Infomenia

Senin, 02 Juli 2018

Bahas Quick Count Pilkada Jabar, Yunarto Wijaya Sindir Pihak yang Jago Bikin Hoax


Hasil gambar untuk yunarto wijaya

Infomenia.net - Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya menanggapi sebuah website yang menyajikan informasi bahwa pasangan Sudrajat-Syaikhu unggul di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat.

Dilansir TribunWow.com dari akun Twitter @yunartowijaya yang ia tuliskan pada Sabtu (29/6/2018), mulanya seorang netizen pemilik akun @holilsumarna menuliskan cuitan bahwa Sudrajat-Syaikhu unggul dari ketiga paslon lainnya.

Bahkan akun tersebut melampirkan sebuah website yang berisi data-data yang menyebut Sudrajat-Syaikhu unggul.

Melihat postingan tersebut, Yunarto Wijaya lantas menyebut bahwa informasi itu hoax.

"Lihatlah pihak2 mana yg emang jago bikin hoax," tulis Yunarto Wijaya.

Sebelumnya, ia membandingkan reaksi para pengurus partai saat di Pilkada Jakarta dan Pilkada Jabar.
Menurutnya, pihak yang kalah dalam Pilkada DKI Jakarta tidak melakukan protes.

Berbeda halnya dengan beberapa pihak yang saat ini melakukan protes lantaran kalah dalam quick count Pilkada Serentak 2018.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Yunarto melalui kicauan Twitternya, Jumat (29/6/2018).

Kenapa tiap yg itu kalah ya keributan selalu muncul?
Jelas2 yg ketahuan ngibul pas quick count 2014 siapa?," kicau Yunarto.

"Quick Count kalah lembaga survei disalahin, Real Count kalah KPU disalahin, Dis Count kurang pedagang disalahin," imbuh Yunarto dalam kicauannya.
Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Barat menolak hasil hitung cepat (quick count) Pilkada Jawa Barat 2018 dari seluruh lembaga survei.

“Hasil survei mereka kita tidak tanggapi apapun hasilnya,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi, saat konferensi di Kantor DPD Gerindra Jawa Barat, Jalan PHH Mustopha Kota Bandung, Kamis (28/6/2018) seperti yang dilansir Tribunnews.com.

Partai Gerindra ternyata lebih percaya dengan hasil hitungan tim internal.

Menurut Mulyadi, meski tidak jauh berbeda, hasil hitungan dua tim internal menyatakan pasangan Asyik menang tipis dari pasangan Rindu.

“Perhitungan kami, kami menang. Tapi untuk menjaga demokrasi, kami akan terus mengawal dan menunggu hasil resmi,” jelasnya.

Mulyadi mengatakan, pernyataan ini dibuat untuk memotivasi pendukung pasangan Asyik, baik kader partai Gerindra, PKS, maupun PAN.

Pihaknya meminta para kader dan pendukung optimistis akan kemenangan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu hingga hasil real count KPU keluar.


“Partai Gerindra tetap mengikuti aturan main. Perlu diingat, Pilgub Jawa Barat belum selesai,” imbuhnya.
Seperti yang diketahui, sejumlah lembaga survei telah mengeluarkan hasil quick count Pilkada Jawa Barat dan hasilnya menunjukkan Ridwan Kamil lebih unggul.

Berikut ini hasil akhir quick count di 5 lembaga survei:

1. Litbang Kompas

Ridwan-Uu: 32,54 persen
TB Hasanuddin-Anton: 12,2 persen
Sudrajat-Syaikhu: 29,53 persen
Deddy-Dedi: 25,72 persen


2. Indo Barometer

Ridwan-Uu: 32,40 persen.
TB Hasanuddin-Anton: 12,95 persen.
Sudrajat-Syaikhu: 28,54 persen.
Deddy-Dedi: 26,10 persen.


3. SMRC

Ridwan-Uu: 32,26 persen.
TB Hasanuddin-Anton: 12,77 persen.
Sudrajat-Syaikhu: 29,58 persen.
Deddy-Dedi: 25,38 persen.


4. LSI

Ridwan-Uu: persen.
TB Hasanuddin-Anton: persen.
Sudrajat-Syaikhu: 2 persen.
Deddy-Dedi: 2 persen.


5. Poltracking

Ridwan-Uu: 31,83 persen.
TB Hasanuddin-Anton: 12,91 persen.
Sudrajat-Syaikhu: 28,17 persen.
Deddy-Dedi: 27,08 persen.

KPU akan melakukan rekapitulasi hingga 9 Juli mendatang.
Hasil resmi akan diumumkan oleh KPU setelah rekapitulasi selesai dilakukan. (tribunnews.com)

Comments
0 Comments

0 komentar