

Ahok lebih parah lagi, jadi pengusaha reklamasi.

Reply
avatar
1 Maret 2017 16.12 Delete comments

Percayalah, yg seperti itu pasti kelompok Ahoak, Contoh, masa didekat plo reklamasi minya dibuat PS ??

Reply
avatar
1 Maret 2017 16.14 Delete comments

Jangan2 nama Nina K juga palsu tu.

Reply
avatar
1 Maret 2017 16.19 Delete comments

Setuju kawan. Klo Ahok menang, itu merupakaNn MUSIBAH atas ummat islam, kita ucapkan Innalillahi wainna ilaihi rojiun, dan klo Ahok kalah kita ucapkan Syukur Alhamdulillah.

Reply
avatar
1 Maret 2017 16.23 Delete comments

Kpd timses No 3 Anies Sandi, tolong cek,atau conet cek, apakah di kemendikbud itu afa yg bernama NINA K, pegawai Dikbud. Jgn2 ini nama palsu/buzzer nya Ahoak?? Tks

Reply
avatar
1 Maret 2017 17.45 Delete comments

Dakwaan polisi anda nilai palsu, betarti melakikan kebohongan dan kepalsuan dalam surat dakwasnnya. Laporkan dakwaan yg anda nilai palsu itu pd Bagreskim polri.jangan OMDO Tkd

Reply
avatar
1 Maret 2017 20.07 Delete comments

Biar lo pada melek. Buka mata.. Yg loe2 pada dukung calon yg gak beres... 22nya koruptor.. Kasus sandi korupsi blom lama mencuat. Sempat diDemo mahasiswa HMI bbrp bln tlp 2016 di dpn ged Kejari.

Reply
avatar
1 Maret 2017 20.10 Delete comments

Aahh Tolol kau bodat.. Itu bukan fitnah.. Elu bisa cek sendiri. Kebanyakan makan tokai si onta rijik sehh..

Reply
avatar
1 Maret 2017 20.37 Delete comments

Pada bawel lu... anis kalo menang kan laporan mengenai perkembangan jakarta ke presiden. Nah presiden pernah mecat anis. Anis gak tau malu apa? Kalo mao neh yg calon gubernurnya si sandi nah anis yg wakilnya. Emang anis sudah gila jabatan. Mengenai berita ini benar atau tdk ya gak usah pada rewel lu pada.. jangan jadi pembuat kosa kata. Tunjukin aja pengabdian kalian buat keluarga. Inget ye siape pun gubernurnye cari makan sendiri2 cing. Emang anis menang keluarga die yg kasih makan dan ahok menang apemungkin keluarga lu di empanin? Yg ngasih makan lu sama keluarga lu cuma Tuhan melalui apa yg kita kerjakan didunia ini. Halal buat lu gak halal juga keluarga lu yg nikmatin. Sadar bos udah gak usah adu kosa kata. Tuhan sdh menyediakan semuanya buat kita. Tinggal kita mau mencari apa ora? Gus Dur pernah berpesan sekalipun yg keluar itu dari pantat ayam selama itu telur AMBIL. Gitu ajah kok repot.

Reply
avatar
1 Maret 2017 20.53 Delete comments

Pada bawel banget sich kalian. Semua adu kosa kata yg bagus. Sekarang saya mau tanya bos kalau anis jadi gubernur apakah dia memberi makan keluarga kita? Atau sebaliknya kalo ahok terpilih lagi apakah dia juga memberi makan keluarga kita? Tuhan sdh menyediakan semuanya utk kita. Nah ente cari dah buat kelanjutan hidup keluarga. Bukannya bagus2in kosa kata. Inget pren ape kate gus dur? Sekalipun keluarnya dari pantat ayam selama itu telur ambil. Nah ente tinggal tunggu dah pemilihan nanti ente colok yg ente anggap bisa kasih makan. Gitu aje kok repot. Salam Damailah Indonesiaku.

Reply
avatar
1 Maret 2017 20.56 Delete comments

Pada bawel banget sich kalian. Semua adu kosa kata yg bagus. Sekarang saya mau tanya bos kalau anis jadi gubernur apakah dia memberi makan keluarga kita? Atau sebaliknya kalo ahok terpilih lagi apakah dia juga memberi makan keluarga kita? Tuhan sdh menyediakan semuanya utk kita. Nah ente cari dah buat kelanjutan hidup keluarga. Bukannya bagus2in kosa kata. Inget pren ape kate gus dur? Sekalipun keluarnya dari pantat ayam selama itu telur ambil. Nah ente tinggal tunggu dah pemilihan nanti ente colok yg ente anggap bisa kasih makan. Gitu aje kok repot. Salam Damailah Indonesiaku.

Reply
avatar
2 Maret 2017 09.39 Delete comments

Org yg dipecat bkn krn krismon artinya ada berbuat kesalahan fatal. Yg begitu kok mau dijadiin gubernur. Yg milih ya ngga pake mikir

Reply
avatar
2 Maret 2017 10.48 Delete comments

bodoh reklamasi dibuat agar kota jakarta lbih megah, tdk klah dgn negara tetangga.

Reply
avatar
2 Maret 2017 10.49 Delete comments

bodoh, reklasi dibuat agar Jakarta menjadi kota yg smkin megah, tdk klah dgn negara tetangga

Reply
avatar
5 Maret 2017 00.10 Delete comments

Sudah minta maaf koq Ninanya, dia membantah semua berita diatas.. hoax lagi
http://www.jawapos.com/read/2017/03/01/113074/auditor-kemendikbud-itu-akhirnya-minta-maaf-kepada-anies-baswedan

Reply
avatar
5 Maret 2017 23.37 Delete comments

https://img.okezone.com/content/2017/03/01/338/1630763/sudah-minta-maaf-tim-anies-sandi-tak-akan-perkarakan-nina-si-penulis-viral-wNPQ6ueJkP.jpg

Reply
avatar
6 Maret 2017 20.42 Delete comments

Haus? Kyknya yg haus Bu Nina tuh...Haus memfitnah orang. Tu die minta maaf...Masih mau bilang haus??

Reply
avatar
6 Maret 2017 20.45 Delete comments

Hellow...Sejak kapan ada hubungan pemecatan sama krismon? Bu Nina minta maaf tuh...Fitnah aja yg dibikin. GA ada cara yg lebih canggih?

Reply
avatar
11 Maret 2017 18.50 Delete comments

Rusak jakarta dipimpin orang yang korup

Reply
avatar