Infomenia

Jumat, 22 Juni 2018

Kasihan Sekali! Prabowo Dipermalukan oleh Data Yang Anies Berikan Soal Indeks Termahal LRT


 Hasil gambar untuk lrt palembang prabowo
Infomenia.net - Saya semakin muak dengan ulah Prabowo dan Anies yang semakin terlihat begitu licik. Mereka benar-benar sedang berduet untuk menjatuhkan citra pemerintah di mata masyarakat. Mari saya jelaskan alasan mengapa saya sangat muak dengan Prabowo dan Anies.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menuding ada mark up anggaran LRT Palembang jutaan dolar. Menurutnya proyek LRT senilai Rp 12,5 triliun. Luar biasa. Rp 12,5 triliun untuk sepanjang 24 km. Tuduhan Prabowo dibantah oleh kontraktor. Kepala Proyek LRT Palembang, Mashudi Jauhar mengaku enggan berkomentar lantaran menurutnya biaya pembangunan LRT yang hanya US$ 8 juta/km tak jelas sumber datanya.

Merasa diremehkan oleh kontraktor karena dianggap tidak memiliki data, Prabowo menyebut mendapatkan indeks harga LRT sedunia dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Prabowo diberi tahu oleh Anies Baswedan bahwa indeks termahal LRT di dunia 1 km adalah 8 juta dolar.

“Kalau ini, Rp 12 triliun untuk 24 km, berarti 1 km 40 juta dolar. Bayangkan. Di dunia 1 km 8 juta dolar, di Indonesia, 1 km 40 juta dolar. Jadi saya bertanya kepada saudara-saudara, markup, penggelembungannya berapa? 500 persen.” sebut Prabowo.

Awalnya saya pikir Prabowo memiliki data ilmiah dan akurat. Tak tahunya data tersebut hanya ocehan dari Anies Baswedan. Padahal, pernyataan Anies belum tentu kebenarannya.

Kemenhub juga telah menjelaskan biaya pembangunan LRT Palembang lebih mahal sekitar Rp 800 miliar dibandingkan LRT Jakarta. Angka ini didapatkan dengan menghitung selisih biaya pembangunan per KM LRT Palembang dan LRT Jakarta. Jadi sebenarnya cukup wajar ketika biaya LRT di Palembang jauh lebih mahal dibanding di Jakarta.

Kita fokus kepada pernyataan Anies bahwa indeks termahal LRT di dunia 1 km adalah 8 juta dolar. Jika ini benar pernyataan Anies, maka saya simpulkan Prabowo dan Anies memang sedang berduet untuk memojokkan pemerintah. Pernyataan Anies sangat ngawur. Angka 8 juta dollar jika dikurs ke rupiah dimana satu dollar sama dengan Rp. 14.000, maka untuk satu kilometer, indeks termahal menurut Anies hanya sebesar 112 Milyar rupiah. 

Mengapa saya katakan ngawur, karena biaya untuk membangun LRT rata-rata berkisar 500 Milyar perkilometer. Data ini didapat dari Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno. Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugiharjo menyebut bahwa biaya pembangunan LRT Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek merupakan paling murah dan mengabiskan biaya Rp 264,7 miliar. Jika yang paling murah saja sebesar Rp. 264, 7 Milyar, mengapa Anies menyebut Indeks indeks termahal LRT di dunia 1 km adalah 8 juta dolar atau Rp. 112 Milyar?

Sekarang kita lihat bersama bagaimana Prabowo dan Anies bungkam ketika proyek LRT di Jakarta memakan biaya yang sangat besar.

Begini, sekitar bulan januari tahun 2018, PT Ratu Prabu Energi Tbk berencana untuk membangun kereta ringan atau Rail Light Transit (LRT) sepanjang 400 km dengan nilai Rp 405 triliun. Mereka telah menyampaikan usulan pembangunan tersebut ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. 

Jika dirata-rata, proyek LRT DKI menghabiskan sekitar 1 trilyun perkilometer. Ini angka yang sangat fantastis. Masih jauh lebih besar dibanding proyek LRT Palembang yang sekitar 500 Milyar perkilometer.

Besarnya biaya proyek LRT di DKI Jakarta juga dikritik oleh Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno. Dia menilai jumlah investasi Rp 405 triliun untuk membangun LRT sepanjang 400 km itu dinilai cukup berlebihan. Dia menilai angka itu terlalu mahal untuk membangun LRT. Djoko menjelaskan, biaya untuk membangun LRT biasanya rata-rata berkisar Rp 500 miliar per kilometernya. 

Mengapa Prabowo tak protes dengan besarnya biaya LRT Dki Jakarta? Mengapa juga Anies membohongi publik dengan mengatakan indeks termahal LRT di dunia 1 km adalah 8 juta dolar atau Rp. 112 Milyar?
Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas, kita bisa menyimpulkan betapa liciknya Prabowo dan Anies dalam memojokkan pemerintah. Biaya LRT di Palembang adalah sudah wajar dan memang lebih mahal dibanding LRT di DKI Jakarta. Biaya proyek LRT termurah bahkan mencapai 265,7 Milyar perkilometer. Namun dengan liciknya, Prabowo menuduh ada mark up anggaran LRT Palembang.

Sayangnya, Prabowo semakin menunjukkan dirinya benar-benar orang yang parah. Dia percaya begitu saja dengan apa yang disampaikan oleh Anies. Dia tidak mau melakukan kajian yang mendalam terlebih dahulu. Akhirnya, dia mempermalukan diri sendiri. Dia tidak menyadari bahwa data yang diberikan oleh Anies akan mempertegas betapa rendahnya kualitas seorang Prabowo. Dia tak menyadari bahwa data Anies hanya akan membuat dirinya menjadi bahan tertawaan. Kasihan sekali! (Saefudin Achmad, seword.com)

Comments
0 Comments

0 komentar