Infomenia

Sabtu, 18 Februari 2017

Kakak Kelas di UGM Bongkar Kemunafikan dan Ambisi Anies Baswedan



Infomenia.net -aduh.....kalian tertipu. Ikut barisan Cak Nur itu ternyata hanya kamuflase!! Aslinya IM dan emang PKS kwkwkwkkwk

Ada yang begini nih ...

Oke, karena sampeyan tanya sy cerita. Padahal sy nggak punya kepentingan. Saya skrg warga Banten. Nggak di Jakarta lagi.

Saya kakak angkatan Anies di UGM, satu thn di atas dia. Walau kami tdk sefakultas, sy dan adik kelas sy (skrg istri sy) sering kontak dgn dia dlm kegiatan di HMI. Anies itu org baik. Baik dlm memanfaatkan kesempatan hahahaha, dan baik dlm hal menelikung teman. Tutur katanya lancar, bahasanya manis, dan sopan. Kawan sy yg skrg jd pengajar di UGM menilai dia sebagai preman yg soft. Tampilnya menyenangkan, tapi penuh bahaya. Kata kawan itu lho

Dulu sy sempat senang lihat dia jd rektor, rektor termuda lho di Jakarta. Berharap dia sdh matang dan berubah. Kaget tapi senang jg sy ketika tahu bhw dia ikut konvensi Partai Demokrat utk mencalonkan diri jd presiden. Mulai ke politik rupanya. Tapi ternyata dirinya tdk laku dijual di sana dan kalah. Sy rasa keculasannya mulai terbaca. Sama seperti kelakuannya ketika di UGM, Anies kemudian berganti haluan dgn cepat. Walau sampeyan selaama ini di LN, sampeyan sendiri tentu tahu sesudah merapat ke SBY, dia menjadi juru bicara Jokowi dlm kampanye pemilihan presiden. Dgn bahasa yg santun, Anies sukses merusak nama Prabowo Subianto, rival Jokowi sebagai capres. Dgn mulut manisnya dia paparkan kekurangan Prabowo, dpt menunjukkan kekurangan itu menjadi keburukan. Pamor Prabowo makin rusak. Di sisi lain Jokowi populer dan menjadi media darling, org suka dan dia terpilih jd presiden.

Saya tahu bhw Anies ingin sekali dpt kekuasaan. Mimpi kuasa itu tercapai. Sebagai ucapan terima kasih, Jokowi mengangkat dia jd menteri pendidikan. Tapi, kepintarannya menelikung tdk sama dgn kapasitasnya utk jd menteri. Dia kemudian dibuang dari kabinet. Anies menutup malu, dgn mengatakan bhw pergantian menteri adalah keputusan politik. Memang demikian, tetapi dia diganti bukan krn tuntutan politik. Dia dicopot krn tdk mampu bekerja. Cerita betapa buruk kerjanya dibocorkan oleh beberapa alumi UGM di Kementerian Pendidikan. Sy percaya pada cerita itu, krn sy mengenal baik kawan2 yg bercerita. Jokowi yg  selalu lemah lembut kabarnya bahkan pernah mendamprat dia di forum kabinet.

Anies limbung. Seorang kerabatnya pernah keceplosan mengatakan beberapa minggu dia menjadi pemakai obat tidur dan berpikir untuk pindah ke Malaysia. Itu sy dengar langsung dari kerabatnya 2 bln lalu. Tapi selagi limbung itu, datanglah Sandiaga Uno. 

Sandiaga adalah pengusaha yg pandai membeli perusahaan yg terancam bangkrut, dan memolesnya sehingga jalan lagi. Sampeyan mungkin jg tahu. Perusahaannya memang banyak. Tapi jg punya banyak masalah dan banyak hutang. Sebagai org bank, sy tahu betul tentang itu. Itulah sebabnya dia bernafsu ingin jd penguasa, agar perusahaan dpt dibantu dgn kebijaksanaan daerah dan negara.

Sebetulnya Sandiaga ingin jd gubernur. Tapi menurut bosnya di Gerindra (Prabowo) tdk mungkin. Dia org baru yg masih hiaju dan boleh maju hanya sebagai cawagub. Krn nafsu kuasanya kuat, tawaran jd wagub pun dia terima. Lantas dicari, siapa yg akan jd cagub. 
Nama Anies tampaknya muncul dari PKS. Prabowo pd mulanya tdk begitu antusias kabarnya. 

Dlm ingatan Prabowo barangkali masih melekat kuat kata2 Anies yg mencerca dia  pada masa kampanye pemilihan presiden 2014 (itu ada di youtube). PKS berusaha meyakinkan Prabowo. Sandiaga yg merasa bhw Anies lebih jago menelikung dibandingkan dirinya jg merasa waswas. Tapi PKS mendesak dia agar mau jd calon wakil Anies. Apa mau dikata, dlm politik apa saja bisa terjadi. Sandiaga yg berambisi itu terpaksa menerima desakan PKS. Dia jg dibebani tugas disuruh membujuk Prabowo. 

Singkat cerita, Anies ditawari. Tentu saja, si pemburu kuasa yg tengah frustrasi ini mau. Buat dia tdk sulit. Dia punya bakat alam yg kuat utk jd bunglon. Segera saja Prabowo yg thn 2014 dia cerca, dia sanjung sebagai bos. FPI yg dia caci maki waktu di Paramadina, menjadi kawan baik dia. Buat Anies itu biasa. Kalau teleknya bisa dia masak lagi, dia akan memasak telek utk dimakan lagi. Dia jd cagub DKI nomor urut 3.

Menurut saya pemilih di Jakarta perlu menyadari beberapa hal. Anies adalah tipe org yg bisa berkawan dan bersedia jd jongos kekuatan politik manapun, asalkan dia dapat kuasa. Lihatlah, Prabowo yg dulu dia lecehkan, skrg jd tempat dia jual diri.
Dia jg sdh teken kontrak dgn Hari Tanoe. Down payment yg dibayarkan HT kepadanya sdh lebih dari separoh harga diri Anies.

Sebagai cagub, Anies nol dlm rencana menata Jakarta. Dlm kampanye dia bicara muluk bangat, tp itu semua hanya angan2 yg dia bangun dlm beberapa hari, sejak dia menerima tawaran dari Sandiaga sampai hari kampanye. Omong besarnya soal pendidikan buat warga Jakarta sebetulnya nol besar. Dua thn dia ngurus pendidikan di kabinet, hasilnya adalah menjadi menteri yg prestasinya nomor satu terburuk, sehingga ditendang dari Kementerian Pendidikan. 

Sejak sy lulus dari UGM, Anies
Percakapan Obrolan Berakhir
Ketikkan pesan...

Comments
3 Comments

3 comments

18 Februari 2017 20.03 Delete comments

WASPADA!
SEKALI SALAH PILIH DKI AKAN KEMBALI AMBURADUL.
NAMUN ENTAH APA ADA JUGA MASYARAKAT DKI YG MO COBA" MAIN API/GAMBLING ATAS NAMA SARA DLM MENENTUKAN MASA DEPAN DKI.

Reply
avatar
20 Februari 2017 00.09 Delete comments

black campaign..dah itu aja.orang bisa ngaku siapa aja di medsos, kakak kelas kek, kakak kandung, buktinya mana? namanya siapa?yg dulu di telikung wkt kuliah di UGM siapa?fitnah

Reply
avatar
19 Oktober 2017 08.43 Delete comments

dari mukanya uda keliatan mereka berdua

Reply
avatar