Infomenia

Minggu, 11 Desember 2016

Ormas Wahabi Di Beri Sanksi, Akhirnya Ketua Demo Pembubaran KKR Merengek-rengek Minta Begini Ke Ridwan Kamil

Aksi Ormas PAS di depan Sabuga menuntut dibuarkannya kegiatan KKR. Foto: facebook.com/Colealysia

Infomenia.net -Ketua Ormas Pembela Ahlu Sunnah (PAS) Muhammad Roin tegaskan bahwa pihaknya tidak pernah berniat membubarkan kegiatan KKR di Sabuga, Bandung, Selasa (6/12) lalu. 
Malahan, klaim dia, massa awalnya justru bermaksud mengamankan jalannya ibadah umat kristiani tersebut. 

"Kami tidak melakukan pembubaran paksa. Bahkan, kami akan menjaga ketentraman dalam beribadah, seandainya mereka menjalankan sesuai prosedur," ujar Muhammad, seperti diberitakan Radar Bandung (grup JPNN), Sabtu (10/12).

Permasalahannya, lanjut dia, kegiatan KKR di Sabuga itu ternyata tidak mengindahkan ketentuan yang berlaku. Terutama ketentuan dalam SKB 2 menteri tahun 2006. 
Kesalahan tersebut juga sudah diakui sendiri oleh pihak penyelenggara.

"Bahkan, panitia dan Pendeta Stephen Tong yang mengisi acara sendiri mengaku tidak tahu ada SKB 2 menteri yang mengatur masalah peribadatan," terang Muhammad.

Muhammad juga mengklaim bahwa pembubaran dilakukan setelah ada kesepakatan secara baik-baik dengan pihak penyelenggara. Bukan karena ditekan oleh PAS.

"Sayangnya berita yang beredar di masyarakat terlanjur menyudutkan posisi kami," tambahnya.

Muhammad pun meminta kesempatan untuk menjelaskan secara langsung permasalahannya kepada Pemerintah Kota Bandung. 

Sehingga, tindakan yang diambil pemerintah terkait insiden pembubaran KKR ini bisa benar-benar adil. 
"Jangan sampai Pak Wali (Wali Kota Ridwan Kamil), bijaksana di sana, tapi tidak bijak di sini," pungkasnya. jpnn.com

Comments
6 Comments

6 comments

11 Desember 2016 11.49 Delete comments

seharusnya org2 seperti ini ditindak tegas(penjara) atau bahakan diusir dri indonesia apabila mengulangi kmbli perbuatan serupa,tpi yg menjdi masalahnya apakah aparat keamanan negara dn pihak2 terkait berani mengambil tindakan tegas???

Reply
avatar
11 Desember 2016 12.06 Delete comments

SK 3 menteri untuk mendiri kan bangunan bukan untuk beribadah...dasarTOLOL LU kang....masih pinteran kang kabayan...otak udang lu......bagai mana kalau lu ibadah di puterin lagu dangsut ngmuk ngk lu ?????? Dasar preman kampungan ....

Reply
avatar
11 Desember 2016 14.10 Delete comments

Yg paling konyol bilang kalo pdt Tong gak ngerti SKB 2 mentri. Aduh ketauan bgt kalo ngibulnnya, berusaha membela diri . Pdt Tong itu bukan seperti anda yg modal toa suara kenceng koar koar bicara soal undang undang and peraturan. Secara akademis pak Tong itu jauh dia atas anda. Dia sangat mengerti bnr yg namanya undang undang and peraturan yg ditetapkan . buktinya acara natal ini sudah hampir 15 tahun diadakan disana

Reply
avatar
11 Desember 2016 23.13 Delete comments

Hajar om... klw berani ajak duel aja 1 lawan 1. Jangan main keroyokan.

Reply
avatar
15 Desember 2016 08.03 Delete comments

Sabar...sabar...Tuhan Yesus mengasihimu saudara2 q yg muslim dan non muslim...Damai sejahtera Tuhan Yesus Kristus melimpah buat bangsa Indonesia..amienn

Reply
avatar