Infomenia

Rabu, 23 Mei 2018

Mantan Napi Teroris Dituduh Latih Laskar FPI Jadi Teroris, Sofyan Ancam Penjarakan Habib Rizieq


 Geger, Dituduh Latih Laskar FPI Jadi Teroris, Sofyan Ancam Penjarakan Habib Rizieq

Infomenia.net - Mantan napi teroris Sofyan Tsauri tak terima dengan tudingan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Habib Rizieq dalam suatu kesempatan menyebut Sofyan Intel dari Brimob yang sengaja merekrut laskar FPI untuk dilatih menembak di Mako Brimob untuk kemudian dijadikan sebagai teroris.

Sofyan dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Dia mengaku hanya pernah menjadi anggota Sabhara yang berdinas di Polres Depok, bukan Brimob.
“Saya bukan anggota Brimob tapi Shabara. Saya dituduh lahirkan memproduksi terorisme memang saya terpapar juga,” tegasnya dalam diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (21/5).

Oleh karena itu, dia menuntut Rizieq untuk segera meminta maaf. “Kalau tidak ada niat baik saya akan melaporkan ke Polisi, saya kasih waktu satu pekan,” sambungnya.

Pernyataan Rizieq, lanjut dia, mengancam keluarganya. Dia juga sangat dirugikan akibat video yang dibuat sekitar enam sampai tujuh tahun lalu itu, karena sudah mengganggu kehidupan pribadi.

“Banyak masjid yg sudah kontrak dengan saya mendadak dibatalkan, bahkan di grup-grup Whatsapp saya dikeluarkan,” tandas Sofyan.

Sofyan Dipecat Jadi Polisi karena Gabung Teroris

Sementara itu, Mabes Polri menyatakan tuduhan Habib Rizieq Shihab terhadap Sofyan Tsauri tidak benar dan menyesatkan.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengakui, Sofyan Tsauri memang pernah menjadi anggota polisi biasa pada 1998. Namun, dia bukan intel Brimob seperti tuduhan Habib Rizieq.

Setelah menjadi polisi, lanjut Setyo, Sofyan Tsauri terkontamenasi dengan pemikiran-pemikiran Aman Abdurrahman selaku pimpinan Jamaah Ansharud Daulah (JAD) melalui buku-buku karangannya.

Pada 2002, Sofyan Tsauri resmi bergabung dengan jaringan Al Qaeda Asia Tenggara dan ganti nama menjadi Abu Ayas. Sofyan berperan sebagai pemasok senjata kepada para teroris khususnya yang ada di daerah Aceh.

Pada 2008, Sofyan resmi desersi karena berpoligami dan bergabung dengan teroris. Satu tahun kemudian, ia langsung diberhentikan tidak dengan hormat dan dilakukan pengajaran oleh tim Densus 88 Antiteror Polri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Sofyan kemudian ditangkap di rumahnya di Bekasi pada 6 Maret 2010. Ia dituntut 10 tahun penjara dan menjalani hukuman 6 tahun penjara. Pada tahun 2015, Sofyan teresmi bebas setelah beberapa kali mendapat remisi.

Sebelumnya, dalam video berdurasi 5 menit 35 detik, Habib Rizieq terlihat sedang ceramah. Dalam ceramahnya, Rizieq mengatakan anggota FPI dilatih menembak di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok Jawa Barat oleh Sofyan.

Anggota FPI itu kemudian dikirim ke Aceh dan dipersenjatai. Setelah itu anggota FPI diciduk aparat dan Sofyan menghilang.(POJOKSATU.ID)

Comments
0 Comments

0 komentar