Infomenia

Sabtu, 05 Mei 2018

Saat Ahok Jabat Gubernur, Ahok Ogah Kunjungan ke Luar Negri. Ini Alasan Ahok Tak Penuhi Undangan Acara PBB di New York




Infomenia.net - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama ternyata menolak undangan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk datang ke New York, Amerika Serikat.

Ahok lebih memilih untuk tetap di Jakarta mengerjakan tugasnya sebagai Gubernur.

"Kenapa saya enggak suka kunjungan ke luar negeri, ke luar kota, atau ke manapun?" ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (18/7/2016).

Kemudian dia menyatakan telah diundang PBB untuk hadir di New York.

Ahok didaulat untuk memberikan sambutan selama 10 menit.

Padahal butuh meluangkan waktu tiga hari untuk memenuhi agenda itu.

"Kalau saya ke luar negeri, kemarin diundang ke New York, di PBB katanya, bicara 10 menit. Tapi butuh tiga hari. Ngapain aku bicara 10 menit butuh tiga hari?" kata Ahok.

Ahok tak menghadiri acara PBB itu, dia hanya mengirimkan utusan ke sana.

Cara seperti ini sering dilakukan Ahok untuk mengatasi undangan dari acara di luar negeri yang datang ke dirinya.

"Mendingan suruh orang bicara, aku kasih tahu. Atau diundang ke Singapura beberapa kali. Saya mending kirim Pak Oswar (Deputi Gubernur DKI Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup) atau Bu Tuty (Kepala Bappeda). Mereka sudah mengerti apa yang mau saya omongkan," kata Ahok.

Pertimbangan Ahok menolak memenuhi undangan itu adalah karena pertimbangan waktu kerja di Jakarta.


Dia merasa pekerjaannya bakal menumpuk bila ditinggal tiga hari atau dua hari. Bahkan waktu liburpun diisi Ahok dengan aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaannya.

"Kalau saya pergi, saya habis dua hari, kerjaan saya menumpuk tidak? Menumpuk," kata Ahok.

Hal ini diceritakannya saat ditanya perihal PNS yang izin terlambat kerja karena mengantarkan anaknya masuk sekolah di hari pertama.

Ahok menjelaskan, kerja pokok harus tetap dijalankan, soalnya dirinya juga melakukan hal yang sama yakni mendahulukan hal yang sudah menjadi tugasnya.

PNS memang boleh meminta izin untuk terlambat masuk kerja karena mengantarkan anaknya yang masuk sekolah di hari pertama.

Namun, sesuai aturan formal, penghitungan uang Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) tetap berlaku.

PNS yang pekerjaannya berkurang gara-gara datang terlambat tentu mengalami pengurangan TKD dibanding PNS yang tak terlambat, kecuali PNS tersebut berusaha kerja lembur menyelesaikan tugas-tugas yang ditinggalkannya gara-gara datang terlambat.(detik.com)



Comments
0 Comments

0 komentar